Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tanpa adanya informasi berupa cerita tutur atau peninggalan di satu daerah, maka objek cagar budaya tak akan dapat diselamatkan. Hal ini seperti yang diungkapkan oleh Tamaji, 60, warga Medalem, Tulangan yang juga pengurus atau juru kunci Candi Medalem saat ini.
Zainul Fajar, Wartawan Radar Sidoarjo
Siapa yang menyangka apabila keberadaan Candi Medalem tersebut ditemukan hanya gara-gara sebuah mimpi. Jika kebanyakan orang lainnya menganggap bahwa mimpi adalah bunga tidur, maka hal tersebut tidak berlaku bagi Tamaji.
Saat itu masih berusia 29 tahun, ia sudah aktif sebagai pengurus punden. Berupa makam seorang dewi cantik jelita bernama Ratu Ayu Pandan Sari yang diyakini adalah leluhur warga sekitar Desa Medalem.
Sebelum diekskavasi hingga berbentuk seperti Candi Medalem sekarang, di titik tersebut dulunya adalah sebuah pekarangan luas yang ditengahnya tumbuh besar pohon asem. Di bawah pohon asem itulah terdapat makam Ratu Ayu Pandan Sari.
Tamaji yang saat itu tengah tertidur di pelataran punden pun mendapat sebuah mimpi. Di dalam mimpinya, ia bertemu dengan seorang wanita yang cantik jelita dan berpesan untuk menjaga apa yang ada di bawah pohon asem tersebut.
"Saya kaget lalu terbangun. Tiba-tiba saya merasa yakin bahwa itu pesan dari sang dewi atau Mbah Ratu kepada saya," papar Tamaji.
Setelah mendapat mimpi tersebut, lantas ia menceritakannya kepada beberapa warga dan perangkat desa. Tak berhenti sampai disitu, dirinya memberanikan diri meminta izin kepada seluruh perangkat dan masyarakat setempat untuk berniat membongkar titik tersebut.
"Setelah beberapa hari menggali, akhirnya saya menemukan seperti tumpukan bata merah membentuk persegi dengan luas sekitar 32 meter persegi. Saya gali lagi ada kolamnya sehingga bentuknya seperti sekarang ini," katanya.
Ia yang kaget sekaligus heran melihat adanya tanda-tanda benda bersejarah berupa tumpukan tanah membentuk bata yang ia duga kuat adalah candi.
Selain itu, sumur tua yang diduga kuat masih berkesinambungan dengan tubuh Candi Medalem kembali ia temukan di dekat lokasi penggalian.
"Warga disini juga mempercayai bahwa bangunan candi dan sumur tua ini adalah peninggalan dari kerajaan Majapahit," imbuhnya.
Hingga saat ini, eksistensi Candi Medalem yang berada di Tulangan kian Nampak. Banyak kunjungan oleh warga yang penasaran dan ingin melihat bentuk candi medalem seperti apa.
Candi Medalem yang berada di Desa Medalem, Tulangan tersebut berbentuk persegi seperti altar dengan jalan setapak di setiap sisinya dan dikelilingi kolam. (*/vga)
Advertisement
Advertisement
Artikel Terkait
Advertisement
Berita Terkini
Advertisement
Advertisement



