Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pengobatan Akupuntur Hewan di Sidoarjo, Banyak Tangani Masalah Traumatika

V
Penulis: Vega Dwi Arista❯
BERJUANG BERSAMA: Pengawas Dinas Provinsi Jatim Wilayah Sidoarjo Rukmini Ambarwati (kiri) saat menghadiri wisuda Nabila.
BERJUANG BERSAMA: Pengawas Dinas Provinsi Jatim Wilayah Sidoarjo Rukmini Ambarwati (kiri) saat menghadiri wisuda Nabila.
Praktik Pengobatan Tradisional

Siapa bilang akupuntur hanya untuk pengobatan manusia saja. Rupanya, praktik pengobatan tradisional dari Tiongkok itu juga bisa untuk mengobati berbagai jenis hewan. Salah satunya kucing.

LUKMAN AL FARISI, Wartawan Radar Sidoarjo

Siang kemarin seekor kucing tampak dibawa ke sebuah ruangan. Tubuh hewan lucu abu-abu itu terlihat begitu lemas. Di atas ranjang pasien, kucing ditenangkan seorang dokter hewan dengan mengelus tubuhnya. Rupanya dia hendak diobati.

Seorang dokter tampak menghidupkan mesin veterinary laser puncture. Kucing tersebut akan diobati dengan pengobatan akupuntur laser. Sejumlah titik sarafnya mulai dilaser secara perlahan. Sesekali kucing itu tampan terkejut.

"Paling banyak yang kami tangani kejadian lasa otot atau tulangnya yang bermasalah. Tapi sebelum diakupuntur, biasanya kami meminta hasil X-ray terlebih dahulu," ujar drh Endang Ariyanti Wahyuni.

X-ray diperlukan untuk memastikan tidak ada tulang yang patah atau cedera yang mengharuskan tindakan operasi. Jika dirasa aman, maka akupuntur pun bisa dilakukan. Jika ada tulang yang patah, maka harus dioperasi dahulu.

"Nah biasanya, setelah post operasi baru bisa dirujuk untuk akupuntur memperbaiki sistem sarafnya. Akupuntur tak hanya laser, tapi juga dengan jarum khusus hewan," imbuhnya.

Pemilik Grand Vet Care Damarsi Buduran itu mengaku banyak menangani hewan yang mengalami traumatika. Penyebabnya juga beragam. Mulai terjepit kandang, terjatuh dari lantai dua, tertabrak hingga lumpuh secara tiba-tiba.

Proses akupuntur pun tak bisa langsung dilakukan. Hewan yang akan diakupuntur akan diperiksa terlebih dahulu. Pemiliknya juga akan diwawancarai untuk meminta penjelasan terkait keluhan hewan peliharaannya.

"Kebanyakan itu sudah lama. Kalau masih bagus biasanya dua tiga kali akupuntur sudah kembali normal. Karena tidak banyak yang tahu kalau ada rehabilitasi medik untuk hewan," jelasnya. (*/vga)

 

Advertisement
Advertisement

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer