Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Batik Bermotif Cagar Budaya, Melestarikan Sejarah dalam Selembar Batik 

V
Penulis: Vega Dwi Arista❯
SANTAI: Salah satu anak menunggang kuda di Jalan Gading Fajar. (HENDRIK MUCHLISON/RADAR SIDOARJO)
SANTAI: Salah satu anak menunggang kuda di Jalan Gading Fajar. (HENDRIK MUCHLISON/RADAR SIDOARJO)
Mencanting Kain Berukuran Dua Meter

Siapa bilang batik tulis hanya bermotif bunga, tumbuhan dan hewan. Di tangan Agus Mulyono, motif batik lebih beragam lagi. Salah satunya dengan motif cagar budaya.

LUKMAN AL FARISI/Wartawan Radar Sidoarjo

Sore itu, Agus Mulyono tampak sibuk di Galeri Batik Terung Wetan, Kecamatan Krian. Di hadapannya, tampak selembar kain putih membentang. Tangannya pun terlihat memegang canting sembari meniupnya pelan.

Tak lama, tangannya mulai mencanting kain berukuran dua meter itu. Tangganya juga begitu lihai mengikuti setiap alur sketsa yang sudah dilukisnya sebelumnya. Rupanya hasilnya pun cukup menarik perhatian beberapa rekannya.

"Ini memang beda. Karena motifnya adalah cagar budaya. Jarang sekali ada perajin batik yang memilih membatik dengan motif cagar budaya seperti ini," ujar pria yang juga pegiat sejarah itu.

Motif batik yang dibuat pria yang kerap disapa Mbah Mulo tersebut memang beda. Sebab motifnya adalah Candi Dermo. Hal tersebut bukan tanpa alasan. Sebab Mbah Mulo juga memang aktif sebagai pegiat cagar budaya.

Kepeduliannya terhadap berbagai benda cagar budaya dan sejarahnya tersebut tak perlu diragukan lagi. Menurutnya, batik dengan motif cagar budaya memiliki nilai lebih. Sebab mengandung sejarah masa lampu yang perlu dipahami.

"Selain itu, kami mengkombinasikannya juga dengan motif padi dan kapas. Karena hal ini melambangkan gemah ripah sandang pangan," terangnya.

Motif padi dan kapas tersebut terlihat mengelilingi gapura paduraksa bagian pintu masuk Kadipaten Terung. "Ini sebagai penyanggah ekonomi kerajaan Majapahit, dimana sandang pangan diayomi pagar kekuasaan yang berwibawa," katanya. (*/vga)

Advertisement
Advertisement
Editor : Vega Dwi Arista

Artikel Terkait

Bupati Wajibkan ASN Kenakan Batik Khas Sidoarjo dan Udeng Pacul Gowang

Bupati Wajibkan ASN Kenakan Batik Khas Sidoarjo dan Udeng Pacul Gowang

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo mengambil langkah konkret untuk memperkuat ekonomi kreatif sekaligus melestarikan budaya lokal. Mulai tahun ini, seluruh aparatur sipil negara (ASN) dan pegawai di lingkungan Pemkab

Bupati Subandi Minta ASN Pakai Batik Sidoarjo, Surat Edaran Diterbitkan Mulai Senin

Bupati Subandi Minta ASN Pakai Batik Sidoarjo, Surat Edaran Diterbitkan Mulai Senin

Bupati Sidoarjo Subandi memastikan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab (Pemerintah Kabupaten) Sidoarjo akan diwajibkan mengenakan batik khas Sidoarjo.

Gelar Karya SMKN 1 Jabon Sidoarjo Jadi Ajang Unjuk Kreativitas dan Jiwa Wirausaha Siswa

Gelar Karya SMKN 1 Jabon Sidoarjo Jadi Ajang Unjuk Kreativitas dan Jiwa Wirausaha Siswa

Deretan karya kreatif hasil tangan siswa memenuhi area SMKN 1 Jabon, Kamis (18/6). Mulai dari batik khas Sekar Jabon, busana rancangan siswa, tas berbahan kulit, karya fotografi, desain grafis, hingga teknologi robotik

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer