Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Batik Bermotif Cagar Budaya, Melestarikan Sejarah dalam Selembar Batik
V
Penulis: Vega Dwi Arista❯

Siapa bilang batik tulis hanya bermotif bunga, tumbuhan dan hewan. Di tangan Agus Mulyono, motif batik lebih beragam lagi. Salah satunya dengan motif cagar budaya.
LUKMAN AL FARISI/Wartawan Radar Sidoarjo
Sore itu, Agus Mulyono tampak sibuk di Galeri Batik Terung Wetan, Kecamatan Krian. Di hadapannya, tampak selembar kain putih membentang. Tangannya pun terlihat memegang canting sembari meniupnya pelan.
Tak lama, tangannya mulai mencanting kain berukuran dua meter itu. Tangganya juga begitu lihai mengikuti setiap alur sketsa yang sudah dilukisnya sebelumnya. Rupanya hasilnya pun cukup menarik perhatian beberapa rekannya.
"Ini memang beda. Karena motifnya adalah cagar budaya. Jarang sekali ada perajin batik yang memilih membatik dengan motif cagar budaya seperti ini," ujar pria yang juga pegiat sejarah itu.
Motif batik yang dibuat pria yang kerap disapa Mbah Mulo tersebut memang beda. Sebab motifnya adalah Candi Dermo. Hal tersebut bukan tanpa alasan. Sebab Mbah Mulo juga memang aktif sebagai pegiat cagar budaya.
Kepeduliannya terhadap berbagai benda cagar budaya dan sejarahnya tersebut tak perlu diragukan lagi. Menurutnya, batik dengan motif cagar budaya memiliki nilai lebih. Sebab mengandung sejarah masa lampu yang perlu dipahami.
"Selain itu, kami mengkombinasikannya juga dengan motif padi dan kapas. Karena hal ini melambangkan gemah ripah sandang pangan," terangnya.
Motif padi dan kapas tersebut terlihat mengelilingi gapura paduraksa bagian pintu masuk Kadipaten Terung. "Ini sebagai penyanggah ekonomi kerajaan Majapahit, dimana sandang pangan diayomi pagar kekuasaan yang berwibawa," katanya. (*/vga)
Advertisement
Advertisement
Artikel Terkait
Advertisement
Berita Terkini
Advertisement
Advertisement



