Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kolaborasi Tekan Angka Stunting, Sasar Sejumlah Program di Kecamatan Jabon

V
Penulis: Vega Dwi Arista❯
SEHAT : Pelatihan cuci tangan pakai sabun yang benar kepada siswa SDN Kupang III Jabon beberapa waktu lalu. (HENDRIK MUCHLISON/RADAR SIDOARJO)
SEHAT : Pelatihan cuci tangan pakai sabun yang benar kepada siswa SDN Kupang III Jabon beberapa waktu lalu. (HENDRIK MUCHLISON/RADAR SIDOARJO)
Pencegahan Angka Stunting 

Stunting masih jadi salah satu permasalahan kesehatan serius di Sidoarjo. Penanganannya juga membutuhkan kolaborasi antarberbagai pihak. Mulai dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Sidoarjo, hingga komunitas maupun lembaga swasta terkait.

Hendrik Muchlison, Wartawan Radar Sidoarjo

Data Dinas Kesehatan Provinsi Jatim, posisi angka stunting di Sidoarjo adalah 14,8 persen. Angka itu lebih baik dibandingkan Provinsi Jatim yang masih 23,3 persen. Bahkan jika mengacu pendataan yang dilakukan Dinas Kesehatan (Dinkes) Sidoarjo sendiri datanya sudah cukup bagus. “Sudah menginjak angka 7,6 persen,” kata Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Sidoarjo, Sri Andari.

Sejumlah desa di Kecamatan Jabon juga masih menjadi bagian lokus stunting di Sidoarjo. Tahun 2021, ada delapan desa yang jadi lokus. Sedang tahun 2022 ada empat desa.

Kecamatan Jabon jadi wilayah yang cukup unik. Karena salah satu penyebab stunting di wilayah tersebut bukan hanya persoalan gizi. Tetapi karena kondisi air tanah yang banyak mengandung unsur logam.

Dinkes Sidoarjo sebagai OPD utama terkait persoalan stunting juga terus berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk menekan angka stunting di Jabon. Salah satunya dengan Yayasan Plato.

Mereka turut terjun ke wilayah terpencil di Kecamatan Jabon yakni Desa Kupang untuk mengajarkan hidup bersih. Yakni dengan mengajari cara cuci tangan pakai sabun yang benar kepada siswa-siswi di SDN Kupang III.

“Hidup bersih juga menunjang kesehatan,” terang Yuniar Sulistyo, Program Koordinator RCCE dari Yayasan Plato.

Beberapa program Dinkes juga menyasar sejumlah wilayah di Jabon. Misalnya pemberian bantuan permakanan untuk ibu hamil, pemeriksaan kesehatan gratis, hingga penambahan multivitamin kepada warga.

Tidak hanya dari Dinkes, sejumlah OPD lain di lingkungan Pemkab Sidoarjo juga turut mendukung program penurunan stunting. Khususnya di wilayah Jabon.

Seperti yang dilakukan Perumda Delta Tirta. Kini Perumda Delta Tirta juga tengah membangun jaringan perpipaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) ke wilayah di Kecamatan Jabon. Nilai anggarannya mencapai Rp 5,2 miliar. “Itu dari Dana Alokasi Khusus,” terang Direktur Pelayanan Perumda Delta Tirta Sidoarjo Fatihul Faizun. (*/vga)

Advertisement
Advertisement
Editor : Vega Dwi Arista

Artikel Terkait

Warga Kalialo Kupang Jabon Mengadu ke PKB Sidoarjo, Ini Curhatannya

Warga Kalialo Kupang Jabon Mengadu ke PKB Sidoarjo, Ini Curhatannya

Puluhan tahun menempati rumah tanpa kepastian status tanah kepemilikan membuat warga Dusun Kalialo, Desa Kupang, Kecamatan Jabon, Sidoarjo, resah. 

Satpol PP Sidoarjo Sita Belasan Miras di Angkringan Tol HK Jabon, Tiga Kafe Karaoke Disegel

Satpol PP Sidoarjo Sita Belasan Miras di Angkringan Tol HK Jabon, Tiga Kafe Karaoke Disegel

Operasi penyakit masyarakat (pekat) yang digelar Satpol PP Kabupaten Sidoarjo bersama TNI-Polri, Sabtu (24/10) malam, menyasar sejumlah titik rawan gangguan ketertiban umum.

Mayat Pria Ditemukan di Parit Jabon Sidoarjo, Masih Memegang Motor

Mayat Pria Ditemukan di Parit Jabon Sidoarjo, Masih Memegang Motor

Warga Dusun Penjarakan, Desa Kedungcangkring, Kecamatan Jabon, Sidoarjo, digegerkan dengan penemuan jenazah seorang pria di dalam parit, Sabtu (10/10). Saat ditemukan, korban berada bersama sepeda motornya

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer