Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Nur Sjamsuarini Pudji, Pegiat Literasi Sidoarjo yang Terbitkan Puluhan Karya
V
Penulis: Vega Dwi Arista❯

Menjadi penulis memang butuh ketekunan. Jika sudah bisa melewati itu, berkarya pun akan mudah dilakukan. Seperti dialami Nur Sjamsuarini Pudji Astutik, seorang pegiat literasi Sidoarjo.
LUKMAN AL FARISI/Wartawan Radar Sidoarjo
"Reportase, yuk!". Judul buku tersebut menjadi buku terbaru karya wanita 51 tahun itu. Buku tersebut merupakan satu dari 185 karya yang diluncurkan di Balai Besar Guru Penggerak Daerah Istimewa Yogyakarta.
"Alhamdulillah, buku saya termasuk buku yang ikut dilaunching 185 buku karya 17 penulis dari beberapa daerah di Indonesia," ujar wanita yang juga guru di MTsN 4 Sidoarjo itu.
Menurutnya, karyanya tersebut dilaunching pada momen Kopdar Rumah Virus Literasi (RVL). Dimana buku yang diluncurkan pada kegiatan tersebut merupakan buku-buku yang diterbitkan pada kisaran 2021 yang lalu hingga 2022.
Pada kisaran tahun itu, Nur telah menerbitkan sedikitnya tiga buku karya mandiri (solo) dan 21 buku karya Antologi. Peluncuran buku tersebut menjadi momen yang sangat spesial baginya. Sebab bisa berkumpul dengan para penulis hebat.
"Selain buku Reportase, yuk! Ada juga buku saya lainnya yang juga diluncurkan. Seperti fragmen praktik literasi dan merefleksikan indonesia 2021," imbuh wanita kelahiran 1970 itu.
Bahkan bulan depan, Nur kembali akan meluncurkan buku terbarunya berjudul jejak literasi madrasah. Buku tersebut akan diluncurkan tepat saat usianya menginjak 52 pada November nanti. Baginya, walau usia kian menua, tapi berkarya tak boleh berhenti begitu saja.
"Apalagi di Yogyakarta kemarin berkumpul dengan penulis-penulis hebat. Jadi saya berharap mampu menambah semangat untuk terus dan terus berkarya," terangnya. (*/vga)
Advertisement
Advertisement
Artikel Terkait
Advertisement
Berita Terkini
Advertisement
Advertisement



