Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Tekan Biaya Listrik dengan Pembangkit Listrik Tenaga Surya di Tarik
V
Penulis: Vega Dwi Arista❯

Pemerintah Desa (Pemdes) Gempol Klutuk, Kecamatan Tarik mampu menekan biaya listrik untuk operasional kantor desa. Caranya dengan memanfaatkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).
Hendrik Muchlison, Wartawan Radar Sidoarjo
Pemdes Gempol Klutuk baru-baru ini memang telah memasang PLTS untuk membantu pasokan kebutuhan listrik. Lumayan, dengan charger sinar matahari selama 1-2 jam dapat memenuhi kebutuhan listrik selama 8 jam non stop.
Listrik dari panel surya itu oleh pemdes digunakan untuk menyalakan sejumlah alat elektronik di kantor Desa. Mulai dari lampu, komputer, absensi pegawai, hingga mesin pompa tandon air desa.
“Bisa mengcover 60 persen biaya listrik, biasanya sebelum ada PLTS biaya listrik tiap bulan di kisaran Rp 2 juta,” ungkap Kades Gempol Klutuk, Sugiono.
Sugiono menambahkan, pembangunan PLTS di kantor desa itu juga berkat kerja sama dengan salah satu perguruan tinggi swasta di Surabaya. “Ini sangat membantu kebutuhan listrik,” terangnya.
Selain untuk operasional kantor desa, panel surya juga dimanfaatkan untuk menerangi punden desa dan beberapa pompa air di sawah. “Kalau untuk penerang jalan umum di desa masih diupayakan,” imbuh Sugiono.
Sementara itu, Rohhat Irawan, salah satu teknisi PLTS menambahkan, pemanfaatan energi surya untuk tenaga listrik itu tentu memiliki banyak manfaat. Pertama tentu menekan pengeluaran desa, dan yang jelas ketersediaan listrik selalu ada selama ada matahari.
“Termasuk membantu kurangi polusi. Uang desa daripada buat bayar listrik bisa untuk warga atau bantu kembangkan UMKM,” terangnya.
Rohhat menambahkan, PLTS juga tidak membutuhkan perawatan ekstra. Biasanya hanya perlu pengecekan kabel dan baterai sebulan sekali. Kemudian menyiram permukaan panel surya secara berkala jika tidak ada hujan.
Biaya pemasangan PLTS juga terjangkau. Untuk daya 900 watt kurang lebih butuh Rp 15-18 juta. “Itu bisa bertahan 15 tahun,” imbuhnya. (*/vga)
Advertisement
Advertisement
Artikel Terkait
Advertisement
Berita Terkini
Advertisement
Advertisement



