Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sampah Diolah, Tidak Sampai Kirim ke TPA Jabon

V
Penulis: Vega Dwi Arista❯
KREATIF: Koordinator lapangan TPS3R Trosobo Bersemi, Mayudi Yantono menunjukkan pengembangbiakan maggot. (HENDRIK MUCHLISON/RADAR SIDOARJO)
KREATIF: Koordinator lapangan TPS3R Trosobo Bersemi, Mayudi Yantono menunjukkan pengembangbiakan maggot. (HENDRIK MUCHLISON/RADAR SIDOARJO)
Inovasi TPS3R Trosobo Bersemi (1)

Inovasi Tempat Pengelolaan Sampah Reuse, Reduce, dan Recycle (TPS3R) Trosobo Bersemi patut ditiru. TPS3R milik Desa Trosobo, Kecamatan Krian itu mampu mengolah sampah dengan baik. Bahkan tidak sampai mengirim sampah ke TPA Jabon.

Hendrik Muchlison, Wartawan Radar Sidoarjo

Koordinator lapangan TPS3R Trosobo Bersemi, Mayudi Yantono mengungkapkan, TPS3R itu selesai dibangun pada Desember 2021 lalu. Kemudian dioperasionalkan secara total pada Januari 2022.

TPS3R yang berada tidak jauh dari Makam Islam Trosobo itu menampung sampah-sampah dari warga desa setempat. Total ada sekitar 1.600 rumah tangga yang sampahnya ditampung di TPS3R tersebut. “Memang untuk warga Desa Trosobo, paling ada beberapa perusahaan tapi khusus sampah domestik,” tuturnya.

Pria yang akrab dipanggil Yudi itu merincikan, biasanya setiap hari ada sekitar 18 gerobak roda tiga yang masuk ke TPS3R yang dikelolanya. Sampah-sampah itu kemudian dipilah berdasarkan jenisnya. Ada sampah organik, anorganik dan residu.

Masing-masing jenis sampah juga memiliki penanganan yang berbeda. Untuk sampah organik diolah dengan cara dijadikan pakan maggot lalat Black Solder Fly (BSF). “Langsung dituang ke kotak penyimpanan yang ada maggotnya, nanti juga habis sendiri,” katanya.

Komposisi sampah organik memang cukup mendominasi di TPS3R Trosobo. Persentasenya sekitar 60 persen. Sisanya baru anorganik dan residu. Sampah organik yang dijadikan pakan maggot juga memberikan keuntungan sendiri. Karena maggot biasa dimanfaatkan menjadi barang bernilai jual. Seperti untuk pakan ternak, ataupun pupuk organik.

Sementara untuk sampah residu dikelola dengan cara dibakar menggunakan mesin khusus. Sehingga asap sisa pembakaran tidak sampai memberikan dampak pencemaran lingkungan. Sedangkan sampah anorganik seperti plastik dan botol plastik dipilah dan kemudian dijual ke pemulung.

“Jadi sore hari gitu sampah sudah bersih. Tidak sampai kirim ke TPA Jabon,” tutur pria 42 tahun itu. (*/vga/bersambung)

Advertisement
Advertisement
Editor : Vega Dwi Arista

Artikel Terkait

Pohon Tumbang Timpa Truk Trailer, Jalan Raya Trosobo Taman Sidoarjo Sempat Lumpuh

Pohon Tumbang Timpa Truk Trailer, Jalan Raya Trosobo Taman Sidoarjo Sempat Lumpuh

Pohon tumbang menimpa bagian depan truk trailer di Jalan Raya Trosobo, Kecamatan Taman, Sidoarjo, Kamis (3/9) sekitar pukul 11.00. Peristiwa tersebut sempat membuat arus lalu lintas dari arah Trosobo menuju Krian

Hari Pertama Sekolah, SDN Trosobo Sidoarjo Lepaskan Ratusan Burung sebagai Simbol Harapan

Hari Pertama Sekolah, SDN Trosobo Sidoarjo Lepaskan Ratusan Burung sebagai Simbol Harapan

Suasana berbeda mewarnai hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SDN Trosobo 1 dan SDN Trosobo 2, Kecamatan Taman, Sidoarjo, Senin (13/7). Jika sekolah lain identik dengan pelepasan balon, kedua sekolah

Asap Hitam TPS3R Wadungasri Waru Sidoarjo Viral, Kades Ungkap Penyebab

Asap Hitam TPS3R Wadungasri Waru Sidoarjo Viral, Kades Ungkap Penyebab

Asap hitam pekat yang mengepul dari cerobong insinerator TPS3R (Tempat Pengelolaan Sampah Reuse, Reduce, Recycle) Desa Wadungasri, Kecamatan Waru, Sidoarjo, setiap pagi, viral di media sosial.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer