Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Menjadi relawan bencana memang tak mudah. Selain harus cekatan dan tanggap, mereka harus memiliki kemampuan tertentu. Salah satunya climber rescue.
LUKMAN AL FARISI, Wartawan Radar Sidoarjo
Sejumlah relawan tampak bersiap di depan wall climbing. Mereka terlihat sedang belajar menggunakan helm hingga tali pengaman. Tak hanya itu, beberapa pengaman lainnya juga tak lupa mereka bawa. Tak lama, mereka pun bersiap memanjat dinding.
Hal tersebut terlihat dalam kegiatan pelatihan climber rescue bagi para relawan bencana, di gedung BPBD Jatim, Jalan Letjen S Praman, Kecamatan Waru. Praktik memanjat wall climbing itu dilakukan usai para peserta diberi teori.
"Sejumlah ketrampilan yang harus dimiliki relawan dalam climber rescue. Yaitu memiliki semangat yang tinggi dan tak takut ketinggian," ujar instruktur Vertical Rescue Accessina dan instruktur Arai Indonesia, Muhammad Asruri Syam.
Menurutnya, para relawan harus mampu memanjat dan turun. Tak hanya itu, mereka juga wajib mengetahui alat yang digunakan dalam memanjat. Sehingga dalam praktiknya, para peserta harus mampu memilih alat yang sesuai.
Tak hanya itu, para relawan juga bisa melakukan pemeriksaan alat, menggunakan berbagai macam jenis alat untuk naik dan turun hingga bisa membuat simpul dan jerat. Terkahir relawan juga wajib mengetahui fungsi dari masing-masing alat tersebut.
"Ada tiga materi utama yang kami berikan, mulai ascending methods, descending and rappelling methods, dan changeovers and self rescue methods," imbuhnya.
Sementara vertical recue merupakan materi tambahan. Keterampilan memanjat sangat penting. Hal itu dapat berfungsi saat melakukan penyelematan. Terutama dalam penyelamatan pendaki. Pelatihan Personal Skills and Climber Rescue tersebut merupakan bagian dari Arisan Ilmu Nol Rupiah edisi ke-40
"Jadi ini menjadi sebuah bukti keguyupan dan kedisiplinan relawan dan bisa bermitra dengan BPBD Jatim. Sebagai pengurus kita memang harus melayani dan mengabdi," ujar Koordinator SRPB Jatim Dian Harmuningsih. (*/vga)
Advertisement
Advertisement
Artikel Terkait
Advertisement
Berita Terkini
Advertisement
Advertisement



