alexametrics
25 C
Sidoarjo
Saturday, 28 May 2022

Banyak Dikunjungi Tokoh Supranatural Wanita

Menengok Makam Mbah Ratu Ayu, Sosok Wanita Sakti Pembabat Desa Wage

Selain sebagai kota udang dan bandeng, Sidoarjo juga dikenal dengan sejarahnya yang cukup banyak. Bahkan setiap desa menyimpan sejarah masa lalu yang cukup unik. Salah satunya legenda Mbah Ratu Ayu di Desa Wage, Waru.

LUKMAN AL FARISI
Wartawan Radar Sidoarjo

Siapa sangka, di tengah perkampungan di Desa Wage, ada seorang tokoh yang dikenal sakti mandraguna. Warga sekitar menyebut tokoh itu sebagai Mbah Ratu Ayu. Sosok wanita itu dikenal sebagai tokoh pembabat alas Desa Wage alias sesepuh desa. “Warga meyakini ini makam, tapi banyak juga yang meyakini kalau ini hanya petilasan saja. Tapi, sayangnya tidak ada ahli waris,” kata Juru Kunci Makam, Muhammad Seken, kemarin (21/9).

Seken menceritakan, konon ada maling yang berniat mencuri ke Desa Wage. Saat itu sang maling diminta untuk mengurungkan niatnya lantaran masih dalam pasaran wage, sebuah sebutan penanggalan Jawa. Namun maling itu nekat mencuri, dan akhirnya tertangkap warga.

Meski begitu, Seken tak dapat memastikan cerita itu, sebab masih ada cerita yang lain. Konon saat babat alas dulu, Mbah Ratu Ayu membakar alas. Saat itu debu hasil lahapan api yang jatuh ke tanah itu menjadi tanda luas wilayah kekuasaan Mbah Ratu Ayu. “Makanya Desa Wage ini termasuk desa yang paling luas di Sidoarjo, dan diyakini warga memang tokoh pembabat alas,” jelas Seken.

Setiap hari, selalu ada saja tokoh supranatural yang datang berziarah di makam keramat di Jalan Punden itu. Bahkan rata-rata dikunjungi oleh tokoh supranatural wanita. Mereka datang dari beberapa daerah, seperti Malang, Pasuruan, Banyuwangi, Probolinggo hingga Pasuruan. “Dulu ada yang mencoba mencuri batu nisan makam Mbah Ratu Ayu, tapi sekeluarga sakit dan akhirnya dikembalikan lagi,” jelasnya. (*/opi)

Menengok Makam Mbah Ratu Ayu, Sosok Wanita Sakti Pembabat Desa Wage

Selain sebagai kota udang dan bandeng, Sidoarjo juga dikenal dengan sejarahnya yang cukup banyak. Bahkan setiap desa menyimpan sejarah masa lalu yang cukup unik. Salah satunya legenda Mbah Ratu Ayu di Desa Wage, Waru.

LUKMAN AL FARISI
Wartawan Radar Sidoarjo

Siapa sangka, di tengah perkampungan di Desa Wage, ada seorang tokoh yang dikenal sakti mandraguna. Warga sekitar menyebut tokoh itu sebagai Mbah Ratu Ayu. Sosok wanita itu dikenal sebagai tokoh pembabat alas Desa Wage alias sesepuh desa. “Warga meyakini ini makam, tapi banyak juga yang meyakini kalau ini hanya petilasan saja. Tapi, sayangnya tidak ada ahli waris,” kata Juru Kunci Makam, Muhammad Seken, kemarin (21/9).

Seken menceritakan, konon ada maling yang berniat mencuri ke Desa Wage. Saat itu sang maling diminta untuk mengurungkan niatnya lantaran masih dalam pasaran wage, sebuah sebutan penanggalan Jawa. Namun maling itu nekat mencuri, dan akhirnya tertangkap warga.

Meski begitu, Seken tak dapat memastikan cerita itu, sebab masih ada cerita yang lain. Konon saat babat alas dulu, Mbah Ratu Ayu membakar alas. Saat itu debu hasil lahapan api yang jatuh ke tanah itu menjadi tanda luas wilayah kekuasaan Mbah Ratu Ayu. “Makanya Desa Wage ini termasuk desa yang paling luas di Sidoarjo, dan diyakini warga memang tokoh pembabat alas,” jelas Seken.

Setiap hari, selalu ada saja tokoh supranatural yang datang berziarah di makam keramat di Jalan Punden itu. Bahkan rata-rata dikunjungi oleh tokoh supranatural wanita. Mereka datang dari beberapa daerah, seperti Malang, Pasuruan, Banyuwangi, Probolinggo hingga Pasuruan. “Dulu ada yang mencoba mencuri batu nisan makam Mbah Ratu Ayu, tapi sekeluarga sakit dan akhirnya dikembalikan lagi,” jelasnya. (*/opi)

Most Read

Berita Terbaru


/