alexametrics
25 C
Sidoarjo
Friday, 30 July 2021

Monumen Perjuangan Prambon

Bukti Kekuatan Garis Pertahanan di Selatan

Monumen Prambon di pertigaan Jalan Raya Temu, Desa Wonoplintahan, Kecamatan Prambon didirikan pada 1991. Bangunan itu sebagai penghargaan atas jasa dan jerih payah pengorbanan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) dan pejuang kemerdekaan saat itu.

Rizky Putri Pratimi, Wartawan Radar Sidoarjo

Ahmad Zaki Yamani pegiat sejarah Angkringan Pendopo Simoangin-angin mengatakan, monumen Prambon menandai jika dulu, di sepanjang jalan Krian-Watutulis Prambon hingga perbatasan Mojosari, Mojokerto menjadi kawasan yang dipertahankan oleh gabungan pasukan TKR.

Tidak hanya TKR, tetapi laskar perjuangan juga menghadang gerak laju pasukan sekutu dari Divisi Inggris India ke 5 yang dikenal dengan sebutan “Ball Of Fire”. Pasukan sekutu mengandalkan Batalyon 1 Madras didukung kekuatan lapis baja serta bantuan tembakan udara dari P-47 Thunderbolt berupaya menerobos pertahanan dengan tujuan Kota Mojokerto lewat Mojosari.

Saat itu Mojokerto dijadikan daerah pertahanan Kolonel Sungkono sebagai pimpinan pertahanan Kota Surabaya.

“Tentara Inggris membombardir dengan cara menembakkan meriam disertai bantuan tembakan udara yang mana lori-lori sepanjang jalan di Prambon ditembaki,” ungkapnya.

Pegiat sejarah di komunitas Roodebrug Soerabaia dan Begandring Soerabaia itu mengisahkan, serangan Inggris pada 24 Desember 1945 itu mengakibatkan gugurnya empat anggota TKR. Yaitu Kapten TKR Hermanto, Lettu TKR Soemardanoe, Letda TKR Moch Said Ibnoe dan Pratu TKR Ichwan.

“Untuk mengenang heroiknya pertempuran pertahanan Prambon 1945, pada 23 Nopember 1991 diresmikanlah Monumen Perjuangan Prambon oleh Bupati Sidoarjo Edhi Sanyoto,” katanya.

Bukti sejarah pertempuran di Prambon tersebut didapatkan dari ringkasan laporan intelijen mingguan Divisi India ke 5 “Ball Of Fire” tertanggal 31 Desember 1945. Periode 16 hingga 22 Desember 1945 yang dikeluarkan di Batavia (Jakarta).

Laporan ini direkam oleh NEFIS, Intelijen Militer Belanda, pada 28 Desember 1945 pukul 16.30. Di paragraf terakhir laporan tersebut dijelaskan tentang keadaan Surabaya di bagian selatan terutama wilayah Krian ke Prambon pada 22 Desember 1945.

Hal ini sangat berhubungan erat dengan pertempuran garis pertahanan Prambon yang diabadikan dalam Monumen Perjuangan Prambon. (*/vga)

 

Bukti Kekuatan Garis Pertahanan di Selatan

Monumen Prambon di pertigaan Jalan Raya Temu, Desa Wonoplintahan, Kecamatan Prambon didirikan pada 1991. Bangunan itu sebagai penghargaan atas jasa dan jerih payah pengorbanan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) dan pejuang kemerdekaan saat itu.

Rizky Putri Pratimi, Wartawan Radar Sidoarjo

Ahmad Zaki Yamani pegiat sejarah Angkringan Pendopo Simoangin-angin mengatakan, monumen Prambon menandai jika dulu, di sepanjang jalan Krian-Watutulis Prambon hingga perbatasan Mojosari, Mojokerto menjadi kawasan yang dipertahankan oleh gabungan pasukan TKR.

Tidak hanya TKR, tetapi laskar perjuangan juga menghadang gerak laju pasukan sekutu dari Divisi Inggris India ke 5 yang dikenal dengan sebutan “Ball Of Fire”. Pasukan sekutu mengandalkan Batalyon 1 Madras didukung kekuatan lapis baja serta bantuan tembakan udara dari P-47 Thunderbolt berupaya menerobos pertahanan dengan tujuan Kota Mojokerto lewat Mojosari.

Saat itu Mojokerto dijadikan daerah pertahanan Kolonel Sungkono sebagai pimpinan pertahanan Kota Surabaya.

“Tentara Inggris membombardir dengan cara menembakkan meriam disertai bantuan tembakan udara yang mana lori-lori sepanjang jalan di Prambon ditembaki,” ungkapnya.

Pegiat sejarah di komunitas Roodebrug Soerabaia dan Begandring Soerabaia itu mengisahkan, serangan Inggris pada 24 Desember 1945 itu mengakibatkan gugurnya empat anggota TKR. Yaitu Kapten TKR Hermanto, Lettu TKR Soemardanoe, Letda TKR Moch Said Ibnoe dan Pratu TKR Ichwan.

“Untuk mengenang heroiknya pertempuran pertahanan Prambon 1945, pada 23 Nopember 1991 diresmikanlah Monumen Perjuangan Prambon oleh Bupati Sidoarjo Edhi Sanyoto,” katanya.

Bukti sejarah pertempuran di Prambon tersebut didapatkan dari ringkasan laporan intelijen mingguan Divisi India ke 5 “Ball Of Fire” tertanggal 31 Desember 1945. Periode 16 hingga 22 Desember 1945 yang dikeluarkan di Batavia (Jakarta).

Laporan ini direkam oleh NEFIS, Intelijen Militer Belanda, pada 28 Desember 1945 pukul 16.30. Di paragraf terakhir laporan tersebut dijelaskan tentang keadaan Surabaya di bagian selatan terutama wilayah Krian ke Prambon pada 22 Desember 1945.

Hal ini sangat berhubungan erat dengan pertempuran garis pertahanan Prambon yang diabadikan dalam Monumen Perjuangan Prambon. (*/vga)

 


Berita HITS

Berita Terbaru

Trending Tags