alexametrics
29 C
Sidoarjo
Friday, 20 May 2022

97 Persen Fakir Miskin di Sidoarjo Harus Dapat Jaminan Sosial

Bantuan Tidak Hanya Uang, Tapi Juga Pengembangan Ekonomi

Tahun lalu jumlah penduduk miskin di Sidoarjo mencapai 137 ribu orang. Tahun ini diupayakan jumlahnya berkurang. Sejumlah upaya dilakukan Pemkab Sidoarjo untuk mengentaskan kemiskinan. Salah satunya dengan memberikan perlindungan dan jaminan sosial.

Annisa Firdausi, Wartawan Radar Sidoarjo

Dalam Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2021-2026, pemkab memasang target untuk persentase fakir miskin yang mendapatkan perlindungan dan jaminan sosial. Pada 2020 hanya tercover 70 persen. Namun, pada 2021 meningkat menjadi 94 persen. Tahun ini ditargetkan naik menjadi 97 persen.

Anggota Komisi D DPRD Sidoarjo Bangun Winarso mengatakan, pemberian perlindungan dan jaminan sosial bentuknya beragam. Ada uang tunai yang dibagikan dalam program bantuan sosial (bansos). Jumlahnya sebesar Rp 12,8 miliar.

Namun menurut dia, bantuan berupa uang saja tidak cukup untuk bisa mengentas kemiskinan. Beragam program seperti pemberdayaan, pelatihan keterampilan, dan lainnya juga penting. “Sehingga bisa mereka mengangkat perekonomian mereka sendiri,” katanya.

Untuk membantu masyarakat, pemkab juga memiliki program fasilitasi bantuan pengembangan ekonomi masyarakat. Tahun ini anggarannya sekitar Rp 420 juta.

Bangun mendorong agar pengembangannya bisa diarahkan ke pengembangan ekonomi kreatif. Menurutnya, bantuan pengembangan ekonomi kreatif sangat perlu diberikan pemerintah agar produk-produk yang dihasilkan dari industri kreatif di Sidoarjo mampu bersaing dengan produk dari luar.

“Potensi ekonomi kreatif yang dapat dikembangkan cukup menjanjikan,” ucapnya.

Selain itu, jika perhatian diberikan terhadap pengembangan ekonomi kreatif juga, tentu akan berdampak positif pada peningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat serta peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). (*/vga)

Bantuan Tidak Hanya Uang, Tapi Juga Pengembangan Ekonomi

Tahun lalu jumlah penduduk miskin di Sidoarjo mencapai 137 ribu orang. Tahun ini diupayakan jumlahnya berkurang. Sejumlah upaya dilakukan Pemkab Sidoarjo untuk mengentaskan kemiskinan. Salah satunya dengan memberikan perlindungan dan jaminan sosial.

Annisa Firdausi, Wartawan Radar Sidoarjo

Dalam Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2021-2026, pemkab memasang target untuk persentase fakir miskin yang mendapatkan perlindungan dan jaminan sosial. Pada 2020 hanya tercover 70 persen. Namun, pada 2021 meningkat menjadi 94 persen. Tahun ini ditargetkan naik menjadi 97 persen.

Anggota Komisi D DPRD Sidoarjo Bangun Winarso mengatakan, pemberian perlindungan dan jaminan sosial bentuknya beragam. Ada uang tunai yang dibagikan dalam program bantuan sosial (bansos). Jumlahnya sebesar Rp 12,8 miliar.

Namun menurut dia, bantuan berupa uang saja tidak cukup untuk bisa mengentas kemiskinan. Beragam program seperti pemberdayaan, pelatihan keterampilan, dan lainnya juga penting. “Sehingga bisa mereka mengangkat perekonomian mereka sendiri,” katanya.

Untuk membantu masyarakat, pemkab juga memiliki program fasilitasi bantuan pengembangan ekonomi masyarakat. Tahun ini anggarannya sekitar Rp 420 juta.

Bangun mendorong agar pengembangannya bisa diarahkan ke pengembangan ekonomi kreatif. Menurutnya, bantuan pengembangan ekonomi kreatif sangat perlu diberikan pemerintah agar produk-produk yang dihasilkan dari industri kreatif di Sidoarjo mampu bersaing dengan produk dari luar.

“Potensi ekonomi kreatif yang dapat dikembangkan cukup menjanjikan,” ucapnya.

Selain itu, jika perhatian diberikan terhadap pengembangan ekonomi kreatif juga, tentu akan berdampak positif pada peningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat serta peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). (*/vga)

Most Read

Berita Terbaru


/