alexametrics
24 C
Sidoarjo
Wednesday, 17 August 2022

Uji Kompetensi Sertifikasi Usaha Pariwisata untuk Uji Kualitas Makanan

Pastikan Kualitas Makanan yang Disajikan Baik

Pertumbuhan pariwisata di Sidoarjo semakin meningkat. Terutama di sektor restoran dan hotel. Kini masyarakat mulai banyak yang menikmati makanan di luar rumah sebagai kegiatan rekreasi. Untuk memastikan kualitas makanan terjaga, Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar)  memberikan pelatihan dan uji kompetensi sertifikasi usaha pariwisata.

Annisa Firdausi, Wartawan Radar Sidoarjo

Ada 30 chef hotel dan restoran yang mengikuti uji kompetensi tersebut. Mereka diminta menyajikan sejumlah menu makanan. Mulai dari soto ayam, sop merah, ayam rica-rica, ayam balado, rawon, dan ayam bumbu bali.

Hasil masakan mereka dinilai oleh penguji yang mumpuni di bidangnya. Yakni Dadang Dwiantoro dari Surabaya Hotel School serta dua Asesor dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Smart Hospiality Solution.

Kepala Disporapar Sidoarjo Djoko Supriyadi mengatakan, peran chef dalam menjaga kualitas makanan sangat penting. Kesan pertama yang diberikan akan mempengaruhi penjualan selanjutnya. ”Ketika tamu merasakan masakan untuk pertama kalinya dan merasa puas, pasti selanjutnya akan datang lagi,” katanya.

Untuk itu, dia berharap dalam sesi pelatihan yang juga diberikan, para chef bisa memanfaatkan dengan sebaik mungkin. Saat ini disebutkan Djoko bahwa ada 90 hotel dan penginapan yang ada di Sidoarjo. Jumlah tersebut belum termasuk restorannya.

Karenanya, semakin banyak chef yang berkualitas, maka makanan yang disajikan sudah pasti terjaga.

”Untuk itu, chef harus bisa menjaga kualitas makanan yang disajikan,” ujarnya.

Kepala Bidang Pariwisata Wahyu Utami juga menceritakan, dalam kegiatan tersebut para chef betul-betul diuji kemampuannya. Mulai dari teori, wawancara hingga praktik memasak. Sehingga mereka harus benar-benar menunjukkan kompetensinya. Apakah sudah layak mendapatkan predikat chef.

Jangan sampai sudah mendapat predikat chef, tetapi ternyata hasil karya belum memenuhi standar kualitas yang sudah ditentukan tim penguji. ”Jika sudah disebut chef harus bisa menunjukkan keahliannya,” pungkasnya. (*/vga)

Pastikan Kualitas Makanan yang Disajikan Baik

Pertumbuhan pariwisata di Sidoarjo semakin meningkat. Terutama di sektor restoran dan hotel. Kini masyarakat mulai banyak yang menikmati makanan di luar rumah sebagai kegiatan rekreasi. Untuk memastikan kualitas makanan terjaga, Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar)  memberikan pelatihan dan uji kompetensi sertifikasi usaha pariwisata.

Annisa Firdausi, Wartawan Radar Sidoarjo

Ada 30 chef hotel dan restoran yang mengikuti uji kompetensi tersebut. Mereka diminta menyajikan sejumlah menu makanan. Mulai dari soto ayam, sop merah, ayam rica-rica, ayam balado, rawon, dan ayam bumbu bali.

Hasil masakan mereka dinilai oleh penguji yang mumpuni di bidangnya. Yakni Dadang Dwiantoro dari Surabaya Hotel School serta dua Asesor dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Smart Hospiality Solution.

Kepala Disporapar Sidoarjo Djoko Supriyadi mengatakan, peran chef dalam menjaga kualitas makanan sangat penting. Kesan pertama yang diberikan akan mempengaruhi penjualan selanjutnya. ”Ketika tamu merasakan masakan untuk pertama kalinya dan merasa puas, pasti selanjutnya akan datang lagi,” katanya.

Untuk itu, dia berharap dalam sesi pelatihan yang juga diberikan, para chef bisa memanfaatkan dengan sebaik mungkin. Saat ini disebutkan Djoko bahwa ada 90 hotel dan penginapan yang ada di Sidoarjo. Jumlah tersebut belum termasuk restorannya.

Karenanya, semakin banyak chef yang berkualitas, maka makanan yang disajikan sudah pasti terjaga.

”Untuk itu, chef harus bisa menjaga kualitas makanan yang disajikan,” ujarnya.

Kepala Bidang Pariwisata Wahyu Utami juga menceritakan, dalam kegiatan tersebut para chef betul-betul diuji kemampuannya. Mulai dari teori, wawancara hingga praktik memasak. Sehingga mereka harus benar-benar menunjukkan kompetensinya. Apakah sudah layak mendapatkan predikat chef.

Jangan sampai sudah mendapat predikat chef, tetapi ternyata hasil karya belum memenuhi standar kualitas yang sudah ditentukan tim penguji. ”Jika sudah disebut chef harus bisa menunjukkan keahliannya,” pungkasnya. (*/vga)

Most Read

Berita Terbaru


/