alexametrics
31 C
Sidoarjo
Sunday, 26 June 2022

Rasakan Sensasi Tarikan Ikan Monster dan Predator di Kolam Pancing Sidoarjo

Memancing Ikan Ukuran Jumbo

Menikmati libur akhir pekan tampaknya tak perlu jauh-jauh ke luar kota. Di Sidoarjo ada liburan yang bisa menjadi pilihan. Misalnya dengan memancing ikan monster.

LUKMAN AL FARISI, Wartawan Radar Sidoarjo

Puluhan pemancing tampak berkumpul di sebuah kolam pemancingan di kawasan Desa Gebang, Kecamatan Sidoarjo. Rupanya mereka datang dari berbagai daerah, seperti Kota Surabaya hingga Malang.

Mereka rela datang jauh-jauh ke Kota Udang hanya untuk merasakan sensasi memancing ikan monster. Para pemancing sengaja datang untuk merasakan tarikan berbagai ikan yang mulai punah dan jarang ditemukan itu.

Mulai ikan bawal, red tail cat fish, tiger cat fish, black pacu hingga aligator. Ukurannya pun juga cukup beragam. Paling kecil tiga kilogram. Sementara yang paling besar dan yang menjadi incaran ukurannya lebih dari 40 kilogram.

“Yang bikin puas adalah sensasi pas narik ikan monsternya. Karena ternyata di sini ada pemancingan dengan ikan yang super besar. Bukan di laut tapi di kolam pemancingan,” ujar Denzel salah seorang pemancing asal Malang.

Saat memancing, Denzel tampak mendapat ikan berukuran lebih dari 10 kilogram. Saat berusaha menjinakkan ikan hingga berhasil diangkat, para pemancing lainnya terdengar bersorak. Seolah memberi semangat agar ikan dapat diangkat.

Selain Denzel, ada Horison Chandra. Warga Kota Surabaya tersebut berhasil mendapatkan ikan seberat lebih dari 13 kilogram. Alat pancingnya tampak melengkung tajam ke bawah. Beruntung, perlawanan ikan yang cukup berat tersebut berhasil diselesaikan.

“Serunya ketika berhasil melawan ikan yang berukuran besar. Selain cukup berat pancing juga perlu diperhatikan. Kalau salah teknik bisa patah. Jadi ya ini yang memang dicari,” ujar Chandra.

Meski begitu, ikan yang sudah berhasil dipancing tak bisa dibawa pulang. Ikan harus dirilis kembali ke pemancingan. Hal tersebut bukan tanpa alasan. Tujuannya agar pelestarian ikan monster tetap terjaga dan dapat berkembang biak.

“Sebenarnya untuk mengajarkan kepada anak-anak betapa pentingnya melestarikan ikan monster. Apalagi kalau ada yang langka dan sudah tidak ditemukan di belahan mana pun,” ujar Edi Susanto sang pengelola. (*/vga)

 

Memancing Ikan Ukuran Jumbo

Menikmati libur akhir pekan tampaknya tak perlu jauh-jauh ke luar kota. Di Sidoarjo ada liburan yang bisa menjadi pilihan. Misalnya dengan memancing ikan monster.

LUKMAN AL FARISI, Wartawan Radar Sidoarjo

Puluhan pemancing tampak berkumpul di sebuah kolam pemancingan di kawasan Desa Gebang, Kecamatan Sidoarjo. Rupanya mereka datang dari berbagai daerah, seperti Kota Surabaya hingga Malang.

Mereka rela datang jauh-jauh ke Kota Udang hanya untuk merasakan sensasi memancing ikan monster. Para pemancing sengaja datang untuk merasakan tarikan berbagai ikan yang mulai punah dan jarang ditemukan itu.

Mulai ikan bawal, red tail cat fish, tiger cat fish, black pacu hingga aligator. Ukurannya pun juga cukup beragam. Paling kecil tiga kilogram. Sementara yang paling besar dan yang menjadi incaran ukurannya lebih dari 40 kilogram.

“Yang bikin puas adalah sensasi pas narik ikan monsternya. Karena ternyata di sini ada pemancingan dengan ikan yang super besar. Bukan di laut tapi di kolam pemancingan,” ujar Denzel salah seorang pemancing asal Malang.

Saat memancing, Denzel tampak mendapat ikan berukuran lebih dari 10 kilogram. Saat berusaha menjinakkan ikan hingga berhasil diangkat, para pemancing lainnya terdengar bersorak. Seolah memberi semangat agar ikan dapat diangkat.

Selain Denzel, ada Horison Chandra. Warga Kota Surabaya tersebut berhasil mendapatkan ikan seberat lebih dari 13 kilogram. Alat pancingnya tampak melengkung tajam ke bawah. Beruntung, perlawanan ikan yang cukup berat tersebut berhasil diselesaikan.

“Serunya ketika berhasil melawan ikan yang berukuran besar. Selain cukup berat pancing juga perlu diperhatikan. Kalau salah teknik bisa patah. Jadi ya ini yang memang dicari,” ujar Chandra.

Meski begitu, ikan yang sudah berhasil dipancing tak bisa dibawa pulang. Ikan harus dirilis kembali ke pemancingan. Hal tersebut bukan tanpa alasan. Tujuannya agar pelestarian ikan monster tetap terjaga dan dapat berkembang biak.

“Sebenarnya untuk mengajarkan kepada anak-anak betapa pentingnya melestarikan ikan monster. Apalagi kalau ada yang langka dan sudah tidak ditemukan di belahan mana pun,” ujar Edi Susanto sang pengelola. (*/vga)

 

Most Read

Berita Terbaru


/