alexametrics
27 C
Sidoarjo
Friday, 22 October 2021

Terinspirasi Tari Ujung, Senam Sidoarjo Bugar Tetap Utamakan Prokes

SIDOARJO – Menerapkan hidup sehat di tengah pandemi Covid-19 menjadi hal wajib yang harus dilakukan. Banyak cara untuk mencapainya. Salah satunya dengan olahraga senam. Pemkab Sidoarjo terus mendorong masyarakat menerapkan hal itu. Di antaranya melalui program Germas (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat).

Terbaru, Pemkab Sidoarjo melalui Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Diporapar) Kabupaten Sidoarjo menciptakan senam SSB (Senam Sidoarjo Bugar). Hal itu sebagai upaya menggelorakan Germas melalui senam di kala pandemi Covid-19 yang masih berlangsung.

SSB diperkenalkan kepada belasan komunitas senam yang tergabung dalam Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Sidoarjo. Seperti komunitas senam aerobik alternatif, tera, Perwatusi, belly dance serta lien tien kung, bertempat di gedung serba guna GOR Sidoarjo, Minggu, (19/9).

Dikemas dalam Germas gebyar SSB dan senam gembira bersama masyarakat tersebut juga diikuti oleh komunitas lansia, jantung, APPSI, AYS, line dance, PORPI dan asma.

Kabid Olahraga Disporapar M Bashori Alwi mengatakan, senam SSB tercipta dari seni budaya masyarakat Sidoarjo. Seni budaya lokal Sidoarjo yang ada diangkat dan dikembangkan menjadi gerak senam. Persisnya Seni Tari Ujung Desa Tarik yang berada di Kecamatan Tarik.

“Pada dasarnya SSB ini mengambil tema Tari Ujung di Kecamatan Tarik yang sudah lama ada, di sana masih berkembang Tari Ujung dan ini masyarakat banyak yang tidak tahu,” ucapnya.

Bashori mengatakan, Kementerian Pemuda dan Olahraga mengimbau daerah untuk kreatif menciptakan olahraga masyarakat. Hal itu yang juga mendorong semangatnya untuk menciptakan senam SSB kali ini.

Menurutnya, sebanyak 80 persen gerakan senam SSB dari Tari Ujung. Kemudian sedikit dikreasi oleh tim dari Disporapar Sidoarjo. Seperti musiknya yang memang sengaja tidak sepenuhnya diambil dari tari tersebut.

Dia menegaskan, aktivitas olahraga tidak boleh berhenti di masa pandemi Covid-19. Harus terus dilakukan untuk menjaga tubuh tetap sehat. Hanya saja protokol kesehatan (prokes) pencegahan penyebaran Covid-19 wajib ditaati.

“Aktivitas olahraga dilaksanakan secara teroganisir, dilakukan tertata dan terjaga sehingga prokes itu berjalan dan kebugaran itu tetap tercipta, teman-teman komunitas ini terutamanya para instruktur ini sudah divaksin,” pungkasnya. (rpp/vga)

 


SIDOARJO – Menerapkan hidup sehat di tengah pandemi Covid-19 menjadi hal wajib yang harus dilakukan. Banyak cara untuk mencapainya. Salah satunya dengan olahraga senam. Pemkab Sidoarjo terus mendorong masyarakat menerapkan hal itu. Di antaranya melalui program Germas (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat).

Terbaru, Pemkab Sidoarjo melalui Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Diporapar) Kabupaten Sidoarjo menciptakan senam SSB (Senam Sidoarjo Bugar). Hal itu sebagai upaya menggelorakan Germas melalui senam di kala pandemi Covid-19 yang masih berlangsung.

SSB diperkenalkan kepada belasan komunitas senam yang tergabung dalam Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Sidoarjo. Seperti komunitas senam aerobik alternatif, tera, Perwatusi, belly dance serta lien tien kung, bertempat di gedung serba guna GOR Sidoarjo, Minggu, (19/9).

Dikemas dalam Germas gebyar SSB dan senam gembira bersama masyarakat tersebut juga diikuti oleh komunitas lansia, jantung, APPSI, AYS, line dance, PORPI dan asma.

Kabid Olahraga Disporapar M Bashori Alwi mengatakan, senam SSB tercipta dari seni budaya masyarakat Sidoarjo. Seni budaya lokal Sidoarjo yang ada diangkat dan dikembangkan menjadi gerak senam. Persisnya Seni Tari Ujung Desa Tarik yang berada di Kecamatan Tarik.

“Pada dasarnya SSB ini mengambil tema Tari Ujung di Kecamatan Tarik yang sudah lama ada, di sana masih berkembang Tari Ujung dan ini masyarakat banyak yang tidak tahu,” ucapnya.

Bashori mengatakan, Kementerian Pemuda dan Olahraga mengimbau daerah untuk kreatif menciptakan olahraga masyarakat. Hal itu yang juga mendorong semangatnya untuk menciptakan senam SSB kali ini.

Menurutnya, sebanyak 80 persen gerakan senam SSB dari Tari Ujung. Kemudian sedikit dikreasi oleh tim dari Disporapar Sidoarjo. Seperti musiknya yang memang sengaja tidak sepenuhnya diambil dari tari tersebut.

Dia menegaskan, aktivitas olahraga tidak boleh berhenti di masa pandemi Covid-19. Harus terus dilakukan untuk menjaga tubuh tetap sehat. Hanya saja protokol kesehatan (prokes) pencegahan penyebaran Covid-19 wajib ditaati.

“Aktivitas olahraga dilaksanakan secara teroganisir, dilakukan tertata dan terjaga sehingga prokes itu berjalan dan kebugaran itu tetap tercipta, teman-teman komunitas ini terutamanya para instruktur ini sudah divaksin,” pungkasnya. (rpp/vga)

 


Most Read

Berita Terbaru