alexametrics
26 C
Sidoarjo
Tuesday, 17 May 2022

Niat Gali Makam, Malah Temukan Sumur Kuno

Penemuan Situs Sumur Kuno

Peninggalan masa lampau kian hari makin bermunculan. Salah satunya sumur kuno di area makam Kelurahan Desa Kemasan, Kecamatan Krian. Secara swadaya masyarakat pun mulai menggalinya.

LUKMAN AL FARISI/Wartawan Radar Sidoarjo

Niat menggali makam untuk warga yang meninggal dunia justru membuat warga di Kelurahan Kemasan, Krian, terkejut. Betapa tidak, galian tanah yang tak begitu dalam di area pemakaman justru muncul sebuah sumur kuno.

“Saat itu, warga kaget, dan langsung menghubungi saya untuk melihat langsung sumur yang berada di area pemakaman itu,” kata Agus Mulyono, pelestari cagar budaya.

Pria yang kerap disapa Mbah Mulo tersebut menuturkan, para penggali makam itu pun memindahkan galian ke lokasi lain. Beberapa waktu kemudian, warga secara swadaya melakukan penggalian lanjutan di sumur itu.

Sumur kuno itu pun digali hingga ke dalaman 1,5 meter. Saat penggalian, warga berjibaku dengan air yang terus mengalir deras dari dalam sumur. Sesekali air harus dibuang ke luar untuk di kuras, agar tak mengganggu penggalian.

“Tapi ternyata semakin dalam hanya muat satu orang. Karena sumur semakin sempit hanya cukup satu orang,” ujar pendiri Museum Kreweng itu.

Kini, warga terpaska menghentikan proses penggalian itu. Meski begitu, bagian luar dari sumur sudah ditata dengan rapi. Tak hanya itu, warga juga sudah membuat pagar sumur secara sederhana. Sebuah papan bertuliskan sumur kuno juga sudah dipasang.

“Kebetulan warga juga semangat sekali, dan nanti bakal ada penggalian kedua untuk melanjutkan penggalian pertama,” jelasnya. (*/opi)

 

Penemuan Situs Sumur Kuno

Peninggalan masa lampau kian hari makin bermunculan. Salah satunya sumur kuno di area makam Kelurahan Desa Kemasan, Kecamatan Krian. Secara swadaya masyarakat pun mulai menggalinya.

LUKMAN AL FARISI/Wartawan Radar Sidoarjo

Niat menggali makam untuk warga yang meninggal dunia justru membuat warga di Kelurahan Kemasan, Krian, terkejut. Betapa tidak, galian tanah yang tak begitu dalam di area pemakaman justru muncul sebuah sumur kuno.

“Saat itu, warga kaget, dan langsung menghubungi saya untuk melihat langsung sumur yang berada di area pemakaman itu,” kata Agus Mulyono, pelestari cagar budaya.

Pria yang kerap disapa Mbah Mulo tersebut menuturkan, para penggali makam itu pun memindahkan galian ke lokasi lain. Beberapa waktu kemudian, warga secara swadaya melakukan penggalian lanjutan di sumur itu.

Sumur kuno itu pun digali hingga ke dalaman 1,5 meter. Saat penggalian, warga berjibaku dengan air yang terus mengalir deras dari dalam sumur. Sesekali air harus dibuang ke luar untuk di kuras, agar tak mengganggu penggalian.

“Tapi ternyata semakin dalam hanya muat satu orang. Karena sumur semakin sempit hanya cukup satu orang,” ujar pendiri Museum Kreweng itu.

Kini, warga terpaska menghentikan proses penggalian itu. Meski begitu, bagian luar dari sumur sudah ditata dengan rapi. Tak hanya itu, warga juga sudah membuat pagar sumur secara sederhana. Sebuah papan bertuliskan sumur kuno juga sudah dipasang.

“Kebetulan warga juga semangat sekali, dan nanti bakal ada penggalian kedua untuk melanjutkan penggalian pertama,” jelasnya. (*/opi)

 

Most Read

Berita Terbaru


/