alexametrics
29 C
Sidoarjo
Wednesday, 25 May 2022

Jaga Imun Di Tengah Pandemi dengan Berlatih Keras

Menengok Latihan Atlet Metal Siluet Teratai Shooting Club (TSC)

Ada banyak cara untuk melatih kesabaran dan kefokusan. Salah satunya dengan olahraga menembak. Setidaknya hal itulah yang rutin dilakukan oleh sejumlah atlet menembak di Lapangan Tembak Brimob Medaeng.

LUKMAN AL FARISI/Wartawan Radar Sidoarjo

Lima orang atlet menembak nampak bersiap. Ada yang tidur, duduk bahkan berdiri. Senjata yang dipakai pun beragam. Mulai unit pompa hingga unit Pre Charge Pneumatic (PCP). Wajah mereka juga nampak fokus ke depan. Tak lama, suara tembakan silih berganti terdengar.

“Kalau senjata yang saya pegang ini memang tidak menimbulkan bunyi. Tapi cukup asyik karena melatih fokus dan kesabaran, dan dari dulu memang suka olahraga,” kata salah satu atlet, Nabila Azzahro Sani.

Nabila merupakan atlet untuk unit PCP. Cara menembaknya cukup unik. Menggunakan meja kursi dan duduk di sebuah kursi. Dia merupakan salah satu atlet untuk lomba World Rim Fire and Air Rifle Benchrest Federation (WRABF) dengan jarak sasaran Benchrest, 25 meter.

Selain Nabila, ada pula Dio, yang memakai unit PCP. Cara menembaknya tidak seperti Nabila yang duduk, Dio menembak dengan posisi berdiri. Jarak sasarannya mulai 17, 27, 33 dan 41 meter. Sambil memasang unit PCP, pandangannya terlihat fokus ke depan membidik sasaran.

Sementara tiga atlet lainnya memakai unit pompa. Posisinya berbeda-beda. Ada yang tidur, duduk dan berdiri. Sasaran tembaknya adalah plate ayam yang berjarak 17 meter. Kelima atlet tersebut merupakan bagian divisi atlet metal siluet.

Mereka berada di bawah Teratai Shooting Club (TSC) yang berada di bawah Sat Brimob Polda Jatim. Seluruh peluru unit pompa dan PCP berdiameter 4,5 melimeter. “Saya sudah satu tahun lebih, karena hobi dari kecil suka nembak-nembak, dan akhirnya ikut TSC,” kata atlet unit pompa, Perwira Akbar David Widya Dana. (*/opi)

 

Menengok Latihan Atlet Metal Siluet Teratai Shooting Club (TSC)

Ada banyak cara untuk melatih kesabaran dan kefokusan. Salah satunya dengan olahraga menembak. Setidaknya hal itulah yang rutin dilakukan oleh sejumlah atlet menembak di Lapangan Tembak Brimob Medaeng.

LUKMAN AL FARISI/Wartawan Radar Sidoarjo

Lima orang atlet menembak nampak bersiap. Ada yang tidur, duduk bahkan berdiri. Senjata yang dipakai pun beragam. Mulai unit pompa hingga unit Pre Charge Pneumatic (PCP). Wajah mereka juga nampak fokus ke depan. Tak lama, suara tembakan silih berganti terdengar.

“Kalau senjata yang saya pegang ini memang tidak menimbulkan bunyi. Tapi cukup asyik karena melatih fokus dan kesabaran, dan dari dulu memang suka olahraga,” kata salah satu atlet, Nabila Azzahro Sani.

Nabila merupakan atlet untuk unit PCP. Cara menembaknya cukup unik. Menggunakan meja kursi dan duduk di sebuah kursi. Dia merupakan salah satu atlet untuk lomba World Rim Fire and Air Rifle Benchrest Federation (WRABF) dengan jarak sasaran Benchrest, 25 meter.

Selain Nabila, ada pula Dio, yang memakai unit PCP. Cara menembaknya tidak seperti Nabila yang duduk, Dio menembak dengan posisi berdiri. Jarak sasarannya mulai 17, 27, 33 dan 41 meter. Sambil memasang unit PCP, pandangannya terlihat fokus ke depan membidik sasaran.

Sementara tiga atlet lainnya memakai unit pompa. Posisinya berbeda-beda. Ada yang tidur, duduk dan berdiri. Sasaran tembaknya adalah plate ayam yang berjarak 17 meter. Kelima atlet tersebut merupakan bagian divisi atlet metal siluet.

Mereka berada di bawah Teratai Shooting Club (TSC) yang berada di bawah Sat Brimob Polda Jatim. Seluruh peluru unit pompa dan PCP berdiameter 4,5 melimeter. “Saya sudah satu tahun lebih, karena hobi dari kecil suka nembak-nembak, dan akhirnya ikut TSC,” kata atlet unit pompa, Perwira Akbar David Widya Dana. (*/opi)

 

Most Read

Berita Terbaru


/