alexametrics
27 C
Sidoarjo
Friday, 22 October 2021

Ithma’ Anna, Penyandang Tuna Rungu Segudang Bakat

Isi Aktivitas Kembangkan Usaha Kuliner

Ithma’ Anna tidak ingin menyerah pada keadaan. Penyandang tuna rungu ini memanfaatkan hobi memasaknya untuk meraup penghasilan. Sehari-hari perempuan 25 tahun ini disibukkan dengan menerima pesanan sambal dan lasagna menu pasta tradisional khas Italia.

Rizky Putri Pratimi, Wartawan Radar Sidoarjo

Mencari rumah Anna tidak sulit. Dekat Pabrik Gula Candi. Masuk di sebuah gang dekat sungai, persis di sebelah timur pabrik legendaris itu. Rumahnya berada di RT 14/RW 6 Desa Bligo Kecamatan Candi. Saat dijumpai Radar Sidoarjo kemarin, Anna tidak sendiri. Ia didampingi sang ibu dan juru bahasa isyarat (JBI) yang akrab ia panggil Mas Mufti.

Dengan batuan JBI, Anna mulai menceritakan aktivitas yang dilakoni selama pandemi. Pada Februari tepatnya ia mulai merintis usaha kuliner. Kecil-kecilan. Dengan membuat sambal baby cumi. “Saya tawarkan ke teman-teman, bilang enak. Dari sana ada pesanan,” katanya.

Sempat vakum, Agustus ia memulainya lagi. Kali ini pemasarannya melalui media sosial Instagram. “Supaya pemasarannya luas,” imbuhnya.

Anna mengungkapkan, sejak lama ia hobi memasak. Sambal dan lasagna, pasta tradisional khas Italia adalah hasil otak-atiknya. Untuk resep sambal ia meminta saran dari sang ibu, Karmini. Sementara resep lasagna ia cari di internet. Ketika ada pesanan, Anna mengantarnya sendiri, naik motor.

Ke depan Anna ingin bisnis makanannya itu semakin berkembang. Menambah jumlah menu seperti donat atau kue. Serta ingin punya warung sendiri. “Masak disitu, jualan disitu,” ungkapnya.

Selain memasak, Anna juga berbakat di bidang desain. Bersama dengan usaha kuliner, dia ingin mengembangkan usaha desain. “Supaya ilmunya bermanfaat,” katanya.

Dibidang desain grafis kemampuan Anna tidak perlu diragukan. Pernah juara 3 lomba desain grafis tingkat Provinsi Jawa Timur tahun 2013. Sementara itu dari TK hingga SMA dia tidak pernah absen mengikuti berbagai macam perlombaan. Dari lomba menari, dan lomba isyarat semasa SD. Juara 2 lomba kreasi hantaran provinsi Jawa Timur di Jogjakarta, serta Juara 3 kreasi hantaran di Solo.

Pada 2014 pernah menjadi karyawan ITSOL Profesional IT Solution Of Software House Company di Pandaan “Aku bekerja sebagai desain grafis, membuat gambar-gambar baju di komputer,” ujar perempuan murah senyum itu. (*/vga)


Isi Aktivitas Kembangkan Usaha Kuliner

Ithma’ Anna tidak ingin menyerah pada keadaan. Penyandang tuna rungu ini memanfaatkan hobi memasaknya untuk meraup penghasilan. Sehari-hari perempuan 25 tahun ini disibukkan dengan menerima pesanan sambal dan lasagna menu pasta tradisional khas Italia.

Rizky Putri Pratimi, Wartawan Radar Sidoarjo

Mencari rumah Anna tidak sulit. Dekat Pabrik Gula Candi. Masuk di sebuah gang dekat sungai, persis di sebelah timur pabrik legendaris itu. Rumahnya berada di RT 14/RW 6 Desa Bligo Kecamatan Candi. Saat dijumpai Radar Sidoarjo kemarin, Anna tidak sendiri. Ia didampingi sang ibu dan juru bahasa isyarat (JBI) yang akrab ia panggil Mas Mufti.

Dengan batuan JBI, Anna mulai menceritakan aktivitas yang dilakoni selama pandemi. Pada Februari tepatnya ia mulai merintis usaha kuliner. Kecil-kecilan. Dengan membuat sambal baby cumi. “Saya tawarkan ke teman-teman, bilang enak. Dari sana ada pesanan,” katanya.

Sempat vakum, Agustus ia memulainya lagi. Kali ini pemasarannya melalui media sosial Instagram. “Supaya pemasarannya luas,” imbuhnya.

Anna mengungkapkan, sejak lama ia hobi memasak. Sambal dan lasagna, pasta tradisional khas Italia adalah hasil otak-atiknya. Untuk resep sambal ia meminta saran dari sang ibu, Karmini. Sementara resep lasagna ia cari di internet. Ketika ada pesanan, Anna mengantarnya sendiri, naik motor.

Ke depan Anna ingin bisnis makanannya itu semakin berkembang. Menambah jumlah menu seperti donat atau kue. Serta ingin punya warung sendiri. “Masak disitu, jualan disitu,” ungkapnya.

Selain memasak, Anna juga berbakat di bidang desain. Bersama dengan usaha kuliner, dia ingin mengembangkan usaha desain. “Supaya ilmunya bermanfaat,” katanya.

Dibidang desain grafis kemampuan Anna tidak perlu diragukan. Pernah juara 3 lomba desain grafis tingkat Provinsi Jawa Timur tahun 2013. Sementara itu dari TK hingga SMA dia tidak pernah absen mengikuti berbagai macam perlombaan. Dari lomba menari, dan lomba isyarat semasa SD. Juara 2 lomba kreasi hantaran provinsi Jawa Timur di Jogjakarta, serta Juara 3 kreasi hantaran di Solo.

Pada 2014 pernah menjadi karyawan ITSOL Profesional IT Solution Of Software House Company di Pandaan “Aku bekerja sebagai desain grafis, membuat gambar-gambar baju di komputer,” ujar perempuan murah senyum itu. (*/vga)


Most Read

Berita Terbaru