alexametrics
25 C
Sidoarjo
Friday, 28 January 2022

M Rizal, Sukses Membuat Miniatur Kendaraan

Komponen Dicetak Satu-Satu, Raup Untung meski Pandemi

Membuat miniatur kendaraan menjadi bagian dari hobi Rizal sejak muda. Ditekuni dengan serius, hobi tersebut mampu mendatangkan pundi-pundi uang.

Rizky Putri Pratimi, Wartawan Radar Sidoarjo

Perajin miniatur di Kelurahan Sidokare Kecamatan Sidoarjo ini mampu meraup untung meskipun di masa pandemi Covid-19. Pesanannya justru stabil dan tidak berkurang. Per bulan, Mochamad Rizal bisa meraup keuntungan puluhan juta rupiah. Dia menekuni usaha yang sudah digelutinya selama 13 tahun itu.

Usaha ini diawali pada 2008. Saat itu Rizal memutuskan berhenti dari pekerjaannya dan memilih menggeluti hobinya membuat miniatur kendaraan.

Lambat laun miniatur yang dibuatnya makin menarik penghobi di bidang yang sama dari komunitas Indonesian Scale 87 Community. Pesanan datang dari berbagai daerah hingga mancanegara. Seperti Brunei Darussalam dan Jerman.

Harganya dari ratusan ribu hingga jutaan per unit. Tergantung model dan tingkat kesulitannya. Semakin rumit semakin mahal. Semua komponen harus dicetak satu persatu.

Karena unik, karyanya dilirik salah satu perusahaan BUMN dijadikan rekanan pengadaan souvenir. “Awal 2008 masih ngerjakan berbagai model. Miniatur jembatan, diorama kereta api hingga crane.  2013 mulai fokus mengerjakan pesanan dari BUMN,” jelasnya.

Pesanan tersebut yakni membuat miniatur truk tangki BBM. Ia buat mirip seperti aslinya. Namun dengan skala 1:87 (HO). Untuk membuat satu miniatur truk tersebut, membutuhkan waktu 3-5 hari.

“Membuat satu truk tangki ini cukup rumit. Perlu membuat 30 komponen. Lalu dirangkai satu-satu,” jelasnya.

Rizal mampu membuat miniatur dengan tingkat akurasi yang cukup baik. Dasar keahlian membuat miniatur ini diperoleh dari bangku kuliah. Pria kelahiran 1976 itu memiliki background arsitek dan teknik elektro.

“Sementara itu terkait teknik pengecatan dan pengaplikasian bahan kimia saya belajar otodidak,” terangnya.  (*/vga)

Komponen Dicetak Satu-Satu, Raup Untung meski Pandemi

Membuat miniatur kendaraan menjadi bagian dari hobi Rizal sejak muda. Ditekuni dengan serius, hobi tersebut mampu mendatangkan pundi-pundi uang.

Rizky Putri Pratimi, Wartawan Radar Sidoarjo

Perajin miniatur di Kelurahan Sidokare Kecamatan Sidoarjo ini mampu meraup untung meskipun di masa pandemi Covid-19. Pesanannya justru stabil dan tidak berkurang. Per bulan, Mochamad Rizal bisa meraup keuntungan puluhan juta rupiah. Dia menekuni usaha yang sudah digelutinya selama 13 tahun itu.

Usaha ini diawali pada 2008. Saat itu Rizal memutuskan berhenti dari pekerjaannya dan memilih menggeluti hobinya membuat miniatur kendaraan.

Lambat laun miniatur yang dibuatnya makin menarik penghobi di bidang yang sama dari komunitas Indonesian Scale 87 Community. Pesanan datang dari berbagai daerah hingga mancanegara. Seperti Brunei Darussalam dan Jerman.

Harganya dari ratusan ribu hingga jutaan per unit. Tergantung model dan tingkat kesulitannya. Semakin rumit semakin mahal. Semua komponen harus dicetak satu persatu.

Karena unik, karyanya dilirik salah satu perusahaan BUMN dijadikan rekanan pengadaan souvenir. “Awal 2008 masih ngerjakan berbagai model. Miniatur jembatan, diorama kereta api hingga crane.  2013 mulai fokus mengerjakan pesanan dari BUMN,” jelasnya.

Pesanan tersebut yakni membuat miniatur truk tangki BBM. Ia buat mirip seperti aslinya. Namun dengan skala 1:87 (HO). Untuk membuat satu miniatur truk tersebut, membutuhkan waktu 3-5 hari.

“Membuat satu truk tangki ini cukup rumit. Perlu membuat 30 komponen. Lalu dirangkai satu-satu,” jelasnya.

Rizal mampu membuat miniatur dengan tingkat akurasi yang cukup baik. Dasar keahlian membuat miniatur ini diperoleh dari bangku kuliah. Pria kelahiran 1976 itu memiliki background arsitek dan teknik elektro.

“Sementara itu terkait teknik pengecatan dan pengaplikasian bahan kimia saya belajar otodidak,” terangnya.  (*/vga)

Most Read

Berita Terbaru