alexametrics
25 C
Sidoarjo
Friday, 28 January 2022

Pelari Tertua Lomba Infantry Run Season Tempuh 10 Km Tanpa Alas Kaki

Johan, Pelari Tertua Lomba Lari Infantry Run Season 2

Semangat berjuang ditunjukkan oleh Johan dalam Lomba Lari Infantry Run Season 2. Meski usianya sudah senja, tekadnya untuk menyelesaikan jarak 10 km sangat kuat. Dia pun mendapatkan penghargaan dari Komandan Brigif 2 Marinir Kolonel Marinir Rudi Harto Marpaung.

Annisa Firdausi, Wartawan Radar Sidoarjo

Aksi lari lansia 68 tahun itu mencuri perhatian masyarakat sekitar. Bahkan peserta lainnya juga takjub melihat Johan. Apalagi selama lari, Johan tidak menggunakan alas kaki.

Dia merupakan peserta tertua dalam lomba lari yang diselenggarakan Dispen Koman pada seminggu lalu. Namun semangatnya tidak kalah dari peserta lain yang mayoritas masih muda.

Postur tubuhnya pun masih tegap. Kemampuan larinya juga sanggup bersaing dengan peserta muda lainnya. Bahkan tanpa alas kaki, Johan mampu menempuh jarak 10 km dalam 1 jam 30 menit.

Dia mengaku selama ini memang hobi lari. Tujuannya untuk menjaga kesehatan tubuhnya. Sebab di masa senja, tidak disarankan untuk melakukan olahraga berat. “Cukup berlari santai saja, lama-lama juga terbiasa,” ujarnya.

Mengenai alasannya berlari tanpa alas kaki, Johan mengaku itu juga sudah menjadi kebiasannya. Menurut dia, tanpa sepatu, kaki akan berjalan di atas permukaan yang tidak rata. Hal itu dapat merangsang titik-titik sensitif di telapak kaki untuk memperlancar aliran darah.

Selain itu, lari di atas tanah tanpa alas kaki juga membuat dia merasa lebih terkoneksi dengan alam sekitar. Sehingga dapat membantu mengurangi stres. “Tapi tetap waspada, jangan sampai menginjak sesuatu yang membahayakan,” candanya.

Dia tidak menyangka jika aksi larinya itu mendapatkan perhatian lebih dari peserta lain. Bahkan penyelenggara acara memberikan apresiasinya.

Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Komandan Brigif 2 Marinir Kolonel Marinir Rudi Harto Marpaung. Setelah medali dikalungkan di lehernya, Johan tampak tidak bisa menyembunyikan rasa bangganya.

Dia berjanji akan terus menjaga semangat tersebut. Johan juga berharap apa yang dia lalukan bisa menginspirasi generasi muda untuk tidak bermalas-malasan. “Semoga bisa menjadi telasan bagi generasi muda,” harapnya. (*/vga)

Johan, Pelari Tertua Lomba Lari Infantry Run Season 2

Semangat berjuang ditunjukkan oleh Johan dalam Lomba Lari Infantry Run Season 2. Meski usianya sudah senja, tekadnya untuk menyelesaikan jarak 10 km sangat kuat. Dia pun mendapatkan penghargaan dari Komandan Brigif 2 Marinir Kolonel Marinir Rudi Harto Marpaung.

Annisa Firdausi, Wartawan Radar Sidoarjo

Aksi lari lansia 68 tahun itu mencuri perhatian masyarakat sekitar. Bahkan peserta lainnya juga takjub melihat Johan. Apalagi selama lari, Johan tidak menggunakan alas kaki.

Dia merupakan peserta tertua dalam lomba lari yang diselenggarakan Dispen Koman pada seminggu lalu. Namun semangatnya tidak kalah dari peserta lain yang mayoritas masih muda.

Postur tubuhnya pun masih tegap. Kemampuan larinya juga sanggup bersaing dengan peserta muda lainnya. Bahkan tanpa alas kaki, Johan mampu menempuh jarak 10 km dalam 1 jam 30 menit.

Dia mengaku selama ini memang hobi lari. Tujuannya untuk menjaga kesehatan tubuhnya. Sebab di masa senja, tidak disarankan untuk melakukan olahraga berat. “Cukup berlari santai saja, lama-lama juga terbiasa,” ujarnya.

Mengenai alasannya berlari tanpa alas kaki, Johan mengaku itu juga sudah menjadi kebiasannya. Menurut dia, tanpa sepatu, kaki akan berjalan di atas permukaan yang tidak rata. Hal itu dapat merangsang titik-titik sensitif di telapak kaki untuk memperlancar aliran darah.

Selain itu, lari di atas tanah tanpa alas kaki juga membuat dia merasa lebih terkoneksi dengan alam sekitar. Sehingga dapat membantu mengurangi stres. “Tapi tetap waspada, jangan sampai menginjak sesuatu yang membahayakan,” candanya.

Dia tidak menyangka jika aksi larinya itu mendapatkan perhatian lebih dari peserta lain. Bahkan penyelenggara acara memberikan apresiasinya.

Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Komandan Brigif 2 Marinir Kolonel Marinir Rudi Harto Marpaung. Setelah medali dikalungkan di lehernya, Johan tampak tidak bisa menyembunyikan rasa bangganya.

Dia berjanji akan terus menjaga semangat tersebut. Johan juga berharap apa yang dia lalukan bisa menginspirasi generasi muda untuk tidak bermalas-malasan. “Semoga bisa menjadi telasan bagi generasi muda,” harapnya. (*/vga)

Most Read

Berita Terbaru