alexametrics
28 C
Sidoarjo
Monday, 16 May 2022

Berubah Jadi Gedung Juang Pada 1984

Gedung Juang 45 Pancasila (2-Habis)

Setelah pada masa perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia dan dijadikan markas batalyon pada saat itu, kemudian muncullah gagasan membangun Gedung Juang 45 Pancasila Sidoarjo. Semula berasal dari Yayasan Bumi Terik yaitu sebuah yayasan yang didirikan oleh bekas anggota Batalyon Soenandar dan Batalyon Soetjipto.

Rizky Putri Pratimi
Wartawan Radar Sidoarjo

Kedua batalyon tersebut dilahirkan pada hari dan tanggal yang sama. Yaitu pada 16 September 1945 di Kabupaten Sidoarjo. Sedangkan anggotanya hampir seluruhnya terdiri dari putra Sidoarjo asli.

Saat itu, gagasan untuk membangun Gedung Juang tersebut telah mendapat persetujuan dan restu dari Gubernur Kdh.TK I Jawa Timur Soenandar Prijosoedarmo dan Letjen Widodo Soejono Pangkowilhan II, dimana keduanya termasuk keluarga besar Bumi Terik.

Untuk mewujudkan gagasan membangun Gedung Juang tersebut, Yayasan Bumi Terik dihadapkan pada keterlambatan pengadaan biaya. Maka untuk mempercepat proses realisasinya Bupati Kdh.TK II Soewandi turun tangan untuk mewujudkan dan sekaligus terbangunnya Gedung Juang tersebut.

Soewandi ingin meninggalkan kenangan yang mempunyai nilai bersejarah perjuangan bagi masyarakat Kabupaten Sidoarjo, khususnya bagi generasi penerus setelah ia menyelesaikan masa jabatannya yang kedua sebagai Bupati Kdh. TK II Kabupaten Sidoarjo.

Dan pada 10 Februari 1984 dibentuk sebuah panitia yang diberi nama Panitia Pembangunan Gedung Juang 45 yang diketuai Soewandi, sedangkan keanggotaannya berintikan tokoh-tokoh Angkatan 45 Sidoarjo, ditambah dari dinas tingkat kabupaten.

Di samping panitia tingkat kabupaten, di setiap kecamatan juga dibentuk panitia khusus yang diberi tugas mencari dan menghimpun data-data pasukan dan musuh dalam periode 1945 -1949. Data ini sangat diperlukan dalam penyusunan sejarah perjuangan di Sidoarjo.

“Pembangunan gedung ini dilakukan secara bertahap. Tahap pertama sifatnya hanya pemugaran dari bangunan lama,” kata ketua Pengurus Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Sidoarjo Achmad Nasikhun.

Karena gedung tersebut pada masa penjajahan Jepang digunakan sebagai benteng alat-alat komunikasi (zender radio). Tentara Angkatan Laut Jepang (Kaigun) dan pada tahun 1945 -1946 menggunakannya sebagai markas Batalyon Soetjipto dan markas Batalyon Soenandar secara bergiliran.

Pemugaran Gedung Juang 45 Pancasila selesai di tahun yang sama. Diresmikan oleh Pangdam VIII/Brawijaya Mayjen Soelarso pada 18 Desember 1984. (*/nis/opi)

Gedung Juang 45 Pancasila (2-Habis)

Setelah pada masa perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia dan dijadikan markas batalyon pada saat itu, kemudian muncullah gagasan membangun Gedung Juang 45 Pancasila Sidoarjo. Semula berasal dari Yayasan Bumi Terik yaitu sebuah yayasan yang didirikan oleh bekas anggota Batalyon Soenandar dan Batalyon Soetjipto.

Rizky Putri Pratimi
Wartawan Radar Sidoarjo

Kedua batalyon tersebut dilahirkan pada hari dan tanggal yang sama. Yaitu pada 16 September 1945 di Kabupaten Sidoarjo. Sedangkan anggotanya hampir seluruhnya terdiri dari putra Sidoarjo asli.

Saat itu, gagasan untuk membangun Gedung Juang tersebut telah mendapat persetujuan dan restu dari Gubernur Kdh.TK I Jawa Timur Soenandar Prijosoedarmo dan Letjen Widodo Soejono Pangkowilhan II, dimana keduanya termasuk keluarga besar Bumi Terik.

Untuk mewujudkan gagasan membangun Gedung Juang tersebut, Yayasan Bumi Terik dihadapkan pada keterlambatan pengadaan biaya. Maka untuk mempercepat proses realisasinya Bupati Kdh.TK II Soewandi turun tangan untuk mewujudkan dan sekaligus terbangunnya Gedung Juang tersebut.

Soewandi ingin meninggalkan kenangan yang mempunyai nilai bersejarah perjuangan bagi masyarakat Kabupaten Sidoarjo, khususnya bagi generasi penerus setelah ia menyelesaikan masa jabatannya yang kedua sebagai Bupati Kdh. TK II Kabupaten Sidoarjo.

Dan pada 10 Februari 1984 dibentuk sebuah panitia yang diberi nama Panitia Pembangunan Gedung Juang 45 yang diketuai Soewandi, sedangkan keanggotaannya berintikan tokoh-tokoh Angkatan 45 Sidoarjo, ditambah dari dinas tingkat kabupaten.

Di samping panitia tingkat kabupaten, di setiap kecamatan juga dibentuk panitia khusus yang diberi tugas mencari dan menghimpun data-data pasukan dan musuh dalam periode 1945 -1949. Data ini sangat diperlukan dalam penyusunan sejarah perjuangan di Sidoarjo.

“Pembangunan gedung ini dilakukan secara bertahap. Tahap pertama sifatnya hanya pemugaran dari bangunan lama,” kata ketua Pengurus Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Sidoarjo Achmad Nasikhun.

Karena gedung tersebut pada masa penjajahan Jepang digunakan sebagai benteng alat-alat komunikasi (zender radio). Tentara Angkatan Laut Jepang (Kaigun) dan pada tahun 1945 -1946 menggunakannya sebagai markas Batalyon Soetjipto dan markas Batalyon Soenandar secara bergiliran.

Pemugaran Gedung Juang 45 Pancasila selesai di tahun yang sama. Diresmikan oleh Pangdam VIII/Brawijaya Mayjen Soelarso pada 18 Desember 1984. (*/nis/opi)

Most Read

Berita Terbaru


/