alexametrics
27 C
Sidoarjo
Wednesday, 17 August 2022

Situs Punden Kedungkeras, Gundukan Tanah yang Berisi Struktur Bangunan Kuno

Situs Punden Kedungkeras di Desa Tulangan (1)

Punden Kedungkeras merupakan salah satu situs kuno yang ditemukan di Desa Tulangan, Kecamatan Tulangan. Situs itu juga baru disurvei penyelamatan oleh tim Balai Pelestarian Cagar Budaya Provinsi Jatim.

Hendrik Muchlison, Wartawan Radar Sidoarjo

Situs punden itu terletak di kawasan Tanah Kas Desa (TKD). Ada akses jalan yang masih berupa tanah untuk menuju situs tersebut. Pada 25 Mei lalu, tim dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jatim juga telah melakukan survei penyelamatan ke lokasi itu.

Situs yang diduga peninggalan peradaban kuno tersebut sedikit dibongkar. Sehingga struktur bangunannya lebih terlihat. Struktur bangunan berukuran sekitar 5×5 meter itu kini nampak mirip struktur candi.

Struktur itu terdiri dari tumpukan batu bata kuno dan mengerucut layaknya bangunan candi pada umumnya. Di tengah-tengah terdapat sumur berbentuk persegi dengan lebar sekitar 0,5 meter.

Ada air juga yang mengisi lubang tersebut. Batu bata yang membentuk struktur bangunan itu juga bukan batu bata biasa. Ukurannya lebih dari satu jengkal orang dewasa. Tentunya itu bukan batu bata lumrah yang dibuat pada masa saat ini.

Jayeng Kasno Hartoyo, warga setempat menceritakan, dulunya lokasi situs punden itu merupakan gumuk atau gundukan tanah. Di atas tanah itu tumbuh berbagai jenis pohon dan rerumputan. Orang juga tidak mengira jika ada struktur bangunan di gundukan itu.

“Lokasi itu memang disakralkan warga sekitar,” katanya.

Pria 55 tahun itu menambahkan, sejak 2013, warga kerap menggelar acara ruwat desa di lokasi itu. Biasanya diadakan selamatan atau pagelaran wayang. Kemudian pada Maret 2022 lalu juga digelar acara serupa meski sederhana karena masih dalam situasi pandemi Covid-19.

Nah, selepas acara, warga lalu membersihkan lokasi gundukan tanah itu. Warga terkejut lantaran menemukan struktur batu bata yang tidak lazim. Warga yang makin penasaran kemudian berusaha menggali beberapa titik gundukan itu. Dan hasilnya menemukan seperti lubang sumur. Warga kemudian bersepakat untuk merawat lokasi tersebut. (*/vga/bersambung)

Situs Punden Kedungkeras di Desa Tulangan (1)

Punden Kedungkeras merupakan salah satu situs kuno yang ditemukan di Desa Tulangan, Kecamatan Tulangan. Situs itu juga baru disurvei penyelamatan oleh tim Balai Pelestarian Cagar Budaya Provinsi Jatim.

Hendrik Muchlison, Wartawan Radar Sidoarjo

Situs punden itu terletak di kawasan Tanah Kas Desa (TKD). Ada akses jalan yang masih berupa tanah untuk menuju situs tersebut. Pada 25 Mei lalu, tim dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jatim juga telah melakukan survei penyelamatan ke lokasi itu.

Situs yang diduga peninggalan peradaban kuno tersebut sedikit dibongkar. Sehingga struktur bangunannya lebih terlihat. Struktur bangunan berukuran sekitar 5×5 meter itu kini nampak mirip struktur candi.

Struktur itu terdiri dari tumpukan batu bata kuno dan mengerucut layaknya bangunan candi pada umumnya. Di tengah-tengah terdapat sumur berbentuk persegi dengan lebar sekitar 0,5 meter.

Ada air juga yang mengisi lubang tersebut. Batu bata yang membentuk struktur bangunan itu juga bukan batu bata biasa. Ukurannya lebih dari satu jengkal orang dewasa. Tentunya itu bukan batu bata lumrah yang dibuat pada masa saat ini.

Jayeng Kasno Hartoyo, warga setempat menceritakan, dulunya lokasi situs punden itu merupakan gumuk atau gundukan tanah. Di atas tanah itu tumbuh berbagai jenis pohon dan rerumputan. Orang juga tidak mengira jika ada struktur bangunan di gundukan itu.

“Lokasi itu memang disakralkan warga sekitar,” katanya.

Pria 55 tahun itu menambahkan, sejak 2013, warga kerap menggelar acara ruwat desa di lokasi itu. Biasanya diadakan selamatan atau pagelaran wayang. Kemudian pada Maret 2022 lalu juga digelar acara serupa meski sederhana karena masih dalam situasi pandemi Covid-19.

Nah, selepas acara, warga lalu membersihkan lokasi gundukan tanah itu. Warga terkejut lantaran menemukan struktur batu bata yang tidak lazim. Warga yang makin penasaran kemudian berusaha menggali beberapa titik gundukan itu. Dan hasilnya menemukan seperti lubang sumur. Warga kemudian bersepakat untuk merawat lokasi tersebut. (*/vga/bersambung)

Most Read

Berita Terbaru


/