alexametrics
30 C
Sidoarjo
Saturday, 21 May 2022

Siswa dan Guru Belajar Membuat Udeng Pacul Gowang

Dirangkai 20 Menit, Dipakai Setiap Rabu di Sekolah

Siswa SMPN di Sidoarjo ini cukup semangat. Kreativitasnya untuk mempertahankan budaya lokal patut diacungi jempol. Misalnya dengan mengubah potongan komponen kain batik menjadi udeng pacul gowang siap pakai.

Rizky Putri Pratimi, Wartawan Radar Sidoarjo

Perlengkapan lem tembak dan potongan komponen bagian dari udeng pacul gowang sudah disiapkan Achmad Irfandi di pelataran Balai Among Desa Pagerngumbuk, Kecamatan Wonoayu.

Semua itu untuk dirangkai oleh anak-anak dan guru yang sengaja hadir, untuk mendalami bagaimana proses pembuatan ikat kepala khas Kota Delta.

Tidak sekedar menambah pengetahuan, pembuatan udeng pacul gowang yang sudah ada dari masa Kerajaan Jenggala itu dipilih salah satu sekolah penggerak di Kabupaten Sidoarjo. Mereka melaksanakan tugas dengan menjalankan kurikulum sekolah penggerak di bidang kearifan lokal.

Sebanyak 264 siswa kelas 7 dan 50 guru di SMPN 6 Sidoarjo sudah mengetahui langkah pembuatan udeng pacul gowang langsung pakai.

Irfandi menceritakan, udeng pacul gowang sebenarnya dipakai dengan sistem ikat. Tapi dalam upaya memutakhirkan dan modernisasi agar orang-orang bisa memakai dengan mudah, maka dibuatlah udeng pacul gowang instan.

“Langsung pakai,” kata Irfandi.

Proses merangkainya pun cukup 20 menit untuk pemula. Yang terpenting memperhatikan tahapan komponen yang harus dirangkai sejak awal hingga akhir. Spesialnya, hasil karya tersebut bisa dibawa pulang.

Irfandi mengungkapkan, semakin banyak orang yang belajar proses pembuatan udeng itu, maka akan semakin banyak melahirkan kembali generasi yang paham buat udeng.

Di Sidoarjo, kata dia, tersisa lima perajin yang bisa membuat udeng pacul gowang itu. Semuanya ada di Kecamatan Wonoayu.  “Dengan kegiatan ini, bakal banyak lagi pembuat pacul gowang di Sidoarjo,” harapnya.

Waka kesiswaan SMPN 6 Sidoarjo Khoirul Huda mengatakan, anak-anak didiknya sangat antusias mengikuti semua tahapan merangkai udeng tersebut. “Bahkan mayoritas siswa belum mengenal apa itu udeng pacul gowang. Sekarang mereka makin paham ternyata di Sidoarjo punya ikat kepala khas,” ungkapnya.

Hasil karya siswa itu, kata Huda, dijadikan aksesoris pendukung seragam batik yang bisa digunakan di hari Rabu. “Jadi setiap Rabu nanti siswa laki-laki kelas 7 pakai udeng pacul gowang buatannya bersamaan dengan pemakaian seragam batik,” pungkasnya. (*/vga)

 

Dirangkai 20 Menit, Dipakai Setiap Rabu di Sekolah

Siswa SMPN di Sidoarjo ini cukup semangat. Kreativitasnya untuk mempertahankan budaya lokal patut diacungi jempol. Misalnya dengan mengubah potongan komponen kain batik menjadi udeng pacul gowang siap pakai.

Rizky Putri Pratimi, Wartawan Radar Sidoarjo

Perlengkapan lem tembak dan potongan komponen bagian dari udeng pacul gowang sudah disiapkan Achmad Irfandi di pelataran Balai Among Desa Pagerngumbuk, Kecamatan Wonoayu.

Semua itu untuk dirangkai oleh anak-anak dan guru yang sengaja hadir, untuk mendalami bagaimana proses pembuatan ikat kepala khas Kota Delta.

Tidak sekedar menambah pengetahuan, pembuatan udeng pacul gowang yang sudah ada dari masa Kerajaan Jenggala itu dipilih salah satu sekolah penggerak di Kabupaten Sidoarjo. Mereka melaksanakan tugas dengan menjalankan kurikulum sekolah penggerak di bidang kearifan lokal.

Sebanyak 264 siswa kelas 7 dan 50 guru di SMPN 6 Sidoarjo sudah mengetahui langkah pembuatan udeng pacul gowang langsung pakai.

Irfandi menceritakan, udeng pacul gowang sebenarnya dipakai dengan sistem ikat. Tapi dalam upaya memutakhirkan dan modernisasi agar orang-orang bisa memakai dengan mudah, maka dibuatlah udeng pacul gowang instan.

“Langsung pakai,” kata Irfandi.

Proses merangkainya pun cukup 20 menit untuk pemula. Yang terpenting memperhatikan tahapan komponen yang harus dirangkai sejak awal hingga akhir. Spesialnya, hasil karya tersebut bisa dibawa pulang.

Irfandi mengungkapkan, semakin banyak orang yang belajar proses pembuatan udeng itu, maka akan semakin banyak melahirkan kembali generasi yang paham buat udeng.

Di Sidoarjo, kata dia, tersisa lima perajin yang bisa membuat udeng pacul gowang itu. Semuanya ada di Kecamatan Wonoayu.  “Dengan kegiatan ini, bakal banyak lagi pembuat pacul gowang di Sidoarjo,” harapnya.

Waka kesiswaan SMPN 6 Sidoarjo Khoirul Huda mengatakan, anak-anak didiknya sangat antusias mengikuti semua tahapan merangkai udeng tersebut. “Bahkan mayoritas siswa belum mengenal apa itu udeng pacul gowang. Sekarang mereka makin paham ternyata di Sidoarjo punya ikat kepala khas,” ungkapnya.

Hasil karya siswa itu, kata Huda, dijadikan aksesoris pendukung seragam batik yang bisa digunakan di hari Rabu. “Jadi setiap Rabu nanti siswa laki-laki kelas 7 pakai udeng pacul gowang buatannya bersamaan dengan pemakaian seragam batik,” pungkasnya. (*/vga)

 

Most Read

Berita Terbaru


/