alexametrics
26.7 C
Sidoarjo
Wednesday, 25 May 2022

Pesawat Komersil Bisa Jadi Edukasi Masyarakat

Museum Penerbangan TNI Angkatan Laut

Museum Penerbangan TNI Angkatan Laut Juanda, punya koleksi baru. Satu unit pesawat jenis Boeing 737 400 menjadi bagian dari museum tersebut. Masyarakat juga bisa mendapatkan edukasi tentang pesawat komersil itu.

Hendrik Muchlison
Wartawan Radar Sidoarjo

Koleksi baru museum yang ada di kawasan Pusat Penerbangan TNI AL (Puspenerbal) Juanda itu merupakan pemberian dari PT Merpati Maintenance Facility (MMF). Bersamaan dengan satu unit pesawat Fokker F27 dan satu badan pesawat Fokker F27. “Kami sangat berterima kasih,” terang Komandan Puspenerbal Juanda Laksamana Muda TNI Edwin, kemarin (11/11).

Edwin menerangkan, tiga unit pesawat itu bakal difungsikan segera. Mulai dari sarana edukasi dikoneksikan dengan salah satu koleksi museum. “Akan dipasang di depan tower utama Pangkalan Udara TNI AL Juanda,” katanya.

Nantinya warga dapat menikmati koleksi salah satu jenis pesawat komersil itu. Mulai dari simulasi berbagai SOP, hingga siklus naik dan turun pesawat. “Ini sebagai sarana edukasi, sebagian masyarakat juga ada yang belum berkesempatan naik pesawat,” imbuhnya.

Pesawat itu juga bakal difungsikan sebagai sarana latihan. Prajurit TNI AL Puspenerbal Juanda juga memiliki peran untuk menjaga keamanan Bandara Internasional Juanda.

Karena itulah, adanya pesawat itu dapat sebagai media latihan operasi anti teror di dalam pesawat. “Agar lebih detail memahami medan pesawat,” tegasnya.

Sebenarnya Museum Penerbangan TNI AL itu juga banyak memiliki koleksi. Puluhan jenis miniatur bisa dilihat, tetapi tidak boleh disentuh.

Beberapa miniatur di antaranya, pesawat patroli pasrat di skuadron 400 serta helikopter jenis NBell-412, NBO-105, dan NAS-332 Super Puma. Selain itu, ada pesawat sayap tetap (fixed wing) untuk keperluan transportasi dan patroli maritim. Yaitu, CN-235 MPA (maritime patrol aircraft), NC-212, dan Nomad.

Bukan hanya itu, di sana terdapat pula berbagai koleksi peralatan tempur TNI-AL. Misalnya, torpedo jenis MK-44/46. Bom laut tersebut dikendalikan pilot secara elektrikal. Bom itu pernah digunakan di helikopter antikapal selam (AKS) WASP AH-12A pada 1978. (*/nis)

Museum Penerbangan TNI Angkatan Laut

Museum Penerbangan TNI Angkatan Laut Juanda, punya koleksi baru. Satu unit pesawat jenis Boeing 737 400 menjadi bagian dari museum tersebut. Masyarakat juga bisa mendapatkan edukasi tentang pesawat komersil itu.

Hendrik Muchlison
Wartawan Radar Sidoarjo

Koleksi baru museum yang ada di kawasan Pusat Penerbangan TNI AL (Puspenerbal) Juanda itu merupakan pemberian dari PT Merpati Maintenance Facility (MMF). Bersamaan dengan satu unit pesawat Fokker F27 dan satu badan pesawat Fokker F27. “Kami sangat berterima kasih,” terang Komandan Puspenerbal Juanda Laksamana Muda TNI Edwin, kemarin (11/11).

Edwin menerangkan, tiga unit pesawat itu bakal difungsikan segera. Mulai dari sarana edukasi dikoneksikan dengan salah satu koleksi museum. “Akan dipasang di depan tower utama Pangkalan Udara TNI AL Juanda,” katanya.

Nantinya warga dapat menikmati koleksi salah satu jenis pesawat komersil itu. Mulai dari simulasi berbagai SOP, hingga siklus naik dan turun pesawat. “Ini sebagai sarana edukasi, sebagian masyarakat juga ada yang belum berkesempatan naik pesawat,” imbuhnya.

Pesawat itu juga bakal difungsikan sebagai sarana latihan. Prajurit TNI AL Puspenerbal Juanda juga memiliki peran untuk menjaga keamanan Bandara Internasional Juanda.

Karena itulah, adanya pesawat itu dapat sebagai media latihan operasi anti teror di dalam pesawat. “Agar lebih detail memahami medan pesawat,” tegasnya.

Sebenarnya Museum Penerbangan TNI AL itu juga banyak memiliki koleksi. Puluhan jenis miniatur bisa dilihat, tetapi tidak boleh disentuh.

Beberapa miniatur di antaranya, pesawat patroli pasrat di skuadron 400 serta helikopter jenis NBell-412, NBO-105, dan NAS-332 Super Puma. Selain itu, ada pesawat sayap tetap (fixed wing) untuk keperluan transportasi dan patroli maritim. Yaitu, CN-235 MPA (maritime patrol aircraft), NC-212, dan Nomad.

Bukan hanya itu, di sana terdapat pula berbagai koleksi peralatan tempur TNI-AL. Misalnya, torpedo jenis MK-44/46. Bom laut tersebut dikendalikan pilot secara elektrikal. Bom itu pernah digunakan di helikopter antikapal selam (AKS) WASP AH-12A pada 1978. (*/nis)

Most Read

Berita Terbaru


/