alexametrics
26 C
Sidoarjo
Tuesday, 17 May 2022

20 Hari Ditarget Hasilkan Dua Baju

Semangat Ibu-Ibu Latih Keterampilan

Usia tidak menghalangi ibu-ibu di Kecamatan Balongbendo untuk meningkatkan ketrampilan. Justru semangatnya makin mengebu-gebu. Mereka enjoy mengikuti pelatihan menjahit dasar dan lanjutan yang disiapkan Dinas Tenaga Kerja Sidoarjo.

Rizky Putri Pratimi
Wartawan Radar Sidoarjo

Setelah berkumpul di kantor Kecamatan, peserta pelatihan menjahit ini kembali ke desa masing-masing. Di Balongbendo ada 11 desa yang dijadikan sasaran pada pelatihan tahun ini.

Salah satunya di Desa Wonokupang. Di sana ada 20 peserta pelatihan. Didampingi satu pembina yang ditunjuk Disnaker. Sugito, bertanggungjawab membekali ibu-ibu tersebut.

Selama 20 hari kedepan ada tahap yang harus dilalui. Untuk hari pertama, dikenalkan elemen-elemen yang ada di mesin jahit. Selanjutnya mempola kain, hingga menjadikannya satu buah pakaian. “20 hari ini termasuk cukup. Ada target membuat dua buah pakaian,” katanya.

Seluruh peralatan yang dibutuhkan sudah disediakan Pemkab Sidoarjo. Seperti mesin jahit, kain dan aksesoris pendukung.

Menurutnya, dengan waktu pelatihan yang singkat ini, peserta diminta minimal bisa membuat baju untuk dirinya sendiri. Di akhir pelatihan, baju karya mereka akan diperagakan di depan penguji.

Kepala Disnaker Sidoarjo Feny Apridawati mengatakan pelatihan serupa rutin digelar setiap tahun. “Di triwulan empat ini, ada 12 desa,” terangnya.

Satu desa, didampingi satu pelatih yang didatangkan dari Lembaga Pelatihan Keterampilan (LPK). Sebab diakhir pelatihan, mereka wajib uji kompetensi.

Selain 11 desa yang ada di Kecamatan Balongbendo, pelatihan serupa juga ada di Desa Kalipecabean Kecamatan Candi. “Keinginan dinas, mereka bisa menjahit sendiri. Lebih fleksibel daripada menjadi pegawai,” harap Feny.

Ia juga meminta komitmen pada camat untuk memanfaatkan keterampilan warganya. Agar ilmu yang didapat ini bisa menumbuhkan jiwa entrepreneurship. (*/nis)

Semangat Ibu-Ibu Latih Keterampilan

Usia tidak menghalangi ibu-ibu di Kecamatan Balongbendo untuk meningkatkan ketrampilan. Justru semangatnya makin mengebu-gebu. Mereka enjoy mengikuti pelatihan menjahit dasar dan lanjutan yang disiapkan Dinas Tenaga Kerja Sidoarjo.

Rizky Putri Pratimi
Wartawan Radar Sidoarjo

Setelah berkumpul di kantor Kecamatan, peserta pelatihan menjahit ini kembali ke desa masing-masing. Di Balongbendo ada 11 desa yang dijadikan sasaran pada pelatihan tahun ini.

Salah satunya di Desa Wonokupang. Di sana ada 20 peserta pelatihan. Didampingi satu pembina yang ditunjuk Disnaker. Sugito, bertanggungjawab membekali ibu-ibu tersebut.

Selama 20 hari kedepan ada tahap yang harus dilalui. Untuk hari pertama, dikenalkan elemen-elemen yang ada di mesin jahit. Selanjutnya mempola kain, hingga menjadikannya satu buah pakaian. “20 hari ini termasuk cukup. Ada target membuat dua buah pakaian,” katanya.

Seluruh peralatan yang dibutuhkan sudah disediakan Pemkab Sidoarjo. Seperti mesin jahit, kain dan aksesoris pendukung.

Menurutnya, dengan waktu pelatihan yang singkat ini, peserta diminta minimal bisa membuat baju untuk dirinya sendiri. Di akhir pelatihan, baju karya mereka akan diperagakan di depan penguji.

Kepala Disnaker Sidoarjo Feny Apridawati mengatakan pelatihan serupa rutin digelar setiap tahun. “Di triwulan empat ini, ada 12 desa,” terangnya.

Satu desa, didampingi satu pelatih yang didatangkan dari Lembaga Pelatihan Keterampilan (LPK). Sebab diakhir pelatihan, mereka wajib uji kompetensi.

Selain 11 desa yang ada di Kecamatan Balongbendo, pelatihan serupa juga ada di Desa Kalipecabean Kecamatan Candi. “Keinginan dinas, mereka bisa menjahit sendiri. Lebih fleksibel daripada menjadi pegawai,” harap Feny.

Ia juga meminta komitmen pada camat untuk memanfaatkan keterampilan warganya. Agar ilmu yang didapat ini bisa menumbuhkan jiwa entrepreneurship. (*/nis)

Most Read

Berita Terbaru


/