alexametrics
30 C
Sidoarjo
Tuesday, 17 May 2022

Hilangkan Kesan Angker dengan Cat Warna-warni

Makam Desa Balongdowo, Kecamatan Candi

Makam di Desa Balongdowo, Kecamatan Candi tak lagi seram. Makam yang identik dengan kesan horor itu kini asyik untuk selfie. Warga telah menghias makam desa itu dengan cat warna-warni.

Hendrik Muchlison
Wartawan Radar Sidoarjo

Kesan menakutkan yang biasa melekat pada makam langsung sirna saat mengunjungi makam di Desa Balongdowo itu. Makam yang berada di pinggir kampung itu dikelilingi pagar yang terbuat dari batu bata merah yang tersusun rapi.

Gapura masuk makam juga dibuat cantik layaknya masuk gapura situs sejarah zaman kerajaan. Cat warna-warni menghiasi ribuan batu nisan yang berada di dalam makam. Begitu juga ratusan pohon yang ada di makam Islam itu. “Kesepakatan warga dihias agar tidak ada kesan angker,” terang Kosim, juru kunci makam tersebut.

Pria 52 tahun itu mengungkapkan, selain dicat sejumlah fasilitas juga sudah tersedia di makam itu. Mulai dari lampu penerangan yang merata, sumur dan kran tempat cuci tangan dan membasuh kaki, kotak infaq hingga kerandah jenazah yang tersimpan rapi dalam ruang khusus.

Kosim menerangkan, warga setempat mulai mengecat area makam itu sejak bulan Ramadan kemarin. “Habis 80 kaleng cat,” katanya.

Untuk dana operasional juga dari swadaya masyarakat dan sejumlah donatur yang peduli dengan makam itu. Proses perbaikan dan pengecatan juga dilakukan dengan gotong royong warga.

Di makam ini, lanjut Kosim, sudah lebih dari ribuan jenazah dimakamkan. “Kadang kalau gali makam juga sempat menemukan bekas tulang. Saking padatnya,” sambungnya. (*/nis)

Makam Desa Balongdowo, Kecamatan Candi

Makam di Desa Balongdowo, Kecamatan Candi tak lagi seram. Makam yang identik dengan kesan horor itu kini asyik untuk selfie. Warga telah menghias makam desa itu dengan cat warna-warni.

Hendrik Muchlison
Wartawan Radar Sidoarjo

Kesan menakutkan yang biasa melekat pada makam langsung sirna saat mengunjungi makam di Desa Balongdowo itu. Makam yang berada di pinggir kampung itu dikelilingi pagar yang terbuat dari batu bata merah yang tersusun rapi.

Gapura masuk makam juga dibuat cantik layaknya masuk gapura situs sejarah zaman kerajaan. Cat warna-warni menghiasi ribuan batu nisan yang berada di dalam makam. Begitu juga ratusan pohon yang ada di makam Islam itu. “Kesepakatan warga dihias agar tidak ada kesan angker,” terang Kosim, juru kunci makam tersebut.

Pria 52 tahun itu mengungkapkan, selain dicat sejumlah fasilitas juga sudah tersedia di makam itu. Mulai dari lampu penerangan yang merata, sumur dan kran tempat cuci tangan dan membasuh kaki, kotak infaq hingga kerandah jenazah yang tersimpan rapi dalam ruang khusus.

Kosim menerangkan, warga setempat mulai mengecat area makam itu sejak bulan Ramadan kemarin. “Habis 80 kaleng cat,” katanya.

Untuk dana operasional juga dari swadaya masyarakat dan sejumlah donatur yang peduli dengan makam itu. Proses perbaikan dan pengecatan juga dilakukan dengan gotong royong warga.

Di makam ini, lanjut Kosim, sudah lebih dari ribuan jenazah dimakamkan. “Kadang kalau gali makam juga sempat menemukan bekas tulang. Saking padatnya,” sambungnya. (*/nis)

Most Read

Berita Terbaru


/