alexametrics
27 C
Sidoarjo
Tuesday, 24 May 2022

Hias Pot Bunga, Asbak, hingga Celengan Bernilai Ekonomis

Kreatifitas Warga Binaan Rutan Medaeng

Meski kunjungan langsung di Rutan Kelas I Surabaya di Medaeng masih ditutup akibat wabah Covid-19, tidak membuat 10 Warga Binaan Pemasyatakatan (WBP) miskin kegiatan. Kondisi itu justru membuat mereka kaya ide dengan mengembangkan berbagai kerajinan bernilai ekonomis tinggi.

LUKMAN AL FARISI
Wartawan Radar Sidoarjo

Pagi itu, dua orang warga binaan di Rutan Medaeng terlihat asyik mengecat berbagai bentuk pot bunga. Tangan-tangn mereka juga nampak lihai memberi motif berbagai karakter bunga. Berbagai cat berwarna juga tersedia lengkap menemani berbagai ukuran kuas. “Sejak ada wabah Covid-19 mereka memang punya kegiatan mendesain motif berbagai pot bunga, mereka sangat senang ada kegiatan itu,” kata Kasi Pelayanan Tahanan Rutan Kelas I Surabaya Ahmad Nuri Dhuka.

Menariknya, bukan hanya pot bunga yang mempu mereka sulap dengan berbagai motif dan warna nan cantik. Ada pula celengan uang hingga asbak rokok. Semuanya diberi sentuhan warna yang apik, hingga membuat siapa saja yang melihatnya kagum.

Dhuka menuturkan, hasil karya para warga binaan itu kemudian dijual. Dibantu pihak rutan, karya para tahanan itu dipasarkan via online. Harganya pun beragam, tergantung ukuran, jenis dan karakter motifnya. “Mereka juga biasa memberi hadiah kepada keluarganya, biasanya mereka membeli dan diberikan kepada orang tercinta,” ujar Dhuka.

Tak hanya itu, ada pula yang membelinya sebagai souvernir. Bahkan hasil karya warga binaan itu juga diikutkan pameran. Ada 10 WBP yang secara intens menggarap dengan menghias puluhan pot bungan, asbak serta celengan hingga bernilai ekonomi tinggi. “Kami hanya ingin, ketika mereka keluar dari tahanan sudah memiliki keterampilan untuk itu, sehingga mereka dapat bekerja sendiri,” jelasnya. (*/nis)

Kreatifitas Warga Binaan Rutan Medaeng

Meski kunjungan langsung di Rutan Kelas I Surabaya di Medaeng masih ditutup akibat wabah Covid-19, tidak membuat 10 Warga Binaan Pemasyatakatan (WBP) miskin kegiatan. Kondisi itu justru membuat mereka kaya ide dengan mengembangkan berbagai kerajinan bernilai ekonomis tinggi.

LUKMAN AL FARISI
Wartawan Radar Sidoarjo

Pagi itu, dua orang warga binaan di Rutan Medaeng terlihat asyik mengecat berbagai bentuk pot bunga. Tangan-tangn mereka juga nampak lihai memberi motif berbagai karakter bunga. Berbagai cat berwarna juga tersedia lengkap menemani berbagai ukuran kuas. “Sejak ada wabah Covid-19 mereka memang punya kegiatan mendesain motif berbagai pot bunga, mereka sangat senang ada kegiatan itu,” kata Kasi Pelayanan Tahanan Rutan Kelas I Surabaya Ahmad Nuri Dhuka.

Menariknya, bukan hanya pot bunga yang mempu mereka sulap dengan berbagai motif dan warna nan cantik. Ada pula celengan uang hingga asbak rokok. Semuanya diberi sentuhan warna yang apik, hingga membuat siapa saja yang melihatnya kagum.

Dhuka menuturkan, hasil karya para warga binaan itu kemudian dijual. Dibantu pihak rutan, karya para tahanan itu dipasarkan via online. Harganya pun beragam, tergantung ukuran, jenis dan karakter motifnya. “Mereka juga biasa memberi hadiah kepada keluarganya, biasanya mereka membeli dan diberikan kepada orang tercinta,” ujar Dhuka.

Tak hanya itu, ada pula yang membelinya sebagai souvernir. Bahkan hasil karya warga binaan itu juga diikutkan pameran. Ada 10 WBP yang secara intens menggarap dengan menghias puluhan pot bungan, asbak serta celengan hingga bernilai ekonomi tinggi. “Kami hanya ingin, ketika mereka keluar dari tahanan sudah memiliki keterampilan untuk itu, sehingga mereka dapat bekerja sendiri,” jelasnya. (*/nis)

Most Read

Berita Terbaru


/