alexametrics
28 C
Sidoarjo
Sunday, 22 May 2022

Polresta Gelar FGD Bersama Tim Divisi Humas Polri

Cegah Paham Radikal Dan Terorisme

Upaya mencegah paham radikal dan aksi terorisme terus digalakkan kepolisian. Tak tanggung-tanggung, Tim Divisi Humas Polri pun terjun langsung ke Jawa Timur untuk berdiskusi dengan sejumlah instansi demi menanggulangi radikalisme dan terorisme.

LUKMAN AL FARISI/Wartawan Radar Sidoarjo

“Terorisme Musuh Kita Bersama”. Topik itu menjadi perbincangan hangat dalam Focus Group Discussion (FGD) di gedung serba guna Polresta Sidoarjo, Selasa (9/3) pagi. Tak hanya itu, eks. teroris Muhammad Yusuf dan Syahrul Munif pun hadir sebagai pembicara.

“Kegiatan ini untuk memberikan ketahanan terhadap paham radikal yang juga menjadi bibit-bibit aksi terorisme di Indonesia,” kata Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Pol Dr. Ahmad Ramadhan.

Ini penting untuk didiskusikan mengingat 22 orang terduga teroris di Jawa Timur berhasil ditangkap di Jatim. Bahkan salah satu lokasi penangkapannya ada di Sidoarjo. Maka perlu pencegahan oleh Polri dengan cara preventif maupun preventif terhadap radikalisme.

Sebab, nenurut Ahmad, teroris dan radikal seperti sel-sel yang tidur yang suatu saat akan bangun dan bangkit serta sangat membahayakan orang banyak. Tokoh-tokoh masyarakat diharapkan dapat ikut membantu memerangi aksi terorisme di Indonesia.

“Jadi diharapkan hal ini dapat menjadikan pencegahan dan penanaman terhadap ketahanan masyarakat untuk tidak terpapar paham radikalisme,” ujar Ahmad.

Setidaknya ada dua kelompok jaringan teroris di Indonesia. yaitu jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) dan juga Jemaah Islamyah. Kelompok jamaah Islamyah terafiliasi dengan kelompok teroris Alkaidah, sedangkan kelompok teroris jamaah JAD terafiliasi dengan ISIS.  (*/opi)

 

Cegah Paham Radikal Dan Terorisme

Upaya mencegah paham radikal dan aksi terorisme terus digalakkan kepolisian. Tak tanggung-tanggung, Tim Divisi Humas Polri pun terjun langsung ke Jawa Timur untuk berdiskusi dengan sejumlah instansi demi menanggulangi radikalisme dan terorisme.

LUKMAN AL FARISI/Wartawan Radar Sidoarjo

“Terorisme Musuh Kita Bersama”. Topik itu menjadi perbincangan hangat dalam Focus Group Discussion (FGD) di gedung serba guna Polresta Sidoarjo, Selasa (9/3) pagi. Tak hanya itu, eks. teroris Muhammad Yusuf dan Syahrul Munif pun hadir sebagai pembicara.

“Kegiatan ini untuk memberikan ketahanan terhadap paham radikal yang juga menjadi bibit-bibit aksi terorisme di Indonesia,” kata Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Pol Dr. Ahmad Ramadhan.

Ini penting untuk didiskusikan mengingat 22 orang terduga teroris di Jawa Timur berhasil ditangkap di Jatim. Bahkan salah satu lokasi penangkapannya ada di Sidoarjo. Maka perlu pencegahan oleh Polri dengan cara preventif maupun preventif terhadap radikalisme.

Sebab, nenurut Ahmad, teroris dan radikal seperti sel-sel yang tidur yang suatu saat akan bangun dan bangkit serta sangat membahayakan orang banyak. Tokoh-tokoh masyarakat diharapkan dapat ikut membantu memerangi aksi terorisme di Indonesia.

“Jadi diharapkan hal ini dapat menjadikan pencegahan dan penanaman terhadap ketahanan masyarakat untuk tidak terpapar paham radikalisme,” ujar Ahmad.

Setidaknya ada dua kelompok jaringan teroris di Indonesia. yaitu jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) dan juga Jemaah Islamyah. Kelompok jamaah Islamyah terafiliasi dengan kelompok teroris Alkaidah, sedangkan kelompok teroris jamaah JAD terafiliasi dengan ISIS.  (*/opi)

 

Most Read

Berita Terbaru


/