alexametrics
26.7 C
Sidoarjo
Wednesday, 25 May 2022

Komunitas Ngetrail Manfaatkan Lahan Parkir untuk Latihan

Lemaskan Otot dengan Ngetrail

Penghobi trail tidak hanya membutuhkan motor yang tangguh dan handal. Tetapi, juga perlu bernyali tinggi untuk aktif melakoni salah satu olahraga ekstrem itu.

Hendrik Muchlison, Wartawan Radar Sidoarjo

Ada salah satu komunitas motor trail di Sidoarjo yang kini mulai aktif. Namanya Kemendeng Sidoarjo. Mereka biasanya berlatih di lahan sisa di kawasan Mal Pelayanan Publik (MPP).

Biasanya sore hari sampai menjelang Magrib. Sejumlah penghobi motor trail itu menjajal sirkuit sederhana di Jalan Lingkar Timur Sidoarjo itu. Ada empat sampai lima orang. Bergantian beradu cepat, atau sekedar melaju seorang diri.

Sirkutinya sederhana. Karena memang bukan sirkuti asli. Itu adalah sisa lahan parkir yang belum dipaving atau diaspal. Meski sederhana, di tempat itu juga sudah nampak lintasan. Kemudian gundukan tanah sisa di tempat itu juga dibentuk tanjakan. Niatnya agar seperti step up. Salah satu trek jumping yang biasa menjadi tantangan motor trail.

Amin, salah satu penghobi motor trail di tempat itu menceritakan, ia bersama rekan-rekannya mulai berlatih belum lama. “Baru-baru ini saja, sekedar mengisi waktu luang,” katanya. Namun, sesama penghobi motor trail sudah sering kumpul. Mulai dari sekedar nongkrong, hingga ngetrail di sejumlah daerah.

Bapak dua anak itu menambahkan, motor trail memang paling enak untuk melintasi hutan. Ada tanjakan, lumpur, hingga tebing ekstrem yang lebih menantang. “Di sini hanya untuk melemaskan otot saja,” imbuhnya.

Menurut Amin, penghobi motor trail sebagian besar anak laki-laki. Tetapi juga tidak sedikit dari kaum perempuan. Selain membutuhkan motor, hobi ini juga memerlukan nyali yang tinggi. “Saya belajar otodidak. Memang butuh nyali besar,” tuturnya. (*/vga)

 

Lemaskan Otot dengan Ngetrail

Penghobi trail tidak hanya membutuhkan motor yang tangguh dan handal. Tetapi, juga perlu bernyali tinggi untuk aktif melakoni salah satu olahraga ekstrem itu.

Hendrik Muchlison, Wartawan Radar Sidoarjo

Ada salah satu komunitas motor trail di Sidoarjo yang kini mulai aktif. Namanya Kemendeng Sidoarjo. Mereka biasanya berlatih di lahan sisa di kawasan Mal Pelayanan Publik (MPP).

Biasanya sore hari sampai menjelang Magrib. Sejumlah penghobi motor trail itu menjajal sirkuit sederhana di Jalan Lingkar Timur Sidoarjo itu. Ada empat sampai lima orang. Bergantian beradu cepat, atau sekedar melaju seorang diri.

Sirkutinya sederhana. Karena memang bukan sirkuti asli. Itu adalah sisa lahan parkir yang belum dipaving atau diaspal. Meski sederhana, di tempat itu juga sudah nampak lintasan. Kemudian gundukan tanah sisa di tempat itu juga dibentuk tanjakan. Niatnya agar seperti step up. Salah satu trek jumping yang biasa menjadi tantangan motor trail.

Amin, salah satu penghobi motor trail di tempat itu menceritakan, ia bersama rekan-rekannya mulai berlatih belum lama. “Baru-baru ini saja, sekedar mengisi waktu luang,” katanya. Namun, sesama penghobi motor trail sudah sering kumpul. Mulai dari sekedar nongkrong, hingga ngetrail di sejumlah daerah.

Bapak dua anak itu menambahkan, motor trail memang paling enak untuk melintasi hutan. Ada tanjakan, lumpur, hingga tebing ekstrem yang lebih menantang. “Di sini hanya untuk melemaskan otot saja,” imbuhnya.

Menurut Amin, penghobi motor trail sebagian besar anak laki-laki. Tetapi juga tidak sedikit dari kaum perempuan. Selain membutuhkan motor, hobi ini juga memerlukan nyali yang tinggi. “Saya belajar otodidak. Memang butuh nyali besar,” tuturnya. (*/vga)

 

Most Read

Berita Terbaru


/