alexametrics
29 C
Sidoarjo
Wednesday, 25 May 2022

Jaga Hutan dengan Sensor Deteksi Kebakaran

Kepedulian terhadap keberlangsungan hutan dapat dilakukan dengan cara kreatif. Seperti yang dilakukan pelajar di salah satu SMA Swasta di Sidoarjo ini. Mereka membuat anti kebakaran dan penebangan liar di hutan.

Hendrik Muchlison/Wartawan Radar Sidoarjo

Sensor itu merupakan hasil tangan kreatif dari Mukh Sholikhuddin dan Nasruddin Al Mutawakkil. Namanya Smart Alert Detect for Deforestation (Sadforest). Cara kerjanya, alat tersebut bakal menjadi sensor pendeteksi titik-titik kebakaran dan penebangan liar di sebuah hutan.

Sehingga, informasi kebakaran dan titik penebangan liar dapat dengan cepat diterima atau diketahui. Dengan demikian, hutan akan semakin terjaga dan lestari.

Apalagi, Indonesia yang berada di iklim tropis memiliki wilayah hutan yang cukup luas. Kebakaran hutan atau penebangan liar memang menjadi tantangan masalah hutan yang dihadapi indonesia.

Mukh Sholikhuddin menerangkan, inspirasi karya kreatif itu juga berkat kecintaanya dari pelajaran IPA (Ilmu Pengetahuan Alam). “Tujuannya untuk meminimalisir penggundulan hutan,” tuturnya.

Tidak sia – sia, karya dua bocah itu juga telah mampu menorekhan prestasi tingkat nasional. Yakni Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR) dan National Young Inventors Award (NYIA) 2020.

Tentunya hasil itu juga memberikan kebanggan tersendiri. Termasuk ikut membangga sekolahnya. Mukh Sholikhuddin berharap, karnyanya dapat bermanfaat untuk orang banyak. Salah satunya dengan mampu berperan menjaga hutan-hutan milik Indonesia. (*/opi)

Kepedulian terhadap keberlangsungan hutan dapat dilakukan dengan cara kreatif. Seperti yang dilakukan pelajar di salah satu SMA Swasta di Sidoarjo ini. Mereka membuat anti kebakaran dan penebangan liar di hutan.

Hendrik Muchlison/Wartawan Radar Sidoarjo

Sensor itu merupakan hasil tangan kreatif dari Mukh Sholikhuddin dan Nasruddin Al Mutawakkil. Namanya Smart Alert Detect for Deforestation (Sadforest). Cara kerjanya, alat tersebut bakal menjadi sensor pendeteksi titik-titik kebakaran dan penebangan liar di sebuah hutan.

Sehingga, informasi kebakaran dan titik penebangan liar dapat dengan cepat diterima atau diketahui. Dengan demikian, hutan akan semakin terjaga dan lestari.

Apalagi, Indonesia yang berada di iklim tropis memiliki wilayah hutan yang cukup luas. Kebakaran hutan atau penebangan liar memang menjadi tantangan masalah hutan yang dihadapi indonesia.

Mukh Sholikhuddin menerangkan, inspirasi karya kreatif itu juga berkat kecintaanya dari pelajaran IPA (Ilmu Pengetahuan Alam). “Tujuannya untuk meminimalisir penggundulan hutan,” tuturnya.

Tidak sia – sia, karya dua bocah itu juga telah mampu menorekhan prestasi tingkat nasional. Yakni Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR) dan National Young Inventors Award (NYIA) 2020.

Tentunya hasil itu juga memberikan kebanggan tersendiri. Termasuk ikut membangga sekolahnya. Mukh Sholikhuddin berharap, karnyanya dapat bermanfaat untuk orang banyak. Salah satunya dengan mampu berperan menjaga hutan-hutan milik Indonesia. (*/opi)

Most Read

Berita Terbaru


/