alexametrics
30 C
Sidoarjo
Monday, 16 May 2022

Diantar Keluarga, Tetangga, hingga Sahabat

Chacha, Eks Trio Macan, Dimakamkan di Sidoarjo

Sejumlah keluarga dan kerabat nampak histeris saat mantan personel Trio Macan, Yuselly Agus Stevy tiba di rumah duka, di Kompleks Perumahan Kedungturi Permai Blok I, Wage Taman. Jenazah wanita yang kerap disapa Chacha tiba sekitar pukul 19.00.

LUKMAN AL FARIS/Wartawan Radar Sidoarjo

Saat tiba, jenazah Chacha langsung dibawa ke Masjid Al-Muhajirin di Perumahan Kedung Turi Permai I Taman, Sidoarjo untuk disalati. Bahkan adik kandung Chaca, Bimmas, juga sempat berteriak memanggil-manggil nama kakaknya tersebut.

SELAMAT JALAN: Jenazah Chaca disalati di Masjid Al-Muhajirin di Perumahan Kedung Turi Permai I Taman, sebelum dimakamkan. (LUKMAN AL FARIS/RADAR SIDOARJO)

Jenazah Chacha dibawa ke pemakaman Aspol Wage I Desa Kedungturi. Di sana sejumlah kerabat korban nampak larut mengikuti prosesi pemakaman. Bahkan Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Sumardji juga terlihat mengikuti jalannya prosesi pemakaman.

“Kami turut berduka cita, semoga keluarga ditabahkan dan almarhumah mendapat tempat terbaiknya,” kata Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Sumardji.

Kaluarga mengenal Chaca sebagai sosok yang tetap rendah hati meski sudah menjadi sosok yang terkenal. Bahkan keluarga juga mengenal Chcaca sebagai sosok yang ramah kepada siapa pun. Termasuk kepada tetangga rumahnya.

“Meski sudah tenar namun almarhum ini tidak sombong, orangnya ramah dan mudah bergaul ke tetangga sekitar,” kata paman almarhum, Dedi Prayitno.

Raut kesedihan juga telihat jelas di wajah ayah Chcha, AKP Agus Achmad Hansip. Pria yang kini menjabat sebagai Wakasat Narkoba Polresta Sidoarjo itu juga terlihat berlinang air mata. Tak banyak kata yang bisa diucapkan Agus.

DIMAKAMKAN: Prosesi pemakaman Almarhum Chacha saat diikuti sejumlah kerabat hingga sahabat dan tetangganya. (LUKMAN AL FARIS/RADAR SIDOARJO)

Sebaliknya dia hanya mengucapkan banyak terima kasih kepada awak media yang juga menemuinya usai pemakaman. “Terima kasih banyak ya, terima kasih banyak,” kata Agus sembari bersalaman dengan para wartawan.

Meski matanya nampak merah akibat air mata, namun Agus seolah ingin menutupi kesedihannya itu saat bertemu awak media. Bahkan dia sempat mengajak bergurau awak media saat berpamitan untuk menemui para pelayat yang satang ke rumahnya.

“Sudah ya, saya mau masuk, kalau di sini terus nanti kena korona saya, hehehe,” ujar Agus sembari meninggalkan wartawan.

Chacha meninggal dunia, Selasa (5/1) di Rumah Sakit (RS) Ungaran, Jawa Tengah. Ia dilarikan ke rumah sakit setelah terlibat kecelakaan karambol di Tol Semarang-Solo KM 428, Senin sore (4/1). (*/opi)

Chacha, Eks Trio Macan, Dimakamkan di Sidoarjo

Sejumlah keluarga dan kerabat nampak histeris saat mantan personel Trio Macan, Yuselly Agus Stevy tiba di rumah duka, di Kompleks Perumahan Kedungturi Permai Blok I, Wage Taman. Jenazah wanita yang kerap disapa Chacha tiba sekitar pukul 19.00.

LUKMAN AL FARIS/Wartawan Radar Sidoarjo

Saat tiba, jenazah Chacha langsung dibawa ke Masjid Al-Muhajirin di Perumahan Kedung Turi Permai I Taman, Sidoarjo untuk disalati. Bahkan adik kandung Chaca, Bimmas, juga sempat berteriak memanggil-manggil nama kakaknya tersebut.

SELAMAT JALAN: Jenazah Chaca disalati di Masjid Al-Muhajirin di Perumahan Kedung Turi Permai I Taman, sebelum dimakamkan. (LUKMAN AL FARIS/RADAR SIDOARJO)

Jenazah Chacha dibawa ke pemakaman Aspol Wage I Desa Kedungturi. Di sana sejumlah kerabat korban nampak larut mengikuti prosesi pemakaman. Bahkan Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Sumardji juga terlihat mengikuti jalannya prosesi pemakaman.

“Kami turut berduka cita, semoga keluarga ditabahkan dan almarhumah mendapat tempat terbaiknya,” kata Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Sumardji.

Kaluarga mengenal Chaca sebagai sosok yang tetap rendah hati meski sudah menjadi sosok yang terkenal. Bahkan keluarga juga mengenal Chcaca sebagai sosok yang ramah kepada siapa pun. Termasuk kepada tetangga rumahnya.

“Meski sudah tenar namun almarhum ini tidak sombong, orangnya ramah dan mudah bergaul ke tetangga sekitar,” kata paman almarhum, Dedi Prayitno.

Raut kesedihan juga telihat jelas di wajah ayah Chcha, AKP Agus Achmad Hansip. Pria yang kini menjabat sebagai Wakasat Narkoba Polresta Sidoarjo itu juga terlihat berlinang air mata. Tak banyak kata yang bisa diucapkan Agus.

DIMAKAMKAN: Prosesi pemakaman Almarhum Chacha saat diikuti sejumlah kerabat hingga sahabat dan tetangganya. (LUKMAN AL FARIS/RADAR SIDOARJO)

Sebaliknya dia hanya mengucapkan banyak terima kasih kepada awak media yang juga menemuinya usai pemakaman. “Terima kasih banyak ya, terima kasih banyak,” kata Agus sembari bersalaman dengan para wartawan.

Meski matanya nampak merah akibat air mata, namun Agus seolah ingin menutupi kesedihannya itu saat bertemu awak media. Bahkan dia sempat mengajak bergurau awak media saat berpamitan untuk menemui para pelayat yang satang ke rumahnya.

“Sudah ya, saya mau masuk, kalau di sini terus nanti kena korona saya, hehehe,” ujar Agus sembari meninggalkan wartawan.

Chacha meninggal dunia, Selasa (5/1) di Rumah Sakit (RS) Ungaran, Jawa Tengah. Ia dilarikan ke rumah sakit setelah terlibat kecelakaan karambol di Tol Semarang-Solo KM 428, Senin sore (4/1). (*/opi)

Most Read

Berita Terbaru


/