alexametrics
31 C
Sidoarjo
Wednesday, 18 May 2022

Berkeliling Sidoarjo, Kenalkan Wayang ke Anak-Anak

Wayang Blang Bleng Ki Ompong Soedharsono

Masuknya berbagai budaya baru membuat budaya Indonesia tak banyak dikenal anak muda. Misalnya saja wayang. Hal tersebut membuat Ki Ompong Soedharsono harus turun gunung. Pria asal Blitar itu berkeliling Sidoarjo menggelar pewayangan.

LUKMAN AL FARISI
Wartawan Radar Sidoarjo

Sore itu, Ki Ompong Soedharsono tengah asyik memainkan sejumlah wayang. Pria yang beristri orang Temanggung itu menyebutnya sebagai Wayang Blang Bleng. Sejumlah wayang itu, nampak hanya ditancapkan ke batang pisang yang ada di depannya.

“Jadi sebenarnya berangkat dari keresahan saat melihat anak-anak kecil bermain HP. Ppadahal ada banyak budaya Indonesia yang perlu dikenal dan punya nilai baik,” kata pria yang kini tinggal di Temanggung itu.

Pergelaran wayang itu disaksikan beberapa anak kecil. Uniknya, Ki Ompong berkililing ke museum-museum dan tempat-tempat sakral, seperti candi. Setiap wayang digelar, selalu disisipkan permainan tradisional. Mulai dari engklek hingga egrang.

Menurutnya, dengan begitu, anak-anak bisa kenal situs budaya, permainan tradisional dan wayang sekaligus. Bahkan, Ki Ompong juga kerap mengundang anak kecil lintas kecamatan. Sehingga mereka akan saling kenal lewat pementasan wayang tersebut.

“Waktu saya pentas di Candi Tawangalun, saya juga bawa anak-anak dari Krian, kami ajak untuk menghayal bersama,” ujarnya sambil tertawa.

Diceritakannya, dia berangkat dari Temanggung ke Sidoarjo sejak Agustus lalu. Seluruh biaya dia tanggung sendiri. Bagusnya hanya satu, mengenalkan budaya Indonesia di tengah terpaan budaya luar. Selain ke Sidoarjo, dia berniat menggelar pentas ke daerah lain di Jawa Timur.

“Saya akan terus keliling, rencananya akan ke Malang, Pasuruan, hingga Trenggalek. Saya sudah biasa seperti ini, mengenalkan budaya ke anak-anak,” jelasnya. (*/opi)

Wayang Blang Bleng Ki Ompong Soedharsono

Masuknya berbagai budaya baru membuat budaya Indonesia tak banyak dikenal anak muda. Misalnya saja wayang. Hal tersebut membuat Ki Ompong Soedharsono harus turun gunung. Pria asal Blitar itu berkeliling Sidoarjo menggelar pewayangan.

LUKMAN AL FARISI
Wartawan Radar Sidoarjo

Sore itu, Ki Ompong Soedharsono tengah asyik memainkan sejumlah wayang. Pria yang beristri orang Temanggung itu menyebutnya sebagai Wayang Blang Bleng. Sejumlah wayang itu, nampak hanya ditancapkan ke batang pisang yang ada di depannya.

“Jadi sebenarnya berangkat dari keresahan saat melihat anak-anak kecil bermain HP. Ppadahal ada banyak budaya Indonesia yang perlu dikenal dan punya nilai baik,” kata pria yang kini tinggal di Temanggung itu.

Pergelaran wayang itu disaksikan beberapa anak kecil. Uniknya, Ki Ompong berkililing ke museum-museum dan tempat-tempat sakral, seperti candi. Setiap wayang digelar, selalu disisipkan permainan tradisional. Mulai dari engklek hingga egrang.

Menurutnya, dengan begitu, anak-anak bisa kenal situs budaya, permainan tradisional dan wayang sekaligus. Bahkan, Ki Ompong juga kerap mengundang anak kecil lintas kecamatan. Sehingga mereka akan saling kenal lewat pementasan wayang tersebut.

“Waktu saya pentas di Candi Tawangalun, saya juga bawa anak-anak dari Krian, kami ajak untuk menghayal bersama,” ujarnya sambil tertawa.

Diceritakannya, dia berangkat dari Temanggung ke Sidoarjo sejak Agustus lalu. Seluruh biaya dia tanggung sendiri. Bagusnya hanya satu, mengenalkan budaya Indonesia di tengah terpaan budaya luar. Selain ke Sidoarjo, dia berniat menggelar pentas ke daerah lain di Jawa Timur.

“Saya akan terus keliling, rencananya akan ke Malang, Pasuruan, hingga Trenggalek. Saya sudah biasa seperti ini, mengenalkan budaya ke anak-anak,” jelasnya. (*/opi)

Most Read

Berita Terbaru


/