alexametrics
28 C
Sidoarjo
Tuesday, 21 September 2021

PPKM Model Komunitas Sidoasik

Ajarkan Permainan Tradisional dengan Prokes Ketat

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat dimaknai berbeda oleh komunitas Sidoasik. Tanpa mengabaikan protokol kesehatan yang ketat, komunitas itu menganggap PPKM sebagai Program Permainan Keluarga Merdeka.

Rizky Putri Pratimi, Wartawan Radar Sidoarjo

Komunitas Sidoasik (Inspirasi Dolanan Sekitar Kita) memiliki kepedulian pada edukasi anak-anak di Kota Delta. Mereka memulai aksinya seiring diberlakukannya PPKM darurat oleh pemerintah untuk menekan penularan Covid-19.

Sidoasik kumpulan dari 70 komunitas. Anggotanya tersebar di Sidoarjo, Surabaya hingga Pasuruan. Nah, ditetapkannya PPKM darurat itu dilihatnya sebagai kesempatan emas. Mereka ingin mengajarkan anak-anak permainan tradisional tetap dengan protokol kesehatan (prokes) yang ketat

Mengapa? Agar anak tidak bosan berada di rumah dalam waktu yang lama. Selain itu turut memperkenalkan kembali permainan tradisional yang kini tidak banyak diketahui anak-anak.

Tim Networking Sidoasik Rifaul Doni mengatakan, selain memberi waktu bermain, PPKM ala Sidoasik dilakukan untuk memperingati hari anak.

“Orang tua harus membahagiakan dan tetap mengajak anak bermain. Meskipun belajar daring anak-anak lebih sering mainan gadget. Sidoasik ini mengurangi anak main gadget. Edukasi melalui permainan tradisional,” ungkapnya.

Permainannya sederhana saja. Seperti egrang, bakiak, sarung berjalan, bowling batu, dakon dan lain-lain. Dilakukannya bebas. Bisa di seluruh penjuru rumah masing-masing. Di teras, di ruang tamu atau di dapur.

“PPKM darurat tidak melarang untuk bisa bermain. Asalkan di sekitar rumah saja. Aturannya dengan prokes ketat, pakai masker. Selain edukasi bisa meningkatkan imun tubuh. Anak tidak stres dan tetap bahagia,” jelasnya. (*/vga)

 

 

Ajarkan Permainan Tradisional dengan Prokes Ketat

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat dimaknai berbeda oleh komunitas Sidoasik. Tanpa mengabaikan protokol kesehatan yang ketat, komunitas itu menganggap PPKM sebagai Program Permainan Keluarga Merdeka.

Rizky Putri Pratimi, Wartawan Radar Sidoarjo

Komunitas Sidoasik (Inspirasi Dolanan Sekitar Kita) memiliki kepedulian pada edukasi anak-anak di Kota Delta. Mereka memulai aksinya seiring diberlakukannya PPKM darurat oleh pemerintah untuk menekan penularan Covid-19.

Sidoasik kumpulan dari 70 komunitas. Anggotanya tersebar di Sidoarjo, Surabaya hingga Pasuruan. Nah, ditetapkannya PPKM darurat itu dilihatnya sebagai kesempatan emas. Mereka ingin mengajarkan anak-anak permainan tradisional tetap dengan protokol kesehatan (prokes) yang ketat

Mengapa? Agar anak tidak bosan berada di rumah dalam waktu yang lama. Selain itu turut memperkenalkan kembali permainan tradisional yang kini tidak banyak diketahui anak-anak.

Tim Networking Sidoasik Rifaul Doni mengatakan, selain memberi waktu bermain, PPKM ala Sidoasik dilakukan untuk memperingati hari anak.

“Orang tua harus membahagiakan dan tetap mengajak anak bermain. Meskipun belajar daring anak-anak lebih sering mainan gadget. Sidoasik ini mengurangi anak main gadget. Edukasi melalui permainan tradisional,” ungkapnya.

Permainannya sederhana saja. Seperti egrang, bakiak, sarung berjalan, bowling batu, dakon dan lain-lain. Dilakukannya bebas. Bisa di seluruh penjuru rumah masing-masing. Di teras, di ruang tamu atau di dapur.

“PPKM darurat tidak melarang untuk bisa bermain. Asalkan di sekitar rumah saja. Aturannya dengan prokes ketat, pakai masker. Selain edukasi bisa meningkatkan imun tubuh. Anak tidak stres dan tetap bahagia,” jelasnya. (*/vga)

 

 


Berita HITS

Berita Terbaru

Trending Tags