alexametrics
29 C
Sidoarjo
Wednesday, 25 May 2022

Guru MI di Tanggulangin Kembangkan Permainan Bernilai Pancasila

Farida Hanum, Guru MI di Tanggulangin

Inovasi dan kreativitas guru MI di Tanggulangin ini patut ditiru. Namanya Farida Hanum. Ia membuat permainan berisikan penanaman nilai Pancasila.

Hendrik Muchlison, Wartawan Radar Sidoarjo

Nama permainan itu adalah Boardgame QR Code. Perempuan kelahiran 1 Januari 1968 itu berusaha memadukan permainan monopoli yang sudah biasa dimainkan anak-anak dengan kombinasi QR Code.

Layaknya monopoli, permainan itu menggunakan peta kertas, uang mainan, pion, hingga dadu. Pemain akan menggunakan pion dan dadu untuk menentukan langkah.

Kemudian di kotak-kotak tertentu akan diberikan barcode. Barcode tersebut hanya bisa diakses dengan memanfaatkan handphone. Setelah discan, sejumlah pertanyaan akan muncul di handphone pemain itu.

“Perpaduan permainan tradisional dan digital,” katanya.

Farida menambahkan, pertanyaan yang muncul juga bukan soal nama kota ataupun negara tertentu. Melainkan berisi pertanyaan seputar nilai-nilai pancasila.

“Siswa atau pemain harus menjawab pertanyaan itu,” imbuhnya.

Selain mengembangkan permainan untuk anak-anak, Farida juga aktif menulis buku. Kegiatan itu sudah dimulai sejak 2013 lalu. Perjalanan menulisnya dimulai dari artikel populer dan kemudian fokus pada buku ber-ISBN.

Sedikitnya ada 12 buku berhasil ia tulis. Salah satunya seputar inovasi guru-guru di tengah pandemi Covid-19.  Di samping itu, Farida juga pernah membuat karya ilmah dengan mengkombinasikan dua aplikasi smart apps creator dengan book creator. Aplikasi tersebut dikombinasikan untuk media pembelajaran dalam menulis cerita pendek.

Hasilnya, sejumlah siswa yang memanfaatkan inovasi itu juga memiliki kemajuan dalam hal menulis. Tak lupa, kumpulan tulisan anak-anak didiknya itu juga diabadikan dalam sebuah buku. (*/vga)

Farida Hanum, Guru MI di Tanggulangin

Inovasi dan kreativitas guru MI di Tanggulangin ini patut ditiru. Namanya Farida Hanum. Ia membuat permainan berisikan penanaman nilai Pancasila.

Hendrik Muchlison, Wartawan Radar Sidoarjo

Nama permainan itu adalah Boardgame QR Code. Perempuan kelahiran 1 Januari 1968 itu berusaha memadukan permainan monopoli yang sudah biasa dimainkan anak-anak dengan kombinasi QR Code.

Layaknya monopoli, permainan itu menggunakan peta kertas, uang mainan, pion, hingga dadu. Pemain akan menggunakan pion dan dadu untuk menentukan langkah.

Kemudian di kotak-kotak tertentu akan diberikan barcode. Barcode tersebut hanya bisa diakses dengan memanfaatkan handphone. Setelah discan, sejumlah pertanyaan akan muncul di handphone pemain itu.

“Perpaduan permainan tradisional dan digital,” katanya.

Farida menambahkan, pertanyaan yang muncul juga bukan soal nama kota ataupun negara tertentu. Melainkan berisi pertanyaan seputar nilai-nilai pancasila.

“Siswa atau pemain harus menjawab pertanyaan itu,” imbuhnya.

Selain mengembangkan permainan untuk anak-anak, Farida juga aktif menulis buku. Kegiatan itu sudah dimulai sejak 2013 lalu. Perjalanan menulisnya dimulai dari artikel populer dan kemudian fokus pada buku ber-ISBN.

Sedikitnya ada 12 buku berhasil ia tulis. Salah satunya seputar inovasi guru-guru di tengah pandemi Covid-19.  Di samping itu, Farida juga pernah membuat karya ilmah dengan mengkombinasikan dua aplikasi smart apps creator dengan book creator. Aplikasi tersebut dikombinasikan untuk media pembelajaran dalam menulis cerita pendek.

Hasilnya, sejumlah siswa yang memanfaatkan inovasi itu juga memiliki kemajuan dalam hal menulis. Tak lupa, kumpulan tulisan anak-anak didiknya itu juga diabadikan dalam sebuah buku. (*/vga)

Most Read

Berita Terbaru


/