alexametrics
25 C
Sidoarjo
Saturday, 28 May 2022

Tertarik dengan Teater, Lihai Bermain Ventriloquism 

Dewi Kamilah Azzahra dan Boneka Ara (1)

Siapa sangka ketertarikan terhadap dunia teater membuat Dewi Kamilah Azzahra mulai mengenal berbagai seni. Remaja 12 tahun itu bahkan lihai memainkan ventriloquism, biola hingga puisi. Segudang prestasi pun pernah diraihnya.

LUKMAN AL FARISI/Wartawan Radar Sidoarjo

Bermula dari mata pelajaran teater di kelas 3, Dewi Kamilah Azzahra, mulai tertarik dengan dunia teater. Remaja yang lahir di Surabaya itu mulai mengikuti ekstrakurikuler tetaer sejak duduk di bangku kelas 4 Madrasah Ibtidaiyah (MI).

“Iya sejak kelas 4 sering ikut lomba dongeng mewakili sekolah. Bahkan dulu pernah juara 1 saat mengikuti lomba mendongeng tingkat Sidoarjo,” kata Zahra.

Tak disangka, keberhasilan Zahra menjadi juara di tingkat kabupaten membuat remaja yang kini duduk di bangku MTs itu mulai dipercaya mewakili Sidoarjo di tingkat provinsi. Dia sukses meraih juara harapan 2.

Sejak itu, Zahra yang tinggal di Desa Sidokepung, Buduran itu mulai mengenal Ara. Sebutan untuk boneka kecilnya dalam bermain ventriloquism. Sebuah seni yang memainkan suara perut atau berbicara tanpa menggerakkan bibir.

“Waktu ikut lomba di tingkat provinsi saya sudah sama Ara. Karena dulu juga sering nonton aksi boneka Susan, jadi terinspirasi akhirnya saya main dengan Ara,” kisahnya.

Kelihaian memainkan sulap suara membuat Zahra kerap tampil di berbagai event. Namun, sejak pandemi remaja yang lahir pada 2009 silam itu kini lebih banyak mengekspresikan karyanya melalui media sosialnya. Seperti Instagram.

“Jadi saat ini masih di Instagram, karena rencananya mau di YouTube juga namun masih belum aktif,” imbuh ibunda Zahra, Nur Rachmawati. (*/bersambung/vga)

Dewi Kamilah Azzahra dan Boneka Ara (1)

Siapa sangka ketertarikan terhadap dunia teater membuat Dewi Kamilah Azzahra mulai mengenal berbagai seni. Remaja 12 tahun itu bahkan lihai memainkan ventriloquism, biola hingga puisi. Segudang prestasi pun pernah diraihnya.

LUKMAN AL FARISI/Wartawan Radar Sidoarjo

Bermula dari mata pelajaran teater di kelas 3, Dewi Kamilah Azzahra, mulai tertarik dengan dunia teater. Remaja yang lahir di Surabaya itu mulai mengikuti ekstrakurikuler tetaer sejak duduk di bangku kelas 4 Madrasah Ibtidaiyah (MI).

“Iya sejak kelas 4 sering ikut lomba dongeng mewakili sekolah. Bahkan dulu pernah juara 1 saat mengikuti lomba mendongeng tingkat Sidoarjo,” kata Zahra.

Tak disangka, keberhasilan Zahra menjadi juara di tingkat kabupaten membuat remaja yang kini duduk di bangku MTs itu mulai dipercaya mewakili Sidoarjo di tingkat provinsi. Dia sukses meraih juara harapan 2.

Sejak itu, Zahra yang tinggal di Desa Sidokepung, Buduran itu mulai mengenal Ara. Sebutan untuk boneka kecilnya dalam bermain ventriloquism. Sebuah seni yang memainkan suara perut atau berbicara tanpa menggerakkan bibir.

“Waktu ikut lomba di tingkat provinsi saya sudah sama Ara. Karena dulu juga sering nonton aksi boneka Susan, jadi terinspirasi akhirnya saya main dengan Ara,” kisahnya.

Kelihaian memainkan sulap suara membuat Zahra kerap tampil di berbagai event. Namun, sejak pandemi remaja yang lahir pada 2009 silam itu kini lebih banyak mengekspresikan karyanya melalui media sosialnya. Seperti Instagram.

“Jadi saat ini masih di Instagram, karena rencananya mau di YouTube juga namun masih belum aktif,” imbuh ibunda Zahra, Nur Rachmawati. (*/bersambung/vga)

Most Read

Berita Terbaru


/