alexametrics
31 C
Sidoarjo
Tuesday, 24 May 2022

Penari Muda Binaan Sanggar Rizky Budoyo, Bersiap Ikut Festival

Sebagai pegiat seni tari di Sidoarjo, Rizky Niswarini Utami terus berusaha melestarikan seni tari. Caranya adalah dengan membina sejumlah penari muda yang memiliki minat tinggi dan berbakat. Termasuk mempersiapkan para penari binaan ke ajang nasional hingga internasional.

Hendrik Muchlison, Wartawan Radar Sidoarjo

Sedikitnya ada lima penari yang sekarang rajin berlatih di sanggar Rizky Budoyo milik Rizky. Mereka adalah Adelia Safira Rahayu, Sasiska Melinda Wijayanti, Aulia Novita Sari, Leticiabella Annisaqueen Aviko, dan Aliya Putri Dwi Ayuningtyas.

Latihan menari rutin dilakukan. Yakni seminggu tiga kali. Tujuannya agar kemampuan para penari berbakat itu terus berkembang. Rizky juga tidak hanya melatih gerakan menari, tetapi sejumlah etika dan sopan santun seorang penari juga diajarkan.

Tujuannya agar lebih menghayati jiwa penari sejak dini. Hari Jumat latihan tari tradisional. Sabtu belajar modeling, kepribadian seperti etika makan dan duduk. Sementara Minggu akan fokus untuk persiapan lomba tari.

“Ada fesitval tari Bali Nusantara yang digelar secara virtual 15 Agustus nanti,” ungkap Rizky.

Saat Radar Sidoarjo mengunjungi sanggar tari di Ngampelsari, Candi itu, suasana akrab dan guyub antara para penari dan pelatih juga nampak. Mereka makan dan masak bersama sebelum berlatih.

Kelima penari muda juga memiliki mimpi besar untuk bisa melestarikan seni tari hingga tingkat internasional.

Adelia misalnya, pelajar kelas XI SMK Airlangga Sidoarjo itu gemar menari karena mengikuti jejak ibunya yang juga suka menari. Lalu Sasiska, pelajar kelas XI SMAN 2 Sidoarjo itu sudah belajar menari sejak kelas 2 SD. Ia juga sudah sempat pentas di ajang nasional. Yakni di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) 2019 lalu.

Tak kalah bersemangat, tiga penari cilik yang masih duduk di bangku SD juga memiliki minat tinggi dalam mempelajari seni tari. Aulia, ia sudah belajar tari di sanggar itu satu tahun terakhir. Sementara Leticiabella menjadi siswa yang paling lama belajar di sanggar tari itu. Pelajar kelas IV SD itu sudah 4 tahun berlatih menari bersama Rizky.

“Pernah pentas dua kali di Jakarta,” kata siswi asal Magersari itu.

Sementara Aliya, menjadi peserta tari yang masih baru. Ia baru bergabung 5 bulan terakhir. Tetapi semangatnya tidak kalah dengan pelajar lain di sanggar itu

Rizky menambahkan, melatih menari sejak usia dini memang lebih mudah dibandingkan saat sudah dewasa. Karena badan dan gerakan akan lebih lentur dan mudah dibentuk. “Tapi walaupun kaku, asal minat tinggi akan cepat bisa juga,” pungkasnya. (*/vga)

Sebagai pegiat seni tari di Sidoarjo, Rizky Niswarini Utami terus berusaha melestarikan seni tari. Caranya adalah dengan membina sejumlah penari muda yang memiliki minat tinggi dan berbakat. Termasuk mempersiapkan para penari binaan ke ajang nasional hingga internasional.

Hendrik Muchlison, Wartawan Radar Sidoarjo

Sedikitnya ada lima penari yang sekarang rajin berlatih di sanggar Rizky Budoyo milik Rizky. Mereka adalah Adelia Safira Rahayu, Sasiska Melinda Wijayanti, Aulia Novita Sari, Leticiabella Annisaqueen Aviko, dan Aliya Putri Dwi Ayuningtyas.

Latihan menari rutin dilakukan. Yakni seminggu tiga kali. Tujuannya agar kemampuan para penari berbakat itu terus berkembang. Rizky juga tidak hanya melatih gerakan menari, tetapi sejumlah etika dan sopan santun seorang penari juga diajarkan.

Tujuannya agar lebih menghayati jiwa penari sejak dini. Hari Jumat latihan tari tradisional. Sabtu belajar modeling, kepribadian seperti etika makan dan duduk. Sementara Minggu akan fokus untuk persiapan lomba tari.

“Ada fesitval tari Bali Nusantara yang digelar secara virtual 15 Agustus nanti,” ungkap Rizky.

Saat Radar Sidoarjo mengunjungi sanggar tari di Ngampelsari, Candi itu, suasana akrab dan guyub antara para penari dan pelatih juga nampak. Mereka makan dan masak bersama sebelum berlatih.

Kelima penari muda juga memiliki mimpi besar untuk bisa melestarikan seni tari hingga tingkat internasional.

Adelia misalnya, pelajar kelas XI SMK Airlangga Sidoarjo itu gemar menari karena mengikuti jejak ibunya yang juga suka menari. Lalu Sasiska, pelajar kelas XI SMAN 2 Sidoarjo itu sudah belajar menari sejak kelas 2 SD. Ia juga sudah sempat pentas di ajang nasional. Yakni di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) 2019 lalu.

Tak kalah bersemangat, tiga penari cilik yang masih duduk di bangku SD juga memiliki minat tinggi dalam mempelajari seni tari. Aulia, ia sudah belajar tari di sanggar itu satu tahun terakhir. Sementara Leticiabella menjadi siswa yang paling lama belajar di sanggar tari itu. Pelajar kelas IV SD itu sudah 4 tahun berlatih menari bersama Rizky.

“Pernah pentas dua kali di Jakarta,” kata siswi asal Magersari itu.

Sementara Aliya, menjadi peserta tari yang masih baru. Ia baru bergabung 5 bulan terakhir. Tetapi semangatnya tidak kalah dengan pelajar lain di sanggar itu

Rizky menambahkan, melatih menari sejak usia dini memang lebih mudah dibandingkan saat sudah dewasa. Karena badan dan gerakan akan lebih lentur dan mudah dibentuk. “Tapi walaupun kaku, asal minat tinggi akan cepat bisa juga,” pungkasnya. (*/vga)

Most Read

Berita Terbaru


/