alexametrics
25 C
Sidoarjo
Saturday, 28 May 2022

Kerja Ikhlas, Mengerti Pentingnya Menjaga Kesehatan

Kisah Penggali Kubur Pasien Covid-19 di TPU Delta Praloyo Asri (2-Habis)

Tidak ada kata lelah dalam benak Sukoyo. Kerjanya ikhlas. Pukul berapa pun, ia dan empat tim penggali kubur siap jika mendapat perintah. Banyak hikmah didapat oleh dia dan timnya.

Rizky Putri Pratimi
Wartawan Radar Sidoarjo

Setiap harinya, lima orang penggali kubur siaga 24 jam penuh. Sesuai protokol pemakaman, pasien Covid-19 yang meninggal dikuburkan paling lambat empat jam setelah wafat.

Begitu menerima laporan dari Dinkes Sidoarjo, tim segera bergegas menggali liang lahat. Ukurannya pun disesuaikan dengan peti jenazah.

Ketua penggali kubur TPU Delta Praloyo Asri, Sukoyo mengatakan, ukuran liang lahat dengan peti dan tanpa peti, jelas berbeda. “Dipastikan dulu, pasien datang dari mana. Ukuran petinya beda-beda. Sekarang sampai hafal,” kisahnya.

Pria kelahiran 1973 itu mengungkapkan, liang lahat jenazah pasien Covid-19 lebih lebar dan lebih panjang. Dalamnya 1,3 meter. Kalau liang biasa, kedalaman satu meter saja. Panjangnya bisa 2,25 meter.

Sukoyo menjelaskan saat prosesi penurunan jenazah, ahli waris diminta menjauh dulu. Menyaksikan pemakaman dari jarak minimal lima meter. “Kalau sudah diuruk, ahli waris bisa mendekat,” terangnya.

Pria yang sudah bekerja sebagai penggali makam di TPU Delta Praloyo Asri sejak tahun 2003 itu menambahkan, memakamkan jenazah pasien Covid-19 jadi pengalaman tak terlupakan. Meski lelah, Sukoyo menjalani pekerjaannya ini dengan ikhlas.

Banyak hikmah dipetiknya. Salah satunya soal kesehatan. “Kesehatan nomor satu. Saya akhirnya rutin minum vitamin yang diberikan Dinkes Sidoarjo,” ungkapnya. (*/nis)

Kisah Penggali Kubur Pasien Covid-19 di TPU Delta Praloyo Asri (2-Habis)

Tidak ada kata lelah dalam benak Sukoyo. Kerjanya ikhlas. Pukul berapa pun, ia dan empat tim penggali kubur siap jika mendapat perintah. Banyak hikmah didapat oleh dia dan timnya.

Rizky Putri Pratimi
Wartawan Radar Sidoarjo

Setiap harinya, lima orang penggali kubur siaga 24 jam penuh. Sesuai protokol pemakaman, pasien Covid-19 yang meninggal dikuburkan paling lambat empat jam setelah wafat.

Begitu menerima laporan dari Dinkes Sidoarjo, tim segera bergegas menggali liang lahat. Ukurannya pun disesuaikan dengan peti jenazah.

Ketua penggali kubur TPU Delta Praloyo Asri, Sukoyo mengatakan, ukuran liang lahat dengan peti dan tanpa peti, jelas berbeda. “Dipastikan dulu, pasien datang dari mana. Ukuran petinya beda-beda. Sekarang sampai hafal,” kisahnya.

Pria kelahiran 1973 itu mengungkapkan, liang lahat jenazah pasien Covid-19 lebih lebar dan lebih panjang. Dalamnya 1,3 meter. Kalau liang biasa, kedalaman satu meter saja. Panjangnya bisa 2,25 meter.

Sukoyo menjelaskan saat prosesi penurunan jenazah, ahli waris diminta menjauh dulu. Menyaksikan pemakaman dari jarak minimal lima meter. “Kalau sudah diuruk, ahli waris bisa mendekat,” terangnya.

Pria yang sudah bekerja sebagai penggali makam di TPU Delta Praloyo Asri sejak tahun 2003 itu menambahkan, memakamkan jenazah pasien Covid-19 jadi pengalaman tak terlupakan. Meski lelah, Sukoyo menjalani pekerjaannya ini dengan ikhlas.

Banyak hikmah dipetiknya. Salah satunya soal kesehatan. “Kesehatan nomor satu. Saya akhirnya rutin minum vitamin yang diberikan Dinkes Sidoarjo,” ungkapnya. (*/nis)

Most Read

Berita Terbaru


/