alexametrics
23 C
Sidoarjo
Thursday, 26 May 2022

Keterbatasan Membaca Tidak Menjadi Halangan

Untung Wardoyo, Perancang Busana Pengantin

Untung Wardoyo perancang busana senior di Sidoarjo ini punya segudang pengalaman. Meskipun punya keterbatasan membaca dan menulis tidak menjadikan sebuah penghalang untuk terus berkarya.

Rizky Putri Pratimi/Wartawan Radar Sidoarjo

Masih segar dalam ingatannya, saat masih duduk di bangku kelas dua sekolah dasar, Untung harus berhenti bersekolah. Bukan karena keinginannya. Melainkan keadaan ekonomi keluarga yang kala itu tidak stabil. Untung kecil, akhirnya ikut bekerja serabutan. Asalkan dapat uang untuk membantu keluarga.

Warga Urangagung ini pernah bekerja sebagai asisten perias hingga pegawai sebuah butik kenamaan.

Jalannya sebagai desainer mulai terbuka saat bekerja di butik pakaian pengantin terkenal di Sidoarjo awal tahun 2000. Tugasnya saat itu memasang payet pada gaun. Ternyata kesempatan bekerja disana dimanfaatkan Untung banyak belajar desain busana pengantin.

Berkat belajar otodidaknya saat itu, ketika tempat Untung bekerja mulai pailit, pria 52 tahun ini akhirnya memberanikan diri menerima pesanan desain busana karyanya sendiri.

Dari sanalah Untung kebanjiran pesanan. Ia bahkan memberikan jaminan maksimal baju pengantin karyanya jadi paling lambat satu bulan.

Lalu darimana Untung mendapat inspirasi desain ? “Banyak melihat gambar dari majalah. Ditambah kreatifitas sendiri. Orang-orang sekitar punya andil yang besar membantu saya dalam berkarya,” katanya.

Uniknya, busana karya Untung ini hanya dipakai bagi pengantin yang ia rias. Tidak disewakan secara umum pada calon pengantin yang lain.

“Punya kesan eksklusif. Saya juga sesuaikan dengan ukuran badan pengantin. Kalau tidak ada yang cocok, saya buatkan baru,” ungkapnya. (*/nis)

Untung Wardoyo, Perancang Busana Pengantin

Untung Wardoyo perancang busana senior di Sidoarjo ini punya segudang pengalaman. Meskipun punya keterbatasan membaca dan menulis tidak menjadikan sebuah penghalang untuk terus berkarya.

Rizky Putri Pratimi/Wartawan Radar Sidoarjo

Masih segar dalam ingatannya, saat masih duduk di bangku kelas dua sekolah dasar, Untung harus berhenti bersekolah. Bukan karena keinginannya. Melainkan keadaan ekonomi keluarga yang kala itu tidak stabil. Untung kecil, akhirnya ikut bekerja serabutan. Asalkan dapat uang untuk membantu keluarga.

Warga Urangagung ini pernah bekerja sebagai asisten perias hingga pegawai sebuah butik kenamaan.

Jalannya sebagai desainer mulai terbuka saat bekerja di butik pakaian pengantin terkenal di Sidoarjo awal tahun 2000. Tugasnya saat itu memasang payet pada gaun. Ternyata kesempatan bekerja disana dimanfaatkan Untung banyak belajar desain busana pengantin.

Berkat belajar otodidaknya saat itu, ketika tempat Untung bekerja mulai pailit, pria 52 tahun ini akhirnya memberanikan diri menerima pesanan desain busana karyanya sendiri.

Dari sanalah Untung kebanjiran pesanan. Ia bahkan memberikan jaminan maksimal baju pengantin karyanya jadi paling lambat satu bulan.

Lalu darimana Untung mendapat inspirasi desain ? “Banyak melihat gambar dari majalah. Ditambah kreatifitas sendiri. Orang-orang sekitar punya andil yang besar membantu saya dalam berkarya,” katanya.

Uniknya, busana karya Untung ini hanya dipakai bagi pengantin yang ia rias. Tidak disewakan secara umum pada calon pengantin yang lain.

“Punya kesan eksklusif. Saya juga sesuaikan dengan ukuran badan pengantin. Kalau tidak ada yang cocok, saya buatkan baru,” ungkapnya. (*/nis)

Most Read

Berita Terbaru


/