alexametrics
24 C
Sidoarjo
Wednesday, 17 August 2022

Setahun, Pemkab Sidoarjo Targetkan Muncul 720 Wirausaha Baru

SIDOARJO – Upaya mengurangi pengangguran dan kemiskinan salah satunya dilakukan pemkab dengan membuka lapangan kerja baru. Caranya dengan mengajak dan memotivasi masyarakat untuk menjadi wirausaha.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Sidoarjo Edi Kurniadi mengatakan, dalam setahun ditargetkan bisa muncul 720 wirausaha baru. Tidak sekedar memasang target, pihaknya juga memberikan pelatihan. Sehingga calon wirausahawan bisa lebih memahami dan mampu menjalankan usahanya dengan baik.

Dia menjelaskan, pelatihan yang diberikan dibagi dalam dua sesi. Yakni pada semester I dan semester II. Pada setiap sesi ada 360 calon wirausahawan yang dilatih.

Pada pelatihan tersebut, pihaknya menghadirkan sejumlah narasumber. Mulai dari akademisi, perbankan, bagian pengadaan barang dan jasa, motivator, hingga expert marketplace.

Edi menyebut, calon wirausahawan perlu difasilitasi dengan sejumlah pelatihan agar kemampuan dan hasil produk mereka bisa mempunyai daya saing. ”Tidak hanya di tingkat kabupaten, namun kalau bisa nasional bahkan internasional,” katanya.

Selain itu, ada beberapa aspek yang sangat perlu diberikan kepada para calon wirausahawan. Seperti motivasi usaha, masalah perizinan, pengelolaan keuangan dasar, pengemasan, marketplace. Pihaknya mendorong agar produk mereka bisa masuk ke dalam e-katalog lokal. ”Itu nantinya yang akan bisa meramaikan penggunaaan produk dalam negeri,” imbuhnya.
Menurut Edi, program pelatihan untuk calon wirausahawan ini akan terus diadakan setiap tahun. Jumlah wirausahawan baru yang muncul merata di 18 kecamatan. Sebagian besar bergerak di bidang usaha makanan dan minuman. (nis/vga)

SIDOARJO – Upaya mengurangi pengangguran dan kemiskinan salah satunya dilakukan pemkab dengan membuka lapangan kerja baru. Caranya dengan mengajak dan memotivasi masyarakat untuk menjadi wirausaha.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Sidoarjo Edi Kurniadi mengatakan, dalam setahun ditargetkan bisa muncul 720 wirausaha baru. Tidak sekedar memasang target, pihaknya juga memberikan pelatihan. Sehingga calon wirausahawan bisa lebih memahami dan mampu menjalankan usahanya dengan baik.

Dia menjelaskan, pelatihan yang diberikan dibagi dalam dua sesi. Yakni pada semester I dan semester II. Pada setiap sesi ada 360 calon wirausahawan yang dilatih.

Pada pelatihan tersebut, pihaknya menghadirkan sejumlah narasumber. Mulai dari akademisi, perbankan, bagian pengadaan barang dan jasa, motivator, hingga expert marketplace.

Edi menyebut, calon wirausahawan perlu difasilitasi dengan sejumlah pelatihan agar kemampuan dan hasil produk mereka bisa mempunyai daya saing. ”Tidak hanya di tingkat kabupaten, namun kalau bisa nasional bahkan internasional,” katanya.

Selain itu, ada beberapa aspek yang sangat perlu diberikan kepada para calon wirausahawan. Seperti motivasi usaha, masalah perizinan, pengelolaan keuangan dasar, pengemasan, marketplace. Pihaknya mendorong agar produk mereka bisa masuk ke dalam e-katalog lokal. ”Itu nantinya yang akan bisa meramaikan penggunaaan produk dalam negeri,” imbuhnya.
Menurut Edi, program pelatihan untuk calon wirausahawan ini akan terus diadakan setiap tahun. Jumlah wirausahawan baru yang muncul merata di 18 kecamatan. Sebagian besar bergerak di bidang usaha makanan dan minuman. (nis/vga)

Most Read

Berita Terbaru


/