alexametrics
27 C
Sidoarjo
Wednesday, 17 August 2022

Cegah Penyimpangan di BUMN, Erick Thohir Perbaiki Sistem Kerja

JAKARTA – Menteri BUMN Erick Thohir tidak mau kasus-kasus penyelewengan yang kerap terjadi di lembaganya kembali terjadi. Orang nomor satu di Kementerian BUMN ini berkomitmen menegakkan Standar Operating Procedure (SOP) secara ketat dan melakukan evaluasi kepemimpinan secara berkelanjutan.

Erick Thohir mengatakan penegakkan SOP di BUMN sangat penting. Menurutnya, jika mampu dijalankan dengan baik, praktik-praktik korupsi di dalam tubuh perusahaan-perusahaan pelat merah akan mampu diminimalisir.

Eks Presiden Inter Milan itu juga mengatakan SOP yang baik mampu mencegah seorang pemimpin bertindak sewenang-wenang. Sebab, ada standar perusahaan yang harus dijalankan oleh pemimpin perusahaan untuk keberlangsungan perusahaan.

“Tidak mungkin yang namanya pemimpin yang bagus tanpa SOP. Akhirnya apa? Akhirnya pemimpin itu jadi korup karena berkuasa penuh,” tutur Erick Thohir.

Ia menjelaskan SOP juga harus selaras dengan kepemimpinan yang baik. Sebab jika pemimpin tidak mampu menjalankan prosedur perusahaan sesuai yang sudah ditetapkan maka akan menjadi penghambat hingga berujung pada penyimpangan kinerja.

“Lalu SOP yang bagus tapi tidak ada kepemimpinan yang baik juga percuma,” pungkas Erick Thohir.

Komitmen Erick Thohir untuk melakukan perbaikan di tubuh BUMN diapresiasi oleh Ketua Komisi Kejaksaan RI, Barita Simanjuntak. Menurutnya, Erick Thohir adalah sosok pemimpin yang memiliki sikap tegas dan tidak pandang bulu dalam upaya membersihkan BUMN dari para oknum koruptor.

“Kita apresiasi dan merasa bangga karena BUMN kita mulai dibersihkan di zaman Pak Erick Thohir ini ya. Beliau tegas dan tidak ada kompromi terhadap pelanggaran apalagi tindak pidana korupsi,” terang Barita.

Komitmen Erick Thohir memperbaiki sistem di dalam perusahaan-perusahaan BUMN terus membuahkan hasil. Terbukti, kasus-kasus mega korupsi yang merugikan negara hingga triliunan rupiah berhasil diselesaikan. Seperti kasus di PT Asuransi Jiwasraya (Persero), PT ASABRI (Persero) dan yang terbaru adalah terus mengungkap kasus PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dalam upaya penyelamatan. (rud/vga)

JAKARTA – Menteri BUMN Erick Thohir tidak mau kasus-kasus penyelewengan yang kerap terjadi di lembaganya kembali terjadi. Orang nomor satu di Kementerian BUMN ini berkomitmen menegakkan Standar Operating Procedure (SOP) secara ketat dan melakukan evaluasi kepemimpinan secara berkelanjutan.

Erick Thohir mengatakan penegakkan SOP di BUMN sangat penting. Menurutnya, jika mampu dijalankan dengan baik, praktik-praktik korupsi di dalam tubuh perusahaan-perusahaan pelat merah akan mampu diminimalisir.

Eks Presiden Inter Milan itu juga mengatakan SOP yang baik mampu mencegah seorang pemimpin bertindak sewenang-wenang. Sebab, ada standar perusahaan yang harus dijalankan oleh pemimpin perusahaan untuk keberlangsungan perusahaan.

“Tidak mungkin yang namanya pemimpin yang bagus tanpa SOP. Akhirnya apa? Akhirnya pemimpin itu jadi korup karena berkuasa penuh,” tutur Erick Thohir.

Ia menjelaskan SOP juga harus selaras dengan kepemimpinan yang baik. Sebab jika pemimpin tidak mampu menjalankan prosedur perusahaan sesuai yang sudah ditetapkan maka akan menjadi penghambat hingga berujung pada penyimpangan kinerja.

“Lalu SOP yang bagus tapi tidak ada kepemimpinan yang baik juga percuma,” pungkas Erick Thohir.

Komitmen Erick Thohir untuk melakukan perbaikan di tubuh BUMN diapresiasi oleh Ketua Komisi Kejaksaan RI, Barita Simanjuntak. Menurutnya, Erick Thohir adalah sosok pemimpin yang memiliki sikap tegas dan tidak pandang bulu dalam upaya membersihkan BUMN dari para oknum koruptor.

“Kita apresiasi dan merasa bangga karena BUMN kita mulai dibersihkan di zaman Pak Erick Thohir ini ya. Beliau tegas dan tidak ada kompromi terhadap pelanggaran apalagi tindak pidana korupsi,” terang Barita.

Komitmen Erick Thohir memperbaiki sistem di dalam perusahaan-perusahaan BUMN terus membuahkan hasil. Terbukti, kasus-kasus mega korupsi yang merugikan negara hingga triliunan rupiah berhasil diselesaikan. Seperti kasus di PT Asuransi Jiwasraya (Persero), PT ASABRI (Persero) dan yang terbaru adalah terus mengungkap kasus PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dalam upaya penyelamatan. (rud/vga)

Most Read

Berita Terbaru


/