alexametrics
29 C
Sidoarjo
Saturday, 21 May 2022

Andalkan Bukber Untuk Dongkrak Pendapatan

SIDOARJO – Pengusaha hotel dan resto harus pandai – pandai menangkap peluang untuk bisa bangkit di tengah pandemi Covid-19. Salah satunya dengan mengandalkan momen buka puasa untuk mendongkrak pendapatan.

Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia ( PHRI) Kabupaten Sidoarjo, Achmadi Subekti mengakui jika bulan ramadan ini sedikit memberi angin segar bagi pengusaha resto. Setidaknya ada peningkatan pengunjung yang berdampak pada penambahan pendapatan.

Peningkatan itu juga tidak lepas dari adanya momentum berbuka puasa di bulan ramadan. Tidak sedikit masyarakat menyempatkan berbuka di resto. Baik bersama keluarga ataupun rekan se profesi ataupun komunitas. “Saat ini untuk resto meningkat. Kalau untuk hotel adapun peningkatan tidak terlalu signufikan,” urai Achmadi.

Meski demikian, pengelola resto juga tidak mau kecolongan di tengah pandemi Covid-19 yang belum sepenuhnya terkendali ini. Para pengelola tetap berusaha menerapkan protokol kesehatan ketat untuk melayani pengunjung. “Lumayan untuk mendongkrak pendapatan, tapi standar prokes tetap dipakai,” imbuhnya.

Diakui pandemi Covid-19 memang menjadi tantangan besar bagi para pelaku usaha di semua sektor. Termasuk pengusaha hotel resto hingga kafe-kafe di Sidoarjo.

Pengalaman tahun lalu, okupansi hotel selama libur lebaran juga sisa 20 persen. Sementara untuk resto masih di angka 50 persen.

Diharapkan pandemi Covid-19 juga segera tuntas. Kemudian perekonomian kembali pulih, daya beli masyarakat juga pulih. (son/opi)

SIDOARJO – Pengusaha hotel dan resto harus pandai – pandai menangkap peluang untuk bisa bangkit di tengah pandemi Covid-19. Salah satunya dengan mengandalkan momen buka puasa untuk mendongkrak pendapatan.

Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia ( PHRI) Kabupaten Sidoarjo, Achmadi Subekti mengakui jika bulan ramadan ini sedikit memberi angin segar bagi pengusaha resto. Setidaknya ada peningkatan pengunjung yang berdampak pada penambahan pendapatan.

Peningkatan itu juga tidak lepas dari adanya momentum berbuka puasa di bulan ramadan. Tidak sedikit masyarakat menyempatkan berbuka di resto. Baik bersama keluarga ataupun rekan se profesi ataupun komunitas. “Saat ini untuk resto meningkat. Kalau untuk hotel adapun peningkatan tidak terlalu signufikan,” urai Achmadi.

Meski demikian, pengelola resto juga tidak mau kecolongan di tengah pandemi Covid-19 yang belum sepenuhnya terkendali ini. Para pengelola tetap berusaha menerapkan protokol kesehatan ketat untuk melayani pengunjung. “Lumayan untuk mendongkrak pendapatan, tapi standar prokes tetap dipakai,” imbuhnya.

Diakui pandemi Covid-19 memang menjadi tantangan besar bagi para pelaku usaha di semua sektor. Termasuk pengusaha hotel resto hingga kafe-kafe di Sidoarjo.

Pengalaman tahun lalu, okupansi hotel selama libur lebaran juga sisa 20 persen. Sementara untuk resto masih di angka 50 persen.

Diharapkan pandemi Covid-19 juga segera tuntas. Kemudian perekonomian kembali pulih, daya beli masyarakat juga pulih. (son/opi)

Most Read

Berita Terbaru


/