alexametrics
29 C
Sidoarjo
Friday, 20 May 2022

Paslon Ditantang Tuntaskan Masalah UMKM

SIDOARJO – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sidoarjo mendorong permasalahan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), jadi program prioritas pasangan calon (paslon) pilkada. Karena, Kabupaten Sidoarjo memiliki UMKM dengan jumlah banyak yang perlu mendapat perhatian.

Ketua Kadin Sidoarjo Ahmad Roid menjabarkan, sedikitnya ada sekitar 248 ribu UMKM di Sidoarjo yang sedang berjuang di tengah gempuran pandemi Covid-19. “Permasalahan utama yang mereka (UMKM, Red) hadapi adalah soal pemasaran,” terangnya.

Mereka, lanjut Roid, sejatinya mampu memproduksi barang, sayangnya banyak yang numpuk atau tidak laku karena minim pemasaran. Dalam penjualan, para UMKM juga harus bersaing dengan produk luar negeri yang lebih murah ataupun produk lokal yang sejenis.

Karena itulah, di momentum Pilkada saat ini, Roid berharap dapat terpilih paslon yang mampu menuntaskan permasalahan UMKM itu. “Secara umum progam ketiga paslon masih sama, ada keunggulan dan kekuranganya,” imbuhnya.

Roid menyarankan, salah satu langkah keseriusan menuntaskan permasalahan UMKM di Sidoarjo dapat diwujudkan dengan pembentukan Peraturan Daerah (Perda) UMKM. Dimana hal itu menjadi wujud keseriusan kepala daerah baru dan legislatif dalam spesifik memecahkan masalah UMKM.

Spesifik soal masalah pemasaran, Roid juga menyarankan agar Pemkab bisa mengoptimalkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). “Bisa dibuat BUMD baru, atau mengoptimalkan yang lama tetapi ditambah fungsi pemasaran untuk UMKM,” katanya.

Berbicara soal pilihan dalam pilkada, Roid juga memberikan kebebasan anggota Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sidoarjo untuk menentukan pilihan. Karena memang secara instansi Kadin tidak memihak salah satu paslon mana pun.

Roid hanya berpesan kepada paslon agar mampu mengankat sejumlah potensi daerah yang ada di Sidoarjo. Pertama adalah soal UMKM, berikutnya Sidoarjo yang juga bisa disebut sebagai Kota Santri, dan mengangkat Sidoarjo sebagai kota Minapolitan.

Untuk Minapolitan misalnya, kampung-kampung ikan dapat dikembangkan di Sidoarjo. Karena garis pantai Sidoarjo juga cukup panjang. “Juga kembangkan industri pengolahan ikan, agar nilai jual ikan bisa naik,” tuturnya.

Disamping itu, Roid juga berharap kepala daerah yang terpilih bisa melakukan pembagian tugas dengan baik. “Jangan malah ada konflik internal,” pungkasnya. (son/opi)

SIDOARJO – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sidoarjo mendorong permasalahan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), jadi program prioritas pasangan calon (paslon) pilkada. Karena, Kabupaten Sidoarjo memiliki UMKM dengan jumlah banyak yang perlu mendapat perhatian.

Ketua Kadin Sidoarjo Ahmad Roid menjabarkan, sedikitnya ada sekitar 248 ribu UMKM di Sidoarjo yang sedang berjuang di tengah gempuran pandemi Covid-19. “Permasalahan utama yang mereka (UMKM, Red) hadapi adalah soal pemasaran,” terangnya.

Mereka, lanjut Roid, sejatinya mampu memproduksi barang, sayangnya banyak yang numpuk atau tidak laku karena minim pemasaran. Dalam penjualan, para UMKM juga harus bersaing dengan produk luar negeri yang lebih murah ataupun produk lokal yang sejenis.

Karena itulah, di momentum Pilkada saat ini, Roid berharap dapat terpilih paslon yang mampu menuntaskan permasalahan UMKM itu. “Secara umum progam ketiga paslon masih sama, ada keunggulan dan kekuranganya,” imbuhnya.

Roid menyarankan, salah satu langkah keseriusan menuntaskan permasalahan UMKM di Sidoarjo dapat diwujudkan dengan pembentukan Peraturan Daerah (Perda) UMKM. Dimana hal itu menjadi wujud keseriusan kepala daerah baru dan legislatif dalam spesifik memecahkan masalah UMKM.

Spesifik soal masalah pemasaran, Roid juga menyarankan agar Pemkab bisa mengoptimalkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). “Bisa dibuat BUMD baru, atau mengoptimalkan yang lama tetapi ditambah fungsi pemasaran untuk UMKM,” katanya.

Berbicara soal pilihan dalam pilkada, Roid juga memberikan kebebasan anggota Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sidoarjo untuk menentukan pilihan. Karena memang secara instansi Kadin tidak memihak salah satu paslon mana pun.

Roid hanya berpesan kepada paslon agar mampu mengankat sejumlah potensi daerah yang ada di Sidoarjo. Pertama adalah soal UMKM, berikutnya Sidoarjo yang juga bisa disebut sebagai Kota Santri, dan mengangkat Sidoarjo sebagai kota Minapolitan.

Untuk Minapolitan misalnya, kampung-kampung ikan dapat dikembangkan di Sidoarjo. Karena garis pantai Sidoarjo juga cukup panjang. “Juga kembangkan industri pengolahan ikan, agar nilai jual ikan bisa naik,” tuturnya.

Disamping itu, Roid juga berharap kepala daerah yang terpilih bisa melakukan pembagian tugas dengan baik. “Jangan malah ada konflik internal,” pungkasnya. (son/opi)

Most Read

Berita Terbaru


/