alexametrics
26 C
Sidoarjo
Tuesday, 21 September 2021

Airlangga Hartarto Ungkap Strategi Ekonomi Tetap Tumbuh Saat PPKM

JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan ada sejumlah faktor yang bisa menjadi mesin penggerak perekonomian nasional di tengah penerapan PPKM Level 4. Menurut Airlangga, mesin utama yang bisa menggerakkan perekonomian nasional saat ini adalah konsumsi domestik di Indonesia.

Ia mengakui, adanya sedikit penekanan mobilitas masyarakat pada penerapan PPKM Level 4 memang berpengaruh pada tingkat konsumsi domestik. Namun, pemerintah telah menyiapkan antisipasi agar tingkat konsumsi domestik masyarakat tetap terjaga selama PPKM Level 4 yang diperpanjang hingga 2 Agustus mendatang melalui berbagai bantuan sosial.

Selain konsumsi domestik, mesin penggerak ekonomi nasional juga terletak pada belanja pemerintah.

“Belanja pemerintah itu terus kita kondisikan agar serapan anggarannya bisa tercapai. Sehingga diharapkan terdapat pertumbuhan dalam belanja pemerintah,” ujar Airlangga, dalam acara di salah satu TV, Senin malam (26/7).

Ketua Umum DPP Partai Golkar ini menambahkan, penggerak perekonomian ketiga, yakni investasi. Airlangga menegaskan, pemerintah menjaga agar investasi terus masuk ke Indonesia. Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah adalah implementasi online single submission untuk memudahkan investasi masuk ke Indonesia.

Selain itu, ekspor juga menjadi salah satu mesin tambahan untuk menggerakkan roda perekonomian nasional.

“Ekspor ini dengan komoditas yang baik dan adanya pemulihan ekonomi global, sehingga demand-nya meningkat, diharapkan bisa menjadi buffer terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia,” tutur Airlangga.

Menko Perekonomian ini juga menjelaskan, salah satu akselerator menjaga perekonomian nasional yang akan didorong adalah digitalisasi. Saat ini perekonomian digital sudah mencapai USD 44 miliar. Pada 2025, diharapkan sudah mencapai USD 125 miliar.

“Inilah yang pemerintah terus dorong, dan diharapkan pada akhir tahun ini pertumbuhan ekonomi Indonesia masih di level 3,7 persen sampai dengan 4,5 persen. Masih positif,” kata Airlangga.

Namun, pemerintah juga meminta seluruh pihak bisa bekerja sama agar penyebaran Covid-19 bisa terkendali dengan disiplin PPKM Level 4. Terutama, masyarakat, pimpinan perusahaan, dan pemerintah daerah. Sebab, pemerintah pusat sudah menyiapkan agar mesin penggerak perekonomian nasional tetap tumbuh. (*)

JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan ada sejumlah faktor yang bisa menjadi mesin penggerak perekonomian nasional di tengah penerapan PPKM Level 4. Menurut Airlangga, mesin utama yang bisa menggerakkan perekonomian nasional saat ini adalah konsumsi domestik di Indonesia.

Ia mengakui, adanya sedikit penekanan mobilitas masyarakat pada penerapan PPKM Level 4 memang berpengaruh pada tingkat konsumsi domestik. Namun, pemerintah telah menyiapkan antisipasi agar tingkat konsumsi domestik masyarakat tetap terjaga selama PPKM Level 4 yang diperpanjang hingga 2 Agustus mendatang melalui berbagai bantuan sosial.

Selain konsumsi domestik, mesin penggerak ekonomi nasional juga terletak pada belanja pemerintah.

“Belanja pemerintah itu terus kita kondisikan agar serapan anggarannya bisa tercapai. Sehingga diharapkan terdapat pertumbuhan dalam belanja pemerintah,” ujar Airlangga, dalam acara di salah satu TV, Senin malam (26/7).

Ketua Umum DPP Partai Golkar ini menambahkan, penggerak perekonomian ketiga, yakni investasi. Airlangga menegaskan, pemerintah menjaga agar investasi terus masuk ke Indonesia. Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah adalah implementasi online single submission untuk memudahkan investasi masuk ke Indonesia.

Selain itu, ekspor juga menjadi salah satu mesin tambahan untuk menggerakkan roda perekonomian nasional.

“Ekspor ini dengan komoditas yang baik dan adanya pemulihan ekonomi global, sehingga demand-nya meningkat, diharapkan bisa menjadi buffer terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia,” tutur Airlangga.

Menko Perekonomian ini juga menjelaskan, salah satu akselerator menjaga perekonomian nasional yang akan didorong adalah digitalisasi. Saat ini perekonomian digital sudah mencapai USD 44 miliar. Pada 2025, diharapkan sudah mencapai USD 125 miliar.

“Inilah yang pemerintah terus dorong, dan diharapkan pada akhir tahun ini pertumbuhan ekonomi Indonesia masih di level 3,7 persen sampai dengan 4,5 persen. Masih positif,” kata Airlangga.

Namun, pemerintah juga meminta seluruh pihak bisa bekerja sama agar penyebaran Covid-19 bisa terkendali dengan disiplin PPKM Level 4. Terutama, masyarakat, pimpinan perusahaan, dan pemerintah daerah. Sebab, pemerintah pusat sudah menyiapkan agar mesin penggerak perekonomian nasional tetap tumbuh. (*)


Berita HITS

Berita Terbaru

Trending Tags