alexametrics
31 C
Sidoarjo
Tuesday, 24 May 2022

Lahan Tebu dan Produktivitas Tidak Seimbang

SIDOARJO – Masa giling pabrik gula di Sidoarjo sudah dekat. Dinas Pangan dan Pertanian (Dispaperta) Sidoarjo menyebut jika tidak ada aral melintang, masa giling akan dimulai pabrik gula di Kecamatan Candi akhir bulan ini. Sementara pabrik gula di Kecamatan Krembung, memulai masa giling pada awal Juni nanti.

Kasi Perkebunan Dispaperta Sidoarjo Ririn Budiarti mengungkapkan, luasan lahan tebu di Sidoarjo masih cukup luas menghasilkan gula untuk konsumsi warga Kota Delta dan sekitarnya.

Dari tahun ke tahun, luasan lahan tebu terus bertambah. Tetapi tidak setiap tahun, lahan yang bertambah itu diikuti jumlah produktivitas tebu yang juga bertambah.

Seperti pada 2016 lahan tebu Sidoarjo seluas 4.147 hektare. Dengan produksi 2.934.456 kuintal dan produktivitas 708 kuintal per hektare.

Puncak produktivitas lahan tebu di Sidoarjo ada di tahun 2017. Saat itu Kota Delta memiliki 4.220 hektare lahan. Produksi tebu 3.999.994 kuintal dengan produktivitas 948 kuintal per hektare.

Sementara pada 2020 lahan tebu meluas jadi 4.756 hektare. Produksi 3.563.845 kuintal, produktivitas 749 kuintal per hektare.

Dirinya memprediksi jika tahun ini produktivitas tebu juga akan menurun. Hal itu di karenakan banyak petani tebu yang alih komoditas pertanian lainnya seperti menanam padi atau holtikultura.

“Untuk komoditas bisa diketahui setelah tebu ditebang dan digiling,” katanya. (rpp/opi)

 

SIDOARJO – Masa giling pabrik gula di Sidoarjo sudah dekat. Dinas Pangan dan Pertanian (Dispaperta) Sidoarjo menyebut jika tidak ada aral melintang, masa giling akan dimulai pabrik gula di Kecamatan Candi akhir bulan ini. Sementara pabrik gula di Kecamatan Krembung, memulai masa giling pada awal Juni nanti.

Kasi Perkebunan Dispaperta Sidoarjo Ririn Budiarti mengungkapkan, luasan lahan tebu di Sidoarjo masih cukup luas menghasilkan gula untuk konsumsi warga Kota Delta dan sekitarnya.

Dari tahun ke tahun, luasan lahan tebu terus bertambah. Tetapi tidak setiap tahun, lahan yang bertambah itu diikuti jumlah produktivitas tebu yang juga bertambah.

Seperti pada 2016 lahan tebu Sidoarjo seluas 4.147 hektare. Dengan produksi 2.934.456 kuintal dan produktivitas 708 kuintal per hektare.

Puncak produktivitas lahan tebu di Sidoarjo ada di tahun 2017. Saat itu Kota Delta memiliki 4.220 hektare lahan. Produksi tebu 3.999.994 kuintal dengan produktivitas 948 kuintal per hektare.

Sementara pada 2020 lahan tebu meluas jadi 4.756 hektare. Produksi 3.563.845 kuintal, produktivitas 749 kuintal per hektare.

Dirinya memprediksi jika tahun ini produktivitas tebu juga akan menurun. Hal itu di karenakan banyak petani tebu yang alih komoditas pertanian lainnya seperti menanam padi atau holtikultura.

“Untuk komoditas bisa diketahui setelah tebu ditebang dan digiling,” katanya. (rpp/opi)

 

Most Read

Berita Terbaru


/