alexametrics
31 C
Sidoarjo
Tuesday, 24 May 2022

Usulkan Tiga Rencana Pulihkan Ekonomi

SIDOARJO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo memperhitungkan kemampuan fiskalnya untuk mempercepat pemulihan ekonomi dan menahan laju penambahan pengangguran serta kemiskinan di wilayahnya. Sejumlah kebijakan pun dikaji agar implementasinya tepat sasaran.

Setidaknya ada tiga usulan yang diajukan Pemkab pada perubahan anggaran keuangan (PAK) APBD yaitu mengalokasikan program padat karya tunai pedesaan, bantuan sosial ekonomi kepada usaha mikro serta subsidi bunga kredit bagi usaha mikro dengan BPR Delta Artha. “Itu sampai Desember 2020. Program tersebut untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di era pandemi Covid-19,” terang Plh Bupati Sidoarjo Achmad Zaini.

Pada program padat karya tunai pedesaan dicontohkan Zaini misalkan dalam pembangunan fisik yang sempat tertunda beberapa waktu lalu melibatkan tenaga dari penduduk sekitar. “Seperti membangun saluran air mencegah banjir karena sebentar lagi musim hujan,” jelasnya.

Sehingga dengan dipakainya tenaga masyarakat tersebut, bisa menyerap tenaga kerja. Pembayaran upahnya pun secara langsung diberikan pada masyarakat. Sambung Sekretaris Daerah itu, desa mana saja yang akan terlibat, kini masih dalam pembahasan.

Kemudian Pemkab akan memberikan bansos untuk meningkatkan modal pelaku usaha mikro. Untuk konteks ini, karena banyak jenis pelaku usaha mikro. Pemkab akan menggandeng seluruh dinas terkait. Tidak hanya Dinas Koperasi dan Usaha Mikro saja. Tapi Dinas Perikanan serta Dinas Pangan dan Pertanian. Sesuai dengan karakteristik tiap-tiap jenis usaha. “Harapannya bisa menambah modal yang selama ini terkendala. Nominalnya beragam,” tambahnya.

Sedangkan untuk subsidi suku bunga kredit bank akan melalui Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Delta Artha. Maka usaha kecil dan mikro yang mengajukan kredit langsung mendapat subsidi dari bank milik Pemkab Sidoarjo itu. “Kredit usaha rakyat daerah (KURDA,red),” tegasnya.

Direktur BPR Delta Artha Sofia Nurkrisnajati Atmaja menambahkan rincian bunga kredit untuk usaha mikro ini adalah subsidi 3 persen untuk debitur 7 persen subsidi bunga. (rpp/nis)

SIDOARJO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo memperhitungkan kemampuan fiskalnya untuk mempercepat pemulihan ekonomi dan menahan laju penambahan pengangguran serta kemiskinan di wilayahnya. Sejumlah kebijakan pun dikaji agar implementasinya tepat sasaran.

Setidaknya ada tiga usulan yang diajukan Pemkab pada perubahan anggaran keuangan (PAK) APBD yaitu mengalokasikan program padat karya tunai pedesaan, bantuan sosial ekonomi kepada usaha mikro serta subsidi bunga kredit bagi usaha mikro dengan BPR Delta Artha. “Itu sampai Desember 2020. Program tersebut untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di era pandemi Covid-19,” terang Plh Bupati Sidoarjo Achmad Zaini.

Pada program padat karya tunai pedesaan dicontohkan Zaini misalkan dalam pembangunan fisik yang sempat tertunda beberapa waktu lalu melibatkan tenaga dari penduduk sekitar. “Seperti membangun saluran air mencegah banjir karena sebentar lagi musim hujan,” jelasnya.

Sehingga dengan dipakainya tenaga masyarakat tersebut, bisa menyerap tenaga kerja. Pembayaran upahnya pun secara langsung diberikan pada masyarakat. Sambung Sekretaris Daerah itu, desa mana saja yang akan terlibat, kini masih dalam pembahasan.

Kemudian Pemkab akan memberikan bansos untuk meningkatkan modal pelaku usaha mikro. Untuk konteks ini, karena banyak jenis pelaku usaha mikro. Pemkab akan menggandeng seluruh dinas terkait. Tidak hanya Dinas Koperasi dan Usaha Mikro saja. Tapi Dinas Perikanan serta Dinas Pangan dan Pertanian. Sesuai dengan karakteristik tiap-tiap jenis usaha. “Harapannya bisa menambah modal yang selama ini terkendala. Nominalnya beragam,” tambahnya.

Sedangkan untuk subsidi suku bunga kredit bank akan melalui Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Delta Artha. Maka usaha kecil dan mikro yang mengajukan kredit langsung mendapat subsidi dari bank milik Pemkab Sidoarjo itu. “Kredit usaha rakyat daerah (KURDA,red),” tegasnya.

Direktur BPR Delta Artha Sofia Nurkrisnajati Atmaja menambahkan rincian bunga kredit untuk usaha mikro ini adalah subsidi 3 persen untuk debitur 7 persen subsidi bunga. (rpp/nis)

Most Read

Berita Terbaru


/