alexametrics
25 C
Sidoarjo
Saturday, 28 May 2022

Trilliun Group Berikan Set Pipa Hidroponik dan Kran UNNU Cuci Tangan

SIDOARJO – Trilliun Group ikut peduli terhadap kemandirian masyarakat di tengah pandemi Covid-19. Salah satunya dengan memberikan bantuan pipa bebas timbal untuk pengembangan tanaman hidroponik dan wadah kran cuci tangan di Kampung Literasi Tapak Kali Bendo, Desa Tebel, Gedangan, Sidoarjo, Sabtu (26/6).

Ada tiga set rangka hidroponik yang diberikan kepada warga oleh perusahaan yang termasuk dalam Trilliun Group itu. Ditempat itu pula, warga di kampung literasi mendapatkan edukasi merangkai pipa untuk hiroponik dan termasuk pembelajaran merawat tanamannya yang dibimbing langsung petugas dari Dinas Pangan Pertanian Sidoarjo.

Zaenal, Marketing Trilliun Group menerangkan, dalam kondisi pandemi seperti ini diharapkan masyarakat dapat memiliki kegiatan positif sehingga tetap mampu survive dan berdaya. “Potensi di Kampung Tapak Kali Bendo ini besar, kami berharap bisa menjadi kampung pusat hidroponik,” katanya.

Dia menambahkan, pipa Trilliunpureflo sangat cocok untuk pengembangan tanaman hidroponik. Pipa ini merupakan produk kualitas premium perusahaan di Beji Pasuruan yang telah mendapat rekor Muri Indonesia sebagai pipa bebas timbal pertama di Indonesia. Dan bersertifikat NSF Amerika Serikat.

SEMANGAT: Warga Kampung Tapak Kali Bendo, Tebel saat memasang pipa Hidroponik bantuan dari Trilliun Group. (HENDRIK MUCHLISON/RADAR SIDOARJO)

“Hidroponik dapat meningkatkan ketahanan pangan di masyarakat, dengan kemandirian memproduksi bahan pangan sendiri untuk dikonsumsi maka pipa bebas timbal harus dipakai,” imbuhnya.

Selain suport rangkaian hidroponik, perusahaan di Beji, Pasuruan itu juga memberikan set wadah dan kran UNNU untuk cuci tangan. Mengingat kondisi yang masih pandemi, maka masyarakat juga disarankan untuk menjaga 5 M. Salah satunya sering mencuci tangan.
“Ini nanti juga akan terus dikembangkan ke komunitas atau kampung-kampung lain,” ujarnya.

Sementara itu, Suroto ketua penggerak lingkungan di kampung itu menyambut baik bantuan set tanaman hidroponik tersebut. Ke depan ia akan menularkan terus kepada warga setempat agar mau dan bisa memanfaatkan lahan-lahan sempit yang ada untuk pengembangan tanaman hidroponik. “Jadi ke depan bisa menjadi kampung hidroponik,” katanya.

Nantinya kampung di RT 1/RW 1 itu menjadi paket lengkap. Yang menyediakan edukasi, bahan hingga tanaman hidroponik. “Untuk pengembangan hidroponik ini yang pertama disini,” katanya.

Sehingga jika nanti semua warga sudah aktif untuk mengembangkan hidroponik, kampung ini akan menjadi produsen. Dan tentu akan menambah pendapatan warga setempat secara mandiri. (son/vga)

SIDOARJO – Trilliun Group ikut peduli terhadap kemandirian masyarakat di tengah pandemi Covid-19. Salah satunya dengan memberikan bantuan pipa bebas timbal untuk pengembangan tanaman hidroponik dan wadah kran cuci tangan di Kampung Literasi Tapak Kali Bendo, Desa Tebel, Gedangan, Sidoarjo, Sabtu (26/6).

Ada tiga set rangka hidroponik yang diberikan kepada warga oleh perusahaan yang termasuk dalam Trilliun Group itu. Ditempat itu pula, warga di kampung literasi mendapatkan edukasi merangkai pipa untuk hiroponik dan termasuk pembelajaran merawat tanamannya yang dibimbing langsung petugas dari Dinas Pangan Pertanian Sidoarjo.

Zaenal, Marketing Trilliun Group menerangkan, dalam kondisi pandemi seperti ini diharapkan masyarakat dapat memiliki kegiatan positif sehingga tetap mampu survive dan berdaya. “Potensi di Kampung Tapak Kali Bendo ini besar, kami berharap bisa menjadi kampung pusat hidroponik,” katanya.

Dia menambahkan, pipa Trilliunpureflo sangat cocok untuk pengembangan tanaman hidroponik. Pipa ini merupakan produk kualitas premium perusahaan di Beji Pasuruan yang telah mendapat rekor Muri Indonesia sebagai pipa bebas timbal pertama di Indonesia. Dan bersertifikat NSF Amerika Serikat.

SEMANGAT: Warga Kampung Tapak Kali Bendo, Tebel saat memasang pipa Hidroponik bantuan dari Trilliun Group. (HENDRIK MUCHLISON/RADAR SIDOARJO)

“Hidroponik dapat meningkatkan ketahanan pangan di masyarakat, dengan kemandirian memproduksi bahan pangan sendiri untuk dikonsumsi maka pipa bebas timbal harus dipakai,” imbuhnya.

Selain suport rangkaian hidroponik, perusahaan di Beji, Pasuruan itu juga memberikan set wadah dan kran UNNU untuk cuci tangan. Mengingat kondisi yang masih pandemi, maka masyarakat juga disarankan untuk menjaga 5 M. Salah satunya sering mencuci tangan.
“Ini nanti juga akan terus dikembangkan ke komunitas atau kampung-kampung lain,” ujarnya.

Sementara itu, Suroto ketua penggerak lingkungan di kampung itu menyambut baik bantuan set tanaman hidroponik tersebut. Ke depan ia akan menularkan terus kepada warga setempat agar mau dan bisa memanfaatkan lahan-lahan sempit yang ada untuk pengembangan tanaman hidroponik. “Jadi ke depan bisa menjadi kampung hidroponik,” katanya.

Nantinya kampung di RT 1/RW 1 itu menjadi paket lengkap. Yang menyediakan edukasi, bahan hingga tanaman hidroponik. “Untuk pengembangan hidroponik ini yang pertama disini,” katanya.

Sehingga jika nanti semua warga sudah aktif untuk mengembangkan hidroponik, kampung ini akan menjadi produsen. Dan tentu akan menambah pendapatan warga setempat secara mandiri. (son/vga)

Most Read

Berita Terbaru


/