alexametrics
26.7 C
Sidoarjo
Wednesday, 25 May 2022

Rampung Dibangun, Tol Krian-Bunder Sudah Siap Dioperasikan

SIDOARJO – Pembangunan Tol Krian-Legundi-Bunder-Manyar (KLBM) sudah rampung hingga ruas Bunder, Gresik. Rencananya, akhir November ini tol sepanjang 38,29 kilometer (km) itu akan resmi beroperasi. Lazimnya jalur bebas hambatan baru, maka selama dua minggu Tol KLBM akan beroperasi secara gratis.

“Secara teknis dan administrasi sudah siap dioperasikan. Ruas KLBM merupakan inisiasi dengan panjang tol 38,39 km dari Sidoarjo ke Gresik,” ungkap Direktur Teknik PT Waskita Bumi Wira, Norman Hidayat, Selasa (24/11).

PT Waskita Karya (Persero) Tbk masih terus ekspansif dalam pengembangan infrastruktur di Jawa Timur. Ada tiga ruas tol yang pembangunannya dilakukan oleh perseroan. Selain membangun Tol KLBM dengan nilai investasi proyek mencapai Rp 12,22 triliun, mereka juga membangun ruas Tol Pasuruan-Probolinggo sepanjang 43,75 km dengan nilai investasi Rp 6,36 triliun. Serta ruas Tol Probolinggo-Banyuwangi dengan nilai kontrak mencapai Rp 1,05 triliun.

Direktur Utama Waskita Karya Destiawan Soewardjono mengatakan, pembangunan Tol KLBM akan memberikan aksesibilitas atau mobilisasi yang sangat baik bagi kendaraan logistik ke kawasan industri Java Integrated and Ports Estate (JIIPE), yang merupakan kawasan industri terintegrasi pertama di Indonesia dan terbesar di Jawa Timur. “Tol ini akan menjadi backbone pada jalur logistik di Jawa Timur,” kata Destiawan.

Diungkapkannya, pembangunan Tol KLBM terdiri atas empat seksi. Pada Seksi 1 Krian-Kademean Menganti sepanjang 9,77 km dengan progres konstruksi telah mencapai 100 persen. Seksi 2 Kademean- Menganti-Boboh sepanjang 8,83 km progres konstruksi telah mencapai 100 persen. Seksi 3 Boboh-Bunder sepanjang 10,40 km progres konstruksi telah mencapai 100 persen.

“Sementara untuk Seksi 4 ruas Bunder-Manyar belum bisa dipastikan kapan rampung. Lantaran terhambat pandemi Covid-19, sehingga alokasi anggaran untuk melanjutkan pengerjaannya terkena refocusing,” ujarnya.

Untuk pembangunan ruas Tol Pasuruan-Probolinggo terdiri atas 4 Seksi. Pada Seksi 1-3 telah beroperasi, sedangkan Seksi 4 masih dalam proses konstruksi. Ruas tol ini memberikan aksesibilitas atau mobilisasi yang sangat baik bagi kendaraan logistik, sehingga meningkatkan produktivitas kegiatan dan menciptakan kebangkitan perekonomian, serta menciptakan lapangan kerja.

Dalam proyek ini pemegang konsesi adalah PT Trans Jawa Paspro Jalan Tol. Sementara, untuk perkembangan proyek Tol Probolinggo-Banyuwangi lama pengerjaan akan dilakukan 730 hari kalender. Ruas ini nantinya akan dikelola oleh PT Jasa Marga (Persero) Tbk, dimana Waskita hanya sebagai kontraktor pada paket I yang ber-JO dengan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. “Untuk kontrak paket ini sudah dapat namun Surat Perintah Mulai Kerja nya (SPMK) masih menunggu dari Jasa Marga,” jelas Destiawan.

Ia menjelaskan sinergi yang dilakukan Waskita dalam proyek ini merupakan upaya perseroan bersinergi dengan pemerintah setempat untuk meningkatkan keterlibatan pengusaha, mitra setempat, lokal, khususnya UMKM. Mempekerjakan masyarakat sekitar sebagai karyawan kontrak proyek dengan kemampuan dan kompetensi sesuai bidang. Waskita juga mengakomodir UMKM melalui program PADI (Pasar Digital UMKM Indonesia).

“Strategi yang digunakan Waskita antara lain memastikan pekerjaan yang dilakukan di lapangan sesuai spesifikasi yang telah diisyaratkan. Menerapkan GKM (Gugus Kendali Mutu) pada setiap pekerjaan dengan tujuan hasil pekerjaan terukursesuai dengan spesifikasi. Diperbanyaknya pemasangan rambu-rambu batas kecepatan maximal dalam berkendara. Mengedepankan QHSE (Quality Health Safety Environment) sebagai kebutuhan utama dalam melaksanakan pekerjaan,” jelas dia. (hum/opi)

 

 

SIDOARJO – Pembangunan Tol Krian-Legundi-Bunder-Manyar (KLBM) sudah rampung hingga ruas Bunder, Gresik. Rencananya, akhir November ini tol sepanjang 38,29 kilometer (km) itu akan resmi beroperasi. Lazimnya jalur bebas hambatan baru, maka selama dua minggu Tol KLBM akan beroperasi secara gratis.

“Secara teknis dan administrasi sudah siap dioperasikan. Ruas KLBM merupakan inisiasi dengan panjang tol 38,39 km dari Sidoarjo ke Gresik,” ungkap Direktur Teknik PT Waskita Bumi Wira, Norman Hidayat, Selasa (24/11).

PT Waskita Karya (Persero) Tbk masih terus ekspansif dalam pengembangan infrastruktur di Jawa Timur. Ada tiga ruas tol yang pembangunannya dilakukan oleh perseroan. Selain membangun Tol KLBM dengan nilai investasi proyek mencapai Rp 12,22 triliun, mereka juga membangun ruas Tol Pasuruan-Probolinggo sepanjang 43,75 km dengan nilai investasi Rp 6,36 triliun. Serta ruas Tol Probolinggo-Banyuwangi dengan nilai kontrak mencapai Rp 1,05 triliun.

Direktur Utama Waskita Karya Destiawan Soewardjono mengatakan, pembangunan Tol KLBM akan memberikan aksesibilitas atau mobilisasi yang sangat baik bagi kendaraan logistik ke kawasan industri Java Integrated and Ports Estate (JIIPE), yang merupakan kawasan industri terintegrasi pertama di Indonesia dan terbesar di Jawa Timur. “Tol ini akan menjadi backbone pada jalur logistik di Jawa Timur,” kata Destiawan.

Diungkapkannya, pembangunan Tol KLBM terdiri atas empat seksi. Pada Seksi 1 Krian-Kademean Menganti sepanjang 9,77 km dengan progres konstruksi telah mencapai 100 persen. Seksi 2 Kademean- Menganti-Boboh sepanjang 8,83 km progres konstruksi telah mencapai 100 persen. Seksi 3 Boboh-Bunder sepanjang 10,40 km progres konstruksi telah mencapai 100 persen.

“Sementara untuk Seksi 4 ruas Bunder-Manyar belum bisa dipastikan kapan rampung. Lantaran terhambat pandemi Covid-19, sehingga alokasi anggaran untuk melanjutkan pengerjaannya terkena refocusing,” ujarnya.

Untuk pembangunan ruas Tol Pasuruan-Probolinggo terdiri atas 4 Seksi. Pada Seksi 1-3 telah beroperasi, sedangkan Seksi 4 masih dalam proses konstruksi. Ruas tol ini memberikan aksesibilitas atau mobilisasi yang sangat baik bagi kendaraan logistik, sehingga meningkatkan produktivitas kegiatan dan menciptakan kebangkitan perekonomian, serta menciptakan lapangan kerja.

Dalam proyek ini pemegang konsesi adalah PT Trans Jawa Paspro Jalan Tol. Sementara, untuk perkembangan proyek Tol Probolinggo-Banyuwangi lama pengerjaan akan dilakukan 730 hari kalender. Ruas ini nantinya akan dikelola oleh PT Jasa Marga (Persero) Tbk, dimana Waskita hanya sebagai kontraktor pada paket I yang ber-JO dengan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. “Untuk kontrak paket ini sudah dapat namun Surat Perintah Mulai Kerja nya (SPMK) masih menunggu dari Jasa Marga,” jelas Destiawan.

Ia menjelaskan sinergi yang dilakukan Waskita dalam proyek ini merupakan upaya perseroan bersinergi dengan pemerintah setempat untuk meningkatkan keterlibatan pengusaha, mitra setempat, lokal, khususnya UMKM. Mempekerjakan masyarakat sekitar sebagai karyawan kontrak proyek dengan kemampuan dan kompetensi sesuai bidang. Waskita juga mengakomodir UMKM melalui program PADI (Pasar Digital UMKM Indonesia).

“Strategi yang digunakan Waskita antara lain memastikan pekerjaan yang dilakukan di lapangan sesuai spesifikasi yang telah diisyaratkan. Menerapkan GKM (Gugus Kendali Mutu) pada setiap pekerjaan dengan tujuan hasil pekerjaan terukursesuai dengan spesifikasi. Diperbanyaknya pemasangan rambu-rambu batas kecepatan maximal dalam berkendara. Mengedepankan QHSE (Quality Health Safety Environment) sebagai kebutuhan utama dalam melaksanakan pekerjaan,” jelas dia. (hum/opi)

 

 

Most Read

Berita Terbaru


/