alexametrics
26 C
Sidoarjo
Tuesday, 21 September 2021

2.600 UMKM di Jatim Dapat Pendampingan dari Kominfo

SIDOARJO – Berkembang pesatnya teknologi digital, harus dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh pelaku UMKM. Peluang ini bisa terwujud ketika para pelaku UMKM mampu memanfaatkan fitur-fitur yang ada di media sosial dan aplikasi penunjang toko-toko online, sehingga proses bisnisnya menjadi lebih efektif dan efisien. Sebut saja aplikasi aplikasi agregator, kasir, pembukuan dan lain sebagainya.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Ekonomi Digital, Kementerian Kominfo RI, I Nyoman Adhiarna menjelaskan, dalam kegiatan Active Selling yang diselenggarakan dari bulan Juli hingga Desember 2021 nanti, Direktorat Ekonomi Digital, Ditjen Aplikasi Informatika, Kementerian Kominfo memfasilitasi 2.600 UMKM di sektor produksi dan pengolahan yang berlokasi di Jawa Timur. UMKM didampingi dalam memanfaatkan teknologi digital.

“Pendampingan ini berupa training-training pemanfaatan aplikasi-aplikasi digital. Fasilitator yang bertugas siap untuk melakukan pendampingan baik secara online maupun offline,” ungkap I Nyoman, Jumat (23/7).

Untuk memudahkan pendampingan secara online, lanjutnya, Kemenkominfo akan memberikan paket data kepada UMKM. Namun bagi mereka yang sibuk, fasilitator akan datang ke lokasi bisnis.

Lebih jauh ia menjelaskan, memiliki destinasi wisata Bromo yang sedang diprioritasan, Jawa Timur juga punya berbagai hasil produksi dan olahan UMKM. Sebut saja cindera mata dan makanan khas. Produk-produk ini dapat dipasarkan ke luar Jawa Timur dengan cara-cara online.

“Dengan menjual produk-produk khas lokal, maka UMKM masing-masing daerah memiliki differensiasi produk. Jika dimaksimalkan dengan pemanfaatan aplikasi digital, produk-produk UMKM ini dapat berbicara di kancah nasional, bahkan internasional,” tuturnya.

Kegiatan Active Selling juga didukung dengan publikasi untuk meningkatkan awareness masyarakat melalui radio-radio yang menjangkau hingga ke pelosok daerah. Kegiatan ini mengajak para pelaku UMKM memaksimalkan kesempatan untuk mengembangkan usahanya dengan mengoptimalkan penggunakan aplikasi digital.

“Awareness ini juga ditujukan kepada stakeholders terkait, agar dapat bersinergi dalam mendorong perkembangan UMKM di daerahnya,” sambung I Nyoman.

Bersamaan dengan adanya kegiatan pendampingan, Kominfo juga melaksanakan survei terhadap 3.700 UMKM secara online dan offline. Survei ini bertujuan untuk memperbaharui data terkait adopsi teknologi digital oleh UMKM, yang dapat digunakan sebagai dasar bagi pelaksanaan program berikutnya. (jpg/opi)

SIDOARJO – Berkembang pesatnya teknologi digital, harus dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh pelaku UMKM. Peluang ini bisa terwujud ketika para pelaku UMKM mampu memanfaatkan fitur-fitur yang ada di media sosial dan aplikasi penunjang toko-toko online, sehingga proses bisnisnya menjadi lebih efektif dan efisien. Sebut saja aplikasi aplikasi agregator, kasir, pembukuan dan lain sebagainya.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Ekonomi Digital, Kementerian Kominfo RI, I Nyoman Adhiarna menjelaskan, dalam kegiatan Active Selling yang diselenggarakan dari bulan Juli hingga Desember 2021 nanti, Direktorat Ekonomi Digital, Ditjen Aplikasi Informatika, Kementerian Kominfo memfasilitasi 2.600 UMKM di sektor produksi dan pengolahan yang berlokasi di Jawa Timur. UMKM didampingi dalam memanfaatkan teknologi digital.

“Pendampingan ini berupa training-training pemanfaatan aplikasi-aplikasi digital. Fasilitator yang bertugas siap untuk melakukan pendampingan baik secara online maupun offline,” ungkap I Nyoman, Jumat (23/7).

Untuk memudahkan pendampingan secara online, lanjutnya, Kemenkominfo akan memberikan paket data kepada UMKM. Namun bagi mereka yang sibuk, fasilitator akan datang ke lokasi bisnis.

Lebih jauh ia menjelaskan, memiliki destinasi wisata Bromo yang sedang diprioritasan, Jawa Timur juga punya berbagai hasil produksi dan olahan UMKM. Sebut saja cindera mata dan makanan khas. Produk-produk ini dapat dipasarkan ke luar Jawa Timur dengan cara-cara online.

“Dengan menjual produk-produk khas lokal, maka UMKM masing-masing daerah memiliki differensiasi produk. Jika dimaksimalkan dengan pemanfaatan aplikasi digital, produk-produk UMKM ini dapat berbicara di kancah nasional, bahkan internasional,” tuturnya.

Kegiatan Active Selling juga didukung dengan publikasi untuk meningkatkan awareness masyarakat melalui radio-radio yang menjangkau hingga ke pelosok daerah. Kegiatan ini mengajak para pelaku UMKM memaksimalkan kesempatan untuk mengembangkan usahanya dengan mengoptimalkan penggunakan aplikasi digital.

“Awareness ini juga ditujukan kepada stakeholders terkait, agar dapat bersinergi dalam mendorong perkembangan UMKM di daerahnya,” sambung I Nyoman.

Bersamaan dengan adanya kegiatan pendampingan, Kominfo juga melaksanakan survei terhadap 3.700 UMKM secara online dan offline. Survei ini bertujuan untuk memperbaharui data terkait adopsi teknologi digital oleh UMKM, yang dapat digunakan sebagai dasar bagi pelaksanaan program berikutnya. (jpg/opi)


Berita HITS

Berita Terbaru

Trending Tags