alexametrics
31 C
Sidoarjo
Tuesday, 24 May 2022

Target Investasi Rp 7,1 Triliun, Kegiatan Penanaman Modal Diminta Dilaporkan

SIDOARJO – Iklim investasi di Sidoarjo menunjukkan perkembangan yang terus membaik. Posisi Sidoarjo yang strategis dan memiliki akses transportasi dan ketersediaan tenaga kerja yang besar mampu menjadi tujuan investasi yang menarik bagi para investor. Baik Penanaman Modal Asing (PMA) maupun Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).

Tahun lalu, realisasi investasi dari PMA dan PMDN cukup bagus. Untuk PMA Rp 1,3 triliun dan PMDN Rp 5,6 triliun. Tahun ini targetnya kembali ditingkatkan. Yakni menjadi Rp 1,4 triliun untuk PMA dan Rp 5,7 triliun untuk PMDN. Sehingga totalnya Rp 7,1 triliun.

Anggota Komisi B DPRD Sidoarjo Deny Haryanto mengatakan, tren positif itu patut dipertahankan. Sebab investasi yang masuk juga digunakan untuk pembangunan daerah. Politikus PKS tersebut juga mengingatkan pentingnya Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM).

“Seluruh kegiatan investasi yang masuk harus dilaporkan,” katanya.

Menurut dia, LKPM merupakan aspek penting yang harus dilakukan oleh para pelaku usaha. Baik perseorangan ataupun badan usaha. Sebab LKPM menjadi salah satu penunjang untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi Sidoarjo.

Dia melanjutkan, dengan adanya LKPM, pemerintah bisa mengetahui sektor usaha yang sedang berkembang. Selain itu, juga untuk mengetahui hambatan yang tengah terjadi, serta kebijakan yang harus diterapkan agar kegiatan usaha tersebut berjalan lancar.

Selain itu, LKPM juga memberikan peranan penting untuk menunjang pertumbuhan ekonomi daerah. “Saat ini LKPM juga menjadi salah satu indikator penentu peningkatan realisasi investasi,” imbuhnya. (nis/vga)

SIDOARJO – Iklim investasi di Sidoarjo menunjukkan perkembangan yang terus membaik. Posisi Sidoarjo yang strategis dan memiliki akses transportasi dan ketersediaan tenaga kerja yang besar mampu menjadi tujuan investasi yang menarik bagi para investor. Baik Penanaman Modal Asing (PMA) maupun Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).

Tahun lalu, realisasi investasi dari PMA dan PMDN cukup bagus. Untuk PMA Rp 1,3 triliun dan PMDN Rp 5,6 triliun. Tahun ini targetnya kembali ditingkatkan. Yakni menjadi Rp 1,4 triliun untuk PMA dan Rp 5,7 triliun untuk PMDN. Sehingga totalnya Rp 7,1 triliun.

Anggota Komisi B DPRD Sidoarjo Deny Haryanto mengatakan, tren positif itu patut dipertahankan. Sebab investasi yang masuk juga digunakan untuk pembangunan daerah. Politikus PKS tersebut juga mengingatkan pentingnya Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM).

“Seluruh kegiatan investasi yang masuk harus dilaporkan,” katanya.

Menurut dia, LKPM merupakan aspek penting yang harus dilakukan oleh para pelaku usaha. Baik perseorangan ataupun badan usaha. Sebab LKPM menjadi salah satu penunjang untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi Sidoarjo.

Dia melanjutkan, dengan adanya LKPM, pemerintah bisa mengetahui sektor usaha yang sedang berkembang. Selain itu, juga untuk mengetahui hambatan yang tengah terjadi, serta kebijakan yang harus diterapkan agar kegiatan usaha tersebut berjalan lancar.

Selain itu, LKPM juga memberikan peranan penting untuk menunjang pertumbuhan ekonomi daerah. “Saat ini LKPM juga menjadi salah satu indikator penentu peningkatan realisasi investasi,” imbuhnya. (nis/vga)

Most Read

Berita Terbaru


/