alexametrics
28 C
Sidoarjo
Saturday, 28 May 2022

Cuaca Buruk, Harga Cabai Tidak Stabil di Pasar

SIDOARJO – Hujan selama sepekan terakhir membuat harga cabai tidak stabil. Di pasar tradisional, harganya naik secara bertahap.

Salah satu penjual cabai rawit di Pasar Larangan Atik mengatakan, kenaikan harga cabai dimulai sejak pekan lalu. Awalnya pada 14 November harganya Rp 15 ribu per kilogram. Dalam waktu sehari naik menjadi Rp 18 ribu per kilogram.

Kemudian harganya sempat turun lagi pada 18 November menjadi Rp 16 ribu per kilogram. “Sejak itu, besoknya naik lagi sampai harga Rp 20 ribu pada Sabtu (20/11),” katanya.

Menurut Atik, kenaikan harga cabai ini selalu terjadi saat cuaca sedang buruk. Sebab hasil panen tidak terlalu bagus, sedangkan permintaan tetap tinggi.

Dia pun mengaku tidak bisa menyetok terlalu banyak cabai. Akibat dari naiknya harga cabai, pembeli memilih untuk mengurangi jumlah pembelian. Biasanya pelanggannya beli satu kilogram, namun sekarang hanya membeli seperlunya. “Takut tidak laku, rusak, malah rugi,” imbuhnya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sidoarjo M Tjarda mengatakan, pihaknya akan melakukan operasi pasar. Terutama jika harga terus melambung.

Menurut dia, cuaca memang menjadi faktor utama kenaikan harga. Namun selain itu juga karena menjelang akhir tahun. Beberapa harga komoditas lainnya juga meningkat. “Akan tetap kami pantau, jangan sampai kenaikan harganya tidak wajar,” pungkasnya. (nis/vga)

SIDOARJO – Hujan selama sepekan terakhir membuat harga cabai tidak stabil. Di pasar tradisional, harganya naik secara bertahap.

Salah satu penjual cabai rawit di Pasar Larangan Atik mengatakan, kenaikan harga cabai dimulai sejak pekan lalu. Awalnya pada 14 November harganya Rp 15 ribu per kilogram. Dalam waktu sehari naik menjadi Rp 18 ribu per kilogram.

Kemudian harganya sempat turun lagi pada 18 November menjadi Rp 16 ribu per kilogram. “Sejak itu, besoknya naik lagi sampai harga Rp 20 ribu pada Sabtu (20/11),” katanya.

Menurut Atik, kenaikan harga cabai ini selalu terjadi saat cuaca sedang buruk. Sebab hasil panen tidak terlalu bagus, sedangkan permintaan tetap tinggi.

Dia pun mengaku tidak bisa menyetok terlalu banyak cabai. Akibat dari naiknya harga cabai, pembeli memilih untuk mengurangi jumlah pembelian. Biasanya pelanggannya beli satu kilogram, namun sekarang hanya membeli seperlunya. “Takut tidak laku, rusak, malah rugi,” imbuhnya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sidoarjo M Tjarda mengatakan, pihaknya akan melakukan operasi pasar. Terutama jika harga terus melambung.

Menurut dia, cuaca memang menjadi faktor utama kenaikan harga. Namun selain itu juga karena menjelang akhir tahun. Beberapa harga komoditas lainnya juga meningkat. “Akan tetap kami pantau, jangan sampai kenaikan harganya tidak wajar,” pungkasnya. (nis/vga)

Most Read

Berita Terbaru


/