alexametrics
28 C
Sidoarjo
Saturday, 21 May 2022

Pasar Properti di Sidoarjo Masih Lesu, Ini Penyebabnya

SIDOARJO – Di triwulan II/2021, pasar properti di Sidoarjo nampaknya masih belum meroket. Daya beli masyarakat yang masih belum pulih membuat penjualan properti tidak semulus yang diharapkan.

Nurhayati, Ketua Real Estate Indonesia (REI) Komisariat Sidoarjo menceritakan, sudah digelarnya vaksinasi Covid-19 sebenarnya sempat menjadi angin segar bagi para pengembang. Dengan harapan ekonomi pulih dan daya beli masyarakat meningkat di 2021 ini.

Namun hal itu belum seperti yang diharapkan, secara umum memang lebih baik jika dibandingkan tahun sebelumnya yang memang lagi puncak pandemi Covid-19. “Tetapi, angka penjualan properti masih jauh dari harapan,” katanya.

Pengembang sebenarnya memiliki jenis-jenis barang properti yang dijual. Misalnya saja dari perumahan, rumah yang dibawah Rp 1 miliar memang sudah nampak ada pergerakan walaupun tetap jauh dari harapan. “Untuk kelas atas masih berat,” imbuhnya.

Masih belum pulihnya pasar juga membuat para pengembang berfikir ulang untuk melangkah kedepan. Termasuk rencana ekspansi mengembangkan usaha.

Tantangan berat bagi pengusaha properti juga muncul dari pihak Bank. Dimana dalam kondisi pandemi seperti ini, perbankkan juga lebih selektif dalam memberikan kucuran kredit. “Pertimbangannya lebih rumit. Karena mempertimbangkan juga perusahaan user yang terdampak pandemi,” tuturnya.

Bos PT Bumi Jatikalang Sejahtera itu juga menerangkan, sektor properti sebenarnya sempat mendapat angin segar dari pemerintah. Yakni kebijakan free PPN. Tetapi, hal itu juga belum memberikan dampak signifikan. “Pasar berkata lain, kondisinya memang masih berat,” pungkasnya. (son/opi)

 

SIDOARJO – Di triwulan II/2021, pasar properti di Sidoarjo nampaknya masih belum meroket. Daya beli masyarakat yang masih belum pulih membuat penjualan properti tidak semulus yang diharapkan.

Nurhayati, Ketua Real Estate Indonesia (REI) Komisariat Sidoarjo menceritakan, sudah digelarnya vaksinasi Covid-19 sebenarnya sempat menjadi angin segar bagi para pengembang. Dengan harapan ekonomi pulih dan daya beli masyarakat meningkat di 2021 ini.

Namun hal itu belum seperti yang diharapkan, secara umum memang lebih baik jika dibandingkan tahun sebelumnya yang memang lagi puncak pandemi Covid-19. “Tetapi, angka penjualan properti masih jauh dari harapan,” katanya.

Pengembang sebenarnya memiliki jenis-jenis barang properti yang dijual. Misalnya saja dari perumahan, rumah yang dibawah Rp 1 miliar memang sudah nampak ada pergerakan walaupun tetap jauh dari harapan. “Untuk kelas atas masih berat,” imbuhnya.

Masih belum pulihnya pasar juga membuat para pengembang berfikir ulang untuk melangkah kedepan. Termasuk rencana ekspansi mengembangkan usaha.

Tantangan berat bagi pengusaha properti juga muncul dari pihak Bank. Dimana dalam kondisi pandemi seperti ini, perbankkan juga lebih selektif dalam memberikan kucuran kredit. “Pertimbangannya lebih rumit. Karena mempertimbangkan juga perusahaan user yang terdampak pandemi,” tuturnya.

Bos PT Bumi Jatikalang Sejahtera itu juga menerangkan, sektor properti sebenarnya sempat mendapat angin segar dari pemerintah. Yakni kebijakan free PPN. Tetapi, hal itu juga belum memberikan dampak signifikan. “Pasar berkata lain, kondisinya memang masih berat,” pungkasnya. (son/opi)

 

Most Read

Berita Terbaru


/